- Liga Thailand resmi menghapus kuota pemain khusus ASEAN untuk musim kompetisi 2026/2027.
- Empat pemain Timnas Indonesia, termasuk Pratama Arhan, menghadapi persaingan global untuk slot pemain asing.
- Klub Thailand kini boleh mendaftarkan sepuluh pemain asing tanpa batasan kewarganegaraan, maksimal tujuh di lapangan.
Suara.com - Kabar buruk datang bagi karier empat pilar Timnas Indonesia yang merumput di Liga Thailand
Sebuah keputusan besar terkait regulasi pemain asing telah resmi diketuk, mengakhiri era keistimewaan bagi pemain asal Asia Tenggara.
Pratama Arhan, Asnawi Mangkualam, Shayne Pattynama, dan Sandy Walsh kini dihadapkan pada tantangan yang jauh lebih berat.
Sebelumnya, Liga Thailand menjadi destinasi favorit bagi talenta terbaik Asia Tenggara karena adanya regulasi kuota ASEAN yang longgar.
Aturan ini tidak hanya membuka pintu karier, tetapi juga menjadi batu loncatan bagi banyak pemain untuk dilirik liga yang lebih besar seperti di Jepang.
Namun, wacana yang sempat beredar beberapa waktu lalu kini telah menjadi kenyataan.
Rumor mengenai penghapusan kuota pemain ASEAN dan Asia awalnya dilaporkan oleh seorang jurnalis Thailand.
"Rumor kuat menyebutkan perubahan besar dalam kuota pemain asing Liga 1 Thailand musim depan," ujar Ta Lao saat itu.
"10 pemain asing per tim. Jumlah maksimum pemain di lapangan adalah 7. Tidak ada lagi kuota Asia, ASEAN," lanjutnya.
Baca Juga: Menanti Tuah John Herdman di FIFA Series 2026: Debut Manis Bersama Kanada Jadi Barometer
Kekhawatiran tersebut akhirnya terkonfirmasi. Dalam laporan terbarunya pada Kamis (22/1/2026), jurnalis yang sama memastikan bahwa aturan tersebut telah disahkan untuk musim 2026/2027.
"Thai League akan menyesuaikan Kuota Pemain Asing untuk musim 2026/27," ujar Ta Lao.
Aturan baru tersebut dijabarkan dengan tiga poin Utama.
"Pendaftaran: Diizinkan mendaftarkan maksimal 10 pemain asing."
"Kewarganegaraan: Tidak ada batasan kewarganegaraan (slot tak terbatas untuk negara mana pun, akhir kuota Asia/ASEAN)."
"Di Lapangan: Maksimal 7 pemain asing diizinkan berada di lapangan pada satu waktu," lanjutnya.
Bagi kuartet Timnas Indonesia, keputusan ini adalah sebuah pukulan telak.
Keistimewaan sebagai pemain ASEAN kini telah sirna. Mereka tidak lagi bersaing dengan sesama pemain Asia Tenggara, melainkan harus bertarung secara terbuka dengan pemain asing dari seluruh dunia, termasuk Brasil, Argentina, atau Eropa, untuk memperebutkan 10 slot pemain asing yang tersedia di setiap klub.
Kini tanpa kuota khusus tersebut, keempat bintang Garuda ini harus membuktikan bahwa kualitas mereka memang layak untuk bersaing secara terbuka demi satu tempat di skuad musim depan.
Tag
Berita Terkait
-
Detik-detik Bulgaria Porak-porandakan Gawang Timnas Indonesia di GBK, Semoga Sejarah Tak Terulang
-
Bukan Jay Idzes, Pemain Keturunan Indonesia Selangkah Lagi Gabung AC Milan
-
Kilas Balik Pertemuan Indonesia dengan para Rival di FIFA Series, Pernah Punya Kenangan Manis?
-
Menanti 'Identitas Visual' Timnas Indonesia dalam Jersey Terbaru Besok
-
Pascal Struijk Tolak Indonesia, Bek Keturunan Inggris Bisa Jadi Opsi Instan
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Prabowo Bicara Persatuan Politik: Sebut PDIP dan Koalisi Punya Hati yang Sama
-
Dari Pasal 33 UUD 1945 hingga Prabowonomics, Cak Imin Bicara Mimpi Kedaulatan Ekonomi
-
Bisa Bikin Repot! Prabowo Kasih Cap 'Pemimpin Kancil' buat Dasco, Cak Imin dan Bahlil
-
Cak Imin Dukung Ekspor SDA Satu Pintu Prabowo, Sebut Ada 108 UU yang Harus Dibenahi
-
Pertamina Kilang Plaju Resmi Salurkan Biosolar B50, Tambah Pasokan Energi dari Sumatera Selatan
-
Sidang Korupsi Perkimtan Palembang Ungkap Rp440 Juta Masuk ke Eks Kadis, Lalu Mengalir ke Mana?
-
Cak Imin Minta Prabowo Revisi 108 Undang-Undang demi Kedaulatan Ekonomi
-
PKB Gaungkan Prabowonomics di Harlah ke-28, Cak Imin: Ini Bukan Akal-akalan
-
11 Warna Bedak yang Cocok untuk Kulit Hitam Manis, Dijamin Nampak Menyatu dan Flawless!
-
Cak Imin: Indonesia Kehilangan Arah Ekonomi Selama 25 Tahun