-
Manajer Persija mengonfirmasi pencarian satu pemain diaspora baru untuk memperkuat skuad utama.
-
Nama Shayne Pattynama mencuat setelah secara resmi meninggalkan klub Thailand, Buriram United.
-
Persija juga sempat menjajaki komunikasi dengan Ivar Jenner meski belum mendapatkan jawaban pasti.
Suara.com - Spekulasi mengenai masa depan Shayne Pattynama kini mulai menunjukkan titik terang yang mengarah ke Ibu Kota.
Kabar bergabungnya bek kiri Timnas Indonesia ke Persija Jakarta tersebut semakin berembus kencang di kalangan penggemar.
Pemicunya adalah pernyataan terbaru dari manajer tim, Ardhi Tjahjono, yang memberikan isyarat mengenai kedatangan pemain keturunan.
Meskipun identitas pemain tersebut belum diungkap secara gamblang, nama Shayne menjadi sosok yang paling santer dibicarakan.
Kedatangan pemain baru ini diharapkan mampu memperkuat kedalaman skuad Macan Kemayoran di kompetisi domestik.
Kondisi Shayne Pattynama saat ini memang sedang tidak memiliki klub setelah masa baktinya berakhir.
Klub raksasa Thailand, Buriram United, secara resmi telah mengumumkan perpisahan dengan pemain berusia 27 tahun tersebut.
Status bebas transfer ini mempermudah langkah manajemen Persija Jakarta untuk melakukan negosiasi secara langsung dan intens.
Kehadiran pemain dengan pengalaman Eropa ini tentu akan menjadi tambahan amunisi berharga bagi lini pertahanan.
Baca Juga: Sejajarkan dengan Maracana! Pelatih Brasil Terkesima Kemegahan GBK Jelang Lawan Persija
Namun, pihak manajemen nampaknya masih sangat berhati-hati dalam memberikan konfirmasi resmi mengenai kesepakatan kontrak.
Ardhi Tjahjono enggan memberikan detail lebih jauh dan memilih untuk menyerahkan urusan teknis kepada pelatih.
Ia menegaskan bahwa segala kebijakan mengenai pemilihan pemain baru berada di bawah wewenang Mauricio Souza.
"Kalau soal teknis, itu sepenuhnya pelatih yang lebih paham. Untuk hal tersebut sebaiknya ditanyakan langsung ke pelatih," kata Ardhi Tjahjoko saat ditemui di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Manajer tim tersebut menekankan bahwa koordinasi antara manajemen dan tim pelatih terus berjalan sangat intensif.
Proses pemantauan pemain dilakukan dengan teliti agar sesuai dengan kebutuhan skema permainan yang diinginkan Souza.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Jelang Hadapi Maroko, Carlo Ancelotti Ingatkan Pemain Brasil Soal Ini
-
'Kang Asgar' Brasil Jadi Faktor X Neymar Dkk Jelang Laga Perdana Piala Dunia 2026
-
Pekerja di Brasil Bisa Nonton Piala Dunia 2026 Tanpa Takut di PHK atau Potong Gaji, di Indonesia?
-
Ngeri! Mayat Dalam Bagasi Terbungkus Plastik Hitam Ditemukan Dekat Markas Timnas Iran
-
Ramalan Kabala Nostradamus: Dua Raksasa Ini Bakal Bertemu di Final Piala Dunia 2026
-
Tak Hanya Jago Taktik, Skill Poliglot Carlo Ancelotti Bisa Jadi Senjata Rahasia Brasil
-
Disia-siakan Arsenal! Folarin Balogun Jelmaan Ian Wright yang Mengamuk di Piala Dunia 2026
-
Prediksi Brasil vs Maroko: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti