Bola / Bola Dunia
Minggu, 25 Januari 2026 | 10:24 WIB
Presiden FIFA Gianni Infantino secara terbuka mengakui bahwa harga tiket Piala Dunia 2026 di pasar penjualan ulang (resale) akan jauh lebih mahal dibandingkan harga resmi. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Baca 10 detik
  • Presiden FIFA mengakui harga tiket Piala Dunia 2026 di pasar jual kembali dipastikan jauh lebih tinggi daripada harga resmi.
  • Permintaan luar biasa tinggi memaksa FIFA menerapkan sistem undian alokasi tiket untuk gelaran di tiga negara tuan rumah.
  • FIFA mengambil komisi 30% dari transaksi penjualan ulang tiket, meningkatkan potensi pendapatan badan sepak bola dunia tersebut.

Suara.com - Presiden FIFA Gianni Infantino secara terbuka mengakui bahwa harga tiket Piala Dunia 2026 di pasar penjualan ulang (resale) akan jauh lebih mahal dibandingkan harga resmi.

Tingginya permintaan tiket diyakini mendorong banyak pembeli awal menjual kembali tiket demi keuntungan, sehingga memicu lonjakan harga jelang turnamen akbar tersebut.

Piala Dunia 2026 akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, dengan total 104 pertandingan, dan diprediksi menjadi salah satu edisi paling diminati dalam sejarah.

Infantino menyebut tingginya minat membuat FIFA terpaksa menerapkan sistem undian untuk menentukan alokasi tiket kepada fans.

“Semua pertandingan akan terjual habis. Kami harus melakukan undian karena permintaannya luar biasa tinggi,” kata Infantino saat berbicara di World Economic Forum di Davos, Swiss seperti dilansir dari BBC.

Ia menambahkan bahwa tiket-tiket tersebut hampir pasti akan kembali dijual di platform resale dengan harga yang lebih tinggi.

Di platform resmi resale FIFA, tiket final Piala Dunia 2026 yang akan digelar di MetLife Stadium pada 19 Juli tercatat sempat dipasang dengan harga hingga 230 ribu dolar AS atau setara lebih dari Rp3,6 miliar.

Harga resmi tiket kategori 1 untuk laga final sendiri berada di angka 8.680 dolar AS, namun FIFA menerapkan dynamic pricing untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia, sehingga harga bisa berubah sewaktu-waktu.

Menariknya, FIFA tidak menetapkan harga jual ulang, tetapi mengambil komisi 30 persen dari setiap transaksi resale, yang berarti badan sepak bola dunia itu bisa memperoleh pemasukan ganda dari satu tiket.

Baca Juga: Daftar Harga Tiket Fan Meeting Hearts2Hearts Jakarta 2026, Mulai Rp1 Jutaan

Situasi ini berpotensi membuat banyak penggemar yang gagal mendapatkan tiket resmi terpaksa membeli di pasar sekunder dengan harga berlipat ganda dari nilai awal.

FIFA mengklaim bahwa dalam hampir 100 tahun sejarah Piala Dunia, total tiket yang terjual mencapai sekitar 50 juta lembar.

Namun, hanya dalam empat minggu penjualan, permintaan untuk Piala Dunia 2026 disebut setara dengan 1.000 tahun penyelenggaraan Piala Dunia.

“Ini luar biasa dan menunjukkan dampak global Piala Dunia,” ujar Infantino.

Kontributor: M.Faqih

Load More