-
Shayne Pattynama menyusul pemain naturalisasi lainnya untuk bermain di kompetisi Super League Indonesia.
-
PSSI menegaskan tidak bisa mengintervensi pilihan klub karena pemain tidak digaji federasi.
-
Kehadiran bintang Timnas di liga lokal dianggap mampu meningkatkan kualitas kompetisi sepak bola.
Pihak PSSI sangat menghargai setiap langkah yang diambil oleh para penggawa Timnas Indonesia di level klub.
Otoritas sepak bola nasional ini tidak ingin membatasi peluang ekonomi maupun kenyamanan bermain bagi para atletnya.
"Mungkin beda kalau kami gaji mereka, pasti bisa diarahkan. Tapi ini soal pilihan mereka dan Hak asasi mereka juga, kami tidak bisa tahan," jelasnya.
Penjelasan ini mempertegas bahwa kebebasan memilih tempat kerja adalah bagian dari hak asasi yang dijunjung tinggi federasi.
Tanpa adanya keterikatan finansial dari PSSI, maka arahan mengenai tujuan klub menjadi tidak relevan secara hukum.
Sebelum Shayne memutuskan bergabung, sudah banyak nama besar yang lebih dulu mewarnai kompetisi Super League musim ini.
Thom Haye dan Eliano Reijnders tercatat telah memperkuat barisan pemain di klub kebanggaan Jawa Barat, Persib Bandung.
Sementara itu, penyerang muda Rafael Struick lebih memilih untuk membela panji Dewa United di musim yang sama.
Lini belakang Persija Jakarta juga semakin kokoh setelah sebelumnya berhasil mendatangkan bek senior, Jordi Amat.
Baca Juga: Kabar 2 Pemain Timnas Indonesia: Miliano Jonathans dan Joey Pelupessy Berkontribusi Banyak
Dinamika transfer ini berlanjut dengan bergabungnya talenta muda berbakat, Dion Markx, yang resmi berseragam Persib Bandung.
Ketertarikan para pemain kelas dunia ini dianggap sebagai sinyal positif bagi perkembangan kualitas sepak bola di Indonesia.
Banyaknya pemain naturalisasi yang masuk diyakini mampu mendongkrak standar permainan dan daya tarik kompetisi di mata internasional.
Arya beranggapan bahwa Liga Indonesia sudah cukup bagus sehingga banyak dilirik pemain-pemain naturalisasi.
Kenaikan level kompetisi ini diharapkan mampu memberikan atmosfer pertandingan yang lebih ketat bagi seluruh pemain lokal.
Kehadiran mereka tidak hanya soal popularitas, melainkan juga soal transfer ilmu kepada para pesepak bola asli tanah air.
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
-
Resmi Ditahan, Yaqut Diduga Terima Fee dari Jemaah Daftar Bisa Langsung Berangkat Haji
Terkini
-
BRI Super League: Ditahan Persijap, Pelatih PSIM Yogyakarta Evaluasi Bola Mati
-
Tandang ke Markas Borneo FC, Ini Pesan Umuh Muchtar untuk Pemain Persib Bandung
-
Dean Zandbergen Disebut Cocok Temani Ole Romeny di Timnas Indonesia, Naturalisasi Here We Go?
-
Tak Hanya Paes dan Audero, Ini 3 Kiper Lokal yang Siap Gebrak Skuad Garuda Era John Herdman
-
Ekspresi Shock Pep Guardiola Lihat Gawang Donnarumma Dibobol Tiga Kali oleh Valverde
-
Makna Jersey Baru Timnas Indonesia, Erick Thohir Sebut Jadi Simbol Kepercayaan
-
Kegilaan Sandy Walsh, Sukses Catatkan Back to Back Level Asia di Tingkat Klub
-
Filosofi Jersey Baru Timnas Indonesia: Tonjolkan Sentuhan Klasik dan Budaya Nusantara
-
Taktik 3 Bek John Herdman Butuh Fisik Ekstra, 10 Wingback Gahar Siap Bersaing di Timnas Indonesia
-
BREAKING NEWS! Ini Penampakan Jersey Baru Timnas Indonesia