-
Hector Souto mewaspadai perbedaan level antara kompetisi futsal ASEAN dengan tingkat Asia.
-
Timnas Indonesia akan menghadapi Korea Selatan, Kirgizstan, dan Irak di Indonesia Arena.
-
Fokus utama pelatih adalah memberikan pengalaman bertanding internasional bagi skuad Garuda.
Suara.com - Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto mengaku ngeri melihat lawan-lawan di Piala Asia Futsal 2026. Meski di level Asia Tenggara alias ASEAN skuad Garuda bisa dibilang mengerikan.
Hector Souto mengakui hal tersebut. Meski di ASEAN bisa mengalahkan lawan-lawannya, di level Asia, Timnas Indonesia adalah kontestan baru.
Padahal, Timnas Futsal Indonesia baru-baru ini menjadi juara Piala AFF 2026. Namun, di level Asia sangat berbeda kelasnya.
"Kami sudah terbiasa berkompetisi dengan negara-negara ASEAN seperti Malaysia, Thailand, Vietnam. Tapi di level Asia, Indonesia sebenarnya belum berpengalaman, maka saya katakan pertandingan ini sangat sulit," kata Souto dalam konferensi pers sehari jelang laga.
"Kami belum berpengalaman di level Asia, makanya kami ingin mengecap pengalaman itu di sini, itulah target kami," jelasnya.
Adapun di laga perdana Piala Asia 2026, Timnas Futsal Indonesia akan menghadapi Korea Selatan pada 27 Januari.
Kemudian dua hari setelahnya, Kirgizstan jadi lawan. Lalu di laga pamungkas Grup A, skuad Garuda akan menghadapi Irak pada 31 Januari 2026.
Nah, seluruh pertandingan ini akan dimainkan di Indonesia Arena, Komplek Gelora Bung Karno, Jakarta.
"Kami tidak bisa mengontrol bagaimana pandangan orang. Pemain kami tidak tertekan, kami hanya mempersiapkan pertandingan melawan Korea, Kirgistan, dan selanjutnya," tegasnya.
Baca Juga: Jadwal Laga Timnas Futsal Indonesia Vs Korsel di Piala Asia 2026, Kapan?
"Jadi kami hanya fokus pada pertandingan, tidak memusingkan yang lainnya. Jadi kami hanya akan fokus pada pertandingan karena tugas kami bukan mengontrol ekspektasi," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Merawat Nyala Wayang Palembang, Warisan Kesultanan yang Menjadi Ruang Belajar Generasi Muda
-
Promo Spesial BRI, Makan Enak di Ramen Girl Dapat Potongan Harga!
-
Usut Bentrokan Menteng, Polisi Dalami Peran 15 Orang yang Diamankan
-
Back-to-Back Juara! Kemenangan Fajar/Fikri di China Open 2026 Jadin Titik Balik Ganda Putra RI
-
Undang Wapres Hingga Dedi Mulyadi, Festival Merah Putih Kota Bogor Siap Digelar 9 Agustus
-
Kapitra Ampera Sebut Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Maling Gede
-
Misi Lahirkan Srikandi Baru, Kejurnas Panahan Junior 2026 Diikuti 906 Atlet dari 29 Provinsi
-
Penyelundupan Sabu 2 Kg dari Aceh ke Jakarta Gagal di Bandara Pekanbaru
-
Mencekam! Buaya Situ Habibi Sukabumi Terekam Menerkam Anak Sapi di Depan Wisatawan
-
Hari Mangrove Sedunia, Kilang Plaju Perkuat Komitmen Lestarikan Ekosistem Pesisir