- Amad Diallo menyindir Arsenal setelah Manchester United menang dramatis 3-2 di Emirates pada Senin (26/1).
- Diallo mengklaim harapan gol Arsenal hanya datang dari situasi bola mati, khususnya tendangan sudut, yang didukung statistik.
- Kemenangan ini menegaskan peran penting Diallo di bawah kepemimpinan pelatih interim Michael Carrick bagi MU.
Suara.com - Winger Manchester United, Amad Diallo, melontarkan sindiran tajam kepada Arsenal usai kemenangan dramatis 3-2 Setan Merah atas The Gunners di Stadion Emirates, Senin (26/1).
Diallo menyebut bahwa satu-satunya harapan Arsenal untuk mencetak gol hanyalah lewat situasi bola mati, khususnya tendangan sudut.
Kemenangan ini menjadi hasil sempurna kedua Manchester United di bawah kepemimpinan Michael Carrick, yang baru menjabat sebagai pelatih interim.
MU sukses mempermalukan pemuncak klasemen Premier League di kandangnya sendiri, sekaligus mengirim sinyal bahaya bagi para pesaing gelar.
Amad Diallo tampil selama 88 menit sebagai starter di sisi kanan serangan.
Penampilannya kembali menegaskan peran penting sang winger asal Pantai Gading dalam skema Carrick.
Usai laga, Diallo meluapkan emosinya melalui media sosial X (Twitter). Ia membalas unggahan seorang fans dengan kalimat:
“Your only hope is corner” (Satu-satunya harapan kalian cuma dari corner), disertai emoji tertawa.
Ia juga menambahkan: “Be humble kid” (Rendah hatilah, nak), dengan emoji “diam”.
Diallo bahkan mengutip unggahan lama sang fans yang sebelumnya memprediksi Arsenal menang 4-0. Dengan menyertakan skor akhir 3-2 untuk MU, ia menulis: “Enjoy kid”.
Baca Juga: Viral Joget Matheus Cunha Usai Cetak Gol Kelas Dunia di Kandang Arsenal
Sindiran Diallo tak sepenuhnya tanpa dasar. Secara statistik, Arsenal memang mencetak 42 gol liga musim ini (tertinggi kedua setelah Manchester City), namun performa individu para penyerangnya tengah menurun drastis.
Sebaliknya, Arsenal justru sangat bergantung pada situasi bola mati. Mereka telah mencetak 26 gol dari set-piece musim ini, terbanyak di lima liga top Eropa.
Di bawah Michael Carrick, Amad Diallo justru menjadi sosok kunci. Ia juga tampil penuh saat MU mengalahkan Manchester City di laga derby pekan lalu.
Meski Manchester United mendatangkan Bryan Mbeumo, Diallo tetap mendapat tempat utama.
Carrick memainkan Mbeumo sebagai striker (No.9) di depan Benjamin Šeško, membuka ruang bagi Diallo untuk menguasai sisi kanan.
Situasi ini berbeda jauh dari era pelatih sebelumnya, Ruben Amorim, yang kerap memainkan Diallo sebagai wing-back dalam skema tiga bek.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
Terkini
-
Muhammad Ferrari Tetap Dipanggil TC Timnas Indonesia Meski 5 Bulan Tak Main Karena Cedera
-
John Stones Umumkan Hengkang dari Manchester City Akhir Musim Ini
-
Bayern Munich Ikut Bersaing dengan AC Milan untuk Dusan Vlahovic
-
Bayern Munich Siapkan Negosiasi Perpanjangan Kontrak Harry Kane
-
Mohamed Salah Segera Umumkan Klub Baru dalam Beberapa Hari ke Depan
-
Ipswich Town Gagal Amankan Promosi Otomatis Usai Ditahan Southampton 2-2
-
Penyerang Timnas Indonesia Pilihan John Herdman Jelang Piala AFF 2026, Siapa Tertajam?
-
Lebih Menantang, AFF Punya Rencana Undang Australia untuk Piala AFF 2026
-
Performa Apik David Da Silva di BRI Super League Musim Ini, Patut Dinaturalisasi?
-
Dony Tri Pamungkas Ogah Ikuti Jejak Egy dan Witan Langsung Abroad ke Eropa