Bola / Bola Dunia
Selasa, 27 Januari 2026 | 14:00 WIB
Jose Mourinho melatih Benfica. (Instagram/@slbenfica)
Baca 10 detik
  • Laga krusial Liga Champions 2025/2026 mempertemukan Benfica kontra Real Madrid di Estadio da Luz.
  • Benfica (posisi 29) butuh kemenangan dan bantuan hasil lain, sementara Madrid (posisi 3) belum aman.
  • Kylian Mbappe menyamai rekor gol fase liga Liga Champions dengan total 11 gol untuk Madrid.

Suara.com - Laga krusial akan tersaji di Estadio da Luz, saat Benfica menjamu Real Madrid pada matchday kedelapan fase liga Liga Champions 2025/2026.

Benfica asuhan Jose Mourinho berada di posisi ke-29 klasemen dari 36 tim dan tertinggal dua poin dari batas akhir zona lolos.

Sementara itu, Real Madrid berada di peringkat ketiga, tetapi belum sepenuhnya aman di zona delapan besar, karena hanya berjarak dua poin dari posisi ke-15 yang ditempati Juventus. Artinya, kemenangan menjadi target mutlak bagi kedua tim.

Situasi Benfica: Harapan Tipis, Tekanan Maksimal

Perjalanan Benfica di fase liga Liga Champions musim ini diawali dengan buruk.

Mereka menelan empat kekalahan beruntun, sebelum bangkit lewat dua kemenangan 2-0 atas Ajax dan Napoli.

Namun, momentum itu kembali runtuh setelah kekalahan 0-2 dari Juventus pekan lalu, yang membuat peluang lolos semakin berat.

Secara matematis, Benfica masih memiliki peluang masuk ke babak playoff, tetapi nasib mereka tidak lagi sepenuhnya di tangan sendiri.

Mereka membutuhkan kemenangan atas Real Madrid dan berharap hasil pertandingan lain menguntungkan.

Baca Juga: Prediksi Skor Napoli vs Chelsea: Misi Hidup Mati Pasukan Antonio Conte Lawan Mantan Klub

Meski demikian, Benfica memiliki modal penting: rekor kandang yang solid.

Akhir pekan lalu, mereka membantai Estrela Amadora 4-0, mencatat kemenangan kandang keempat beruntun dan menegaskan kekuatan mereka di Estadio da Luz.

Real Madrid: Bangkit di Tengah Gejolak

Real Madrid juga datang dengan latar belakang yang penuh dinamika.

Kekalahan di final Piala Super Spanyol dari Barcelona berujung pada pemecatan Xabi Alonso, disusul tersingkirnya Madrid dari Copa del Rey di bawah pelatih interim Alvaro Arbeloa.

Namun, Los Blancos bangkit cepat. Mereka meraih tiga kemenangan beruntun, termasuk kemenangan 2-0 atas Villarreal di La Liga.

Load More