-
Matheus Cunha terancam sanksi FA akibat kata-kata kasar saat selebrasi gol kemenangan MU.
-
Komentator Sky Sports meminta maaf setelah ucapan kotor Cunha bocor di siaran langsung.
-
Federasi Inggris menganggap teriakan ke arah kamera sebagai pelanggaran citra sepak bola profesional.
Suara.com - Kemenangan dramatis Manchester United atas Arsenal pada hari Minggu (25/1) menyisakan buntut panjang bagi sang pahlawan.
Matheus Cunha kini berada dalam bidikan Football Association (FA) akibat tindakan kontroversialnya di atas lapangan hijau.
Penyerang berbakat asal Brasil tersebut berhasil mencetak gol krusial yang memastikan skor berakhir 3-2 untuk Setan Merah.
Namun kegembiraan yang meluap tersebut justru berujung pada potensi hukuman yang bisa merugikan tim asuhan Ruben Amorim.
Pihak otoritas sepak bola Inggris dikabarkan tengah meninjau rekaman video terkait selebrasi yang dilakukan sang pemain.
Berdasarkan laporan yang dirilis oleh SPORT Illustrated pada Selasa, insiden ini bermula sesaat setelah gol penentu tercipta.
Cunha yang terbawa suasana emosional melakukan tarian kemenangan sebelum akhirnya menghampiri kamera siaran langsung secara agresif.
Saat wajahnya berada tepat di depan lensa, ia tertangkap basah melontarkan kalimat yang dianggap tidak pantas oleh publik.
Tanpa sensor, ia meneriakkan sebuah frasa yang sangat provokatif, “we’re the f***** biggest”.
Baca Juga: Skuat Inggris di Piala Dunia 2026 Versi Legenda Liverpool: Duo Arsenal Rp2 T Dicoret
Kalimat tersebut terdengar sangat nyaring dan jelas oleh jutaan pasang mata yang menyaksikan pertandingan tersebut dari rumah.
Kejadian yang tidak terduga ini langsung memaksa pihak penyiar untuk memberikan klarifikasi secara cepat dan sigap.
Peter Drury yang bertugas sebagai komentator di saluran Sky Sports langsung menyadari adanya pelanggaran etika penyiaran tersebut.
Ia merasa perlu menyampaikan rasa penyesalannya atas kata-kata yang keluar dari mulut pemain bernomor punggung tersebut.
Permohonan maaf ini menjadi sinyal kuat bahwa apa yang dilakukan Cunha adalah sebuah kesalahan fatal dalam etika olahraga.
Hingga detik ini, pihak FA memang belum merilis pernyataan tertulis mengenai langkah disiplin yang akan mereka ambil.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim