- Manchester United menunjukkan transformasi signifikan dalam dua pekan di bawah asuhan Michael Carrick melalui perubahan mentalitas dan taktik.
- Carrick mengubah metode latihan menjadi lebih singkat dan intens, didukung staf berpengalaman, meningkatkan performa tim secara keseluruhan.
- Perhatian khusus diberikan pada pengembangan akademi klub, mengembalikan nilai identitas penting yang sempat hilang dari Manchester United.
Suara.com - Manchester United tengah mengalami perubahan besar sejak ditangani Michael Carrick.
Dalam waktu hanya dua pekan, Setan Merah menunjukkan transformasi signifikan, baik dari sisi mentalitas, metode latihan, hingga pendekatan taktik di hari pertandingan.
Hasilnya terlihat jelas, performa meningkat, suasana ruang ganti positif, dan kepercayaan diri tim kembali tumbuh.
Kemenangan dramatis atas Arsenal di Emirates Stadium menjadi simbol kebangkitan tersebut.
Dua pekan sebelumnya, situasi berbanding terbalik ketika United justru mendapat tekanan hebat usai tersingkir dari FA Cup oleh Brighton.
Kini, atmosfer berubah total. Fans United bahkan terdengar menyanyikan “We’re gonna win the league” setelah kemenangan di Emirates.
Sejak Carrick kembali ke Carrington Training Complex, pendekatan latihan langsung mengalami perubahan.
Sesi latihan memang lebih singkat, tetapi jauh lebih intens dibanding era sebelumnya.
Sumber internal klub seperti dilansir dari The Sun, menyebut adanya energi yang berbeda sejak hari pertama Carrick menangani skuad pada 14 Januari.
Baca Juga: Sanksi FA Hantui Matheus Cunha Usai Selebrasi Kasar Saat Manchester United Bungkam Arsenal
Para pemain juga terkesan dengan detail latihan yang diterapkan, termasuk peningkatan latihan individual dan fokus teknik spesifik untuk tiap pemain.
Carrick tidak bekerja sendirian. Ia didampingi oleh staf berpengalaman seperti Steve Holland, Jonathan Woodgate, dan Jonny Evans.
Struktur kepelatihan kini lebih kolaboratif, dengan komunikasi aktif antar staf, termasuk koordinasi langsung dengan tim analis pertandingan.
Jonathan Woodgate, misalnya, fokus membina lini belakang, termasuk sesi khusus untuk duet Harry Maguire dan Lisandro Martinez, serta latihan individual dua lawan satu bagi bek muda Ayden Heaven.
Salah satu perubahan paling mencolok adalah perhatian Carrick terhadap akademi Manchester United.
Kehadiran staf pelatih di laga-laga tim muda, termasuk FA Youth Cup, mendapat apresiasi luas, terutama setelah minimnya perhatian di era sebelumnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sisi Gelap Philadelphia Kota Tuan Rumah Piala Dunia 2026: Banyak Zombie Berkeliaran
-
Piala Dunia 2026 Tidak Aman? Viral Foto Sniper Mengintai dari Ketinggian
-
Kontroversi Penalti Qatar vs Swiss: VAR Bermasalah, FIFA Buka Suara
-
Cerita Anak Pengungsi yang Jadi Pencetak Gol Termuda di Piala Dunia 2026
-
Sepatu Harry Kane dan Jude Bellingham Dicuri! Polisi Tangkap Dua Pelaku
-
Permen Karet Jadi Kunci? Cara Ancelotti Hadapi Tekanan Piala Dunia 2026
-
Daftar Top Skor Sementara Piala Dunia 2026: 7 Pertandingan Tercipta 17 Gol
-
Prediksi Skor Jerman vs Curacao: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Jurgen Klopp Kecam Water Break di Piala Dunia 2026: Sepak Bola Disandera Iklan!
-
Dari Bangku Cadangan, Neymar Jadi Otak Gol Vinicius Jr di Piala Dunia 2026