-
Indonesia memuncaki Grup A Piala Asia Futsal 2026 setelah melibas Korea Selatan 5-0.
-
Pelatih Hector Souto memuji efektivitas strategi bola mati dan agresivitas serangan balik timnya.
-
Dukungan penuh suporter di Indonesia Arena sangat dibutuhkan saat skuad Garuda melawan Kirgistan.
Suara.com - Kemenangan telak Timnas Futsal Indonesia atas Korea Selatan di Piala Asia Futsal 2026 bukan sekadar kejutan, melainkan buah dari strategi matang yang disiapkan dengan detail.
Pelatih Garuda, Hector Souto, akhirnya membeberkan kunci sukses di balik pesta gol yang terjadi di Indonesia Arena, Jakarta.
Pada laga perdana Grup A yang digelar Selasa (27/1/2026) malam WIB, Indonesia tampil dominan dan menghajar Korea Selatan dengan skor meyakinkan 5-0.
Hasil ini langsung menempatkan Tim Garuda di puncak klasemen sementara grup.
Lima gol Indonesia lahir dari performa impresif para pemain. Mochammad Iqbal Iskandar menjadi bintang dengan dua gol cepat pada menit ke-2 dan 21’.
Tiga gol lainnya masing-masing disumbangkan Rio Pangestu Putra (11’), Israr Megantara (29’), dan Reza Gunawan (37’).
Usai laga, Hector Souto mengungkapkan pendekatan taktis yang diterapkan timnya untuk meredam permainan cepat Korea Selatan.
"Ya, hanya beberapa serangan balik di babak pertama, kami mencoba untuk tidak memberi mereka terlalu banyak ruang karena kami tahu betul bagaimana cara mereka bermain," ujar Hector Souto.
Pelatih asal Spanyol itu juga menilai keunggulan Indonesia terlihat jelas dalam situasi bola mati dan agresivitas sejak menit awal.
Baca Juga: Timnas Indonesia Punya Rekor Oke Hadapi Korea Selatan, Bisa Menang di Piala Asia Futsal 2026?
"Saya pikir kami melakukannya dengan sangat baik di bola mati dan kami mendapat keuntungan dari itu. Dalam penyerangan di awal, kami memulai dengan baik, babak pertama kami mulai dengan sangat segar," jelasnya.
Meski unggul telak, Souto mengakui anak asuhnya sempat menghadapi tekanan tambahan dari lawan di fase pertandingan berikutnya. Namun, fokus tim tetap terjaga hingga peluit akhir dibunyikan.
"Setelah itu kami memiliki beberapa masalah, saya pikir mereka juga mencoba menekan kami sedikit lebih banyak," tutur Souto.
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Indonesia dalam persaingan Grup A Piala Asia Futsal 2026.
Dengan koleksi tiga poin dari satu pertandingan, peluang Garuda untuk melangkah ke fase gugur terbuka lebar.
Namun, Souto menegaskan timnya tak ingin larut dalam euforia. Fokus penuh kini diarahkan ke laga selanjutnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Jurgen Klopp Kecam Water Break di Piala Dunia 2026: Sepak Bola Disandera Iklan!
-
Dari Bangku Cadangan, Neymar Jadi Otak Gol Vinicius Jr di Piala Dunia 2026
-
Ditahan Imbang Maroko, Ancelotti Bongkar Kelemahan Brasil di Piala Dunia 2026
-
Prediksi Skor Belanda vs Jepang: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Hasil Piala Dunia 2026: Brasil Tampil Buruk, Ditahan Maroko 1-1
-
Gantikan Marco Silva, Fulham Dikabarkan Boyong Alvaro Arbeloa Sebagai Pelatih Baru
-
Hasil Piala Dunia 2026: Timnas Qatar Cetak Sejarah Usai Imbangi Swiss
-
Jelang Hadapi Maroko, Carlo Ancelotti Ingatkan Pemain Brasil Soal Ini
-
'Kang Asgar' Brasil Jadi Faktor X Neymar Dkk Jelang Laga Perdana Piala Dunia 2026
-
Pekerja di Brasil Bisa Nonton Piala Dunia 2026 Tanpa Takut di PHK atau Potong Gaji, di Indonesia?