- Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, menginstruksikan timnya fokus tunggal memenangkan laga kandang melawan Galatasaray.
- Kekalahan mengejutkan membuat City tertahan di posisi 11 klasemen, bersaing ketat dengan delapan tim pengumpul 13 poin.
- Duel ini merupakan pertemuan perdana City kontra Galatasaray, di mana lawan memiliki rekor baik melawan tim Inggris.
Suara.com - Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, meminta anak asuhnya untuk tidak terjebak dalam berbagai skenario klasemen dan perhitungan peluang lolos delapan besar Liga Champions.
Menurutnya, fokus utama City saat ini hanya satu: mengalahkan Galatasaray pada laga terakhir fase liga yang digelar di Etihad Stadium.
City menyadari bahwa hasil positif atas wakil Turki tersebut akan memberi peluang terbesar untuk finis di delapan besar dan lolos otomatis ke babak 16 besar Liga Champions.
Namun kekalahan mengejutkan 1-3 dari Bodo/Glimt pekan lalu membuat The Citizens kini berada di posisi ke-11 klasemen sementara dari 36 tim, kalah selisih gol dari zona delapan besar.
Situasi semakin ketat karena ada delapan tim yang sama-sama mengoleksi 13 poin, termasuk Paris Saint-Germain, Newcastle United, Chelsea, dan Barcelona, yang semuanya mengincar posisi aman di delapan besar.
“Saya tentu ingin poin lebih banyak, tapi itulah yang pantas kami dapatkan saat ini,” ujar Guardiola dilansir dari Beinsports.
“Kami harus fokus dan mencoba memenangkan pertandingan kami. Setelah itu, baru kita lihat kami finis di posisi berapa.”
Guardiola menegaskan bahwa fokus tim tidak boleh terpecah oleh perhitungan selisih gol atau hasil laga tim lain.
“Kami harus fokus pada pertandingan kami, itu kuncinya. Kami akan mencoba menang besok. Galatasaray memimpin liga Turki dan para pemain mereka luar biasa. Kami harus tampil dengan usaha maksimal, bersama dukungan para fans,” tegasnya.
Baca Juga: Dortmund Kalah Sekali dari 21 Laga Kandang, Cristian Chivu Wanti-wanti Pemain Inter Milan
Laga ini juga menjadi pertemuan pertama sepanjang sejarah antara Manchester City dan Galatasaray di kompetisi Eropa, sekaligus duel perdana Guardiola melawan raksasa Turki tersebut sebagai pelatih.
Namun tantangan City tidaklah ringan. Galatasaray dikenal sebagai pembunuh tim-tim Inggris di Liga Champions.
Terakhir kali klub Inggris mengalahkan Galatasaray adalah Arsenal pada Desember 2014.
Sejak itu, Galatasaray tak terkalahkan dalam tiga laga melawan tim Inggris, termasuk kemenangan 1-0 atas Liverpool pada September 2025.
Kekuatan emosional Galatasaray juga diperkuat kehadiran dua mantan pemain City, Ilkay Gundogan dan Leroy Sane, yang kini menjadi bagian penting skuad Okan Buruk.
Keduanya pernah menjadi pilar utama City di era Guardiola.
Berita Terkait
-
Dortmund Kalah Sekali dari 21 Laga Kandang, Cristian Chivu Wanti-wanti Pemain Inter Milan
-
Bayern Munich Tak Mau Lembek Lawan PSV, Vincent Kompany Janjikan Permainan Tensi Tinggi
-
Jelang Napoli vs Chelsea, Antonio Conte Puji Setinggi Langit Taktik Bola Mati Arsenal
-
Barcelona vs Copenhagen: Misi Blaugrana Jaga Rekor Unbeaten Lawan Wakil Denmark di Camp Nou
-
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Bayern Munich: Misi Bangkit Die Roten
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- Apa Varian Tertinggi Isuzu Panther? Begini Spesifikasinya
Pilihan
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
Terkini
-
Respons Berkelas Bek Persib Frans Putros soal Perang AS-Iran Untungkan Timnas Irak
-
Persib Bangga! Satu Pemainnya Berpotensi Tampil di Piala Dunia 2026
-
Real Madrid Pincang, Alvaro Arbeloa Pastikan Kylian Mbappe Masih Absen Lawan Elche
-
Bedah Rapor 11 Penyerang yang Dipanggil Timnas Indonesia, Siapa Layak Jadi Andalan John Herdman
-
Bangkit dari Keterpurukan, Jan Olde Riekerink Jadikan Laga Kontra Persija sebagai Pelampiasan
-
Persib Ulang Tahun ke-93, Umuh Muchtar Berharap Hattrick Juara
-
3 Pemain dengan Caps Terbanyak di Timnas Indonesia yang Dipanggil John Herdman
-
Borneo FC Lagi Garang-garangnya, Nadeo Harap Pesut Etam Lumat Persib di Samarinda
-
Tak Terbeban Nama Besar Ayah, Rafa Abdurrahman Fokus Buktikan Diri di Timnas Indonesia U-20
-
Dukungan untuk Iran di Piala Dunia 2026 Bikin Keisuke Honda Kehilangan Kontrak dari Perusahaan AS