- Ajax Amsterdam memantau intensif Maarten Paes selama hampir dua tahun sebelum kepindahan resmi dari FC Dallas.
- Pemantauan mendalam Ajax mencakup performa, karakter, dan dampak positif Paes terhadap dinamika skuad FC Dallas.
- Transfer terjadi karena waktu yang tepat, harga terjangkau, dan pengaruh Jordi Cruyff yang mengenal baik sang kiper.
Suara.com - Kepindahan kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes ke Ajax Amsterdam ternyata bukanlah sebuah langkah transfer yang tiba-tiba.
Sebuah laporan dari media Belanda mengungkap bahwa raksasa Eredivisie itu telah memantau Paes secara intensif selama hampir dua tahun terakhir, jauh sebelum kesepakatan resmi tercapai.
Menurut bocoran dari sumber internal klub kepada Voetbal Primeur, proses pemantauan ini sangat mendalam dan tidak hanya terbatas pada performa di atas lapangan.
Ajax secara spesifik juga mengamati karakter, perilaku, dan dampak Paes di dalam skuad FC Dallas.
"Paes telah menjadi incaran Ajax di Amsterdam selama hampir dua tahun, menurut sumber yang dekat dengan klub kepada Voetbal Primeur," tulis laporan media Belanda tersebut.
"Selama periode itu, ia dipantau ketat di FC Dallas, tidak hanya pada hari pertandingan, tetapi terutama perilakunya dan dampaknya dalam skuad."
"Ajax melihat kiper berusia 27 tahun itu sebagai cadangan ideal, yang membawa lebih dari sekadar keandalan," imbuh mereka.
Hasil pemantauan panjang tersebut menyimpulkan bahwa Paes memiliki karakter dan mentalitas yang sangat dicari oleh Ajax.
Ia dinilai bukan sekadar kiper berkualitas, tetapi juga seorang profesional sejati yang bisa mengangkat standar tim.
Baca Juga: Dua Faktor Kunci Bikin Maarten Paes Bisa Jadi Kiper Utama Ajax Amsterdam
"Di dalam klub, Paes dikenal sebagai pemain tim sejati dengan mentalitas olahraga elite yang khas," tulis Voetbal Primeur lagi.
"Ia dianggap sebagai sosok yang sangat rajin berlatih, seseorang yang memberikan yang terbaik di setiap sesi dan dengan demikian meningkatkan level rekan setimnya."
"Menurut Ajax, justru profil inilah yang membuatnya berharga dalam skuad di mana kiper muda harus terus berkembang," sambungnya.
Selain karena karakter yang cocok, Voetbal Primeur juga melaporkan bahwa momentum transfer ini sangat tepat.
Dengan Liga Amerika Serikat (MLS) yang sedang libur dan harga transfer yang terjangkau, ditambah adanya koneksi Jordi Cruyff, semua kepingan puzzle seolah menyatu.
"Langkah Ajax sekarang juga merupakan masalah waktu. Liga Utama Sepak Bola (Major League Soccer) sedang ditangguhkan, sehingga FC Dallas bersedia bekerja sama dalam transfer ini," beber Voetbal Primeur lagi.
"Dengan nilai lebih dari satu juta euro, Ajax mendatangkan seorang kiper yang sudah lama dikenal klub dan yakin akan memberikan nilai tambah di berbagai bidang."
"Terlebih lagi, bukan rahasia lagi bahwa direktur teknik Jordi Cruyff, yang selain perannya di Ajax, juga menjabat sebagai penasihat Asosiasi Sepak Bola Indonesia (PSSI)."
"Dia tentu mengenal Paes dengan baik. Kiper tersebut telah mencatatkan sepuluh penampilan untuk Indonesia," tutup laporan Voetbal Primeur.
Berita Terkait
-
Terungkap! Ini 3 Alasan Ajax Amsterdam Nekat Tebus Maarten Paes dari FC Dallas
-
5 Bintang Naturalisasi Ini Justru Melejit ke Klub Top Eropa Usai Bela Timnas Indonesia
-
Dua Pendorong Maarten Paes ke Ajax Amsterdam dan 2 Kiper Bakal Tersingkir
-
Gabung Ajax Amsterdam, Maarten Paes Diprediksi Jadi Orang Berpaspor Indonesia di Liga Champions
-
Ordal Timnas Indonesia Punya Andil Maarten Paes ke Ajax Amsterdam
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Jelang Hadapi Maroko, Carlo Ancelotti Ingatkan Pemain Brasil Soal Ini
-
'Kang Asgar' Brasil Jadi Faktor X Neymar Dkk Jelang Laga Perdana Piala Dunia 2026
-
Pekerja di Brasil Bisa Nonton Piala Dunia 2026 Tanpa Takut di PHK atau Potong Gaji, di Indonesia?
-
Ngeri! Mayat Dalam Bagasi Terbungkus Plastik Hitam Ditemukan Dekat Markas Timnas Iran
-
Ramalan Kabala Nostradamus: Dua Raksasa Ini Bakal Bertemu di Final Piala Dunia 2026
-
Tak Hanya Jago Taktik, Skill Poliglot Carlo Ancelotti Bisa Jadi Senjata Rahasia Brasil
-
Disia-siakan Arsenal! Folarin Balogun Jelmaan Ian Wright yang Mengamuk di Piala Dunia 2026
-
Prediksi Brasil vs Maroko: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti