Bola / Liga Spanyol
Rabu, 28 Januari 2026 | 20:05 WIB
Alvaro Arbeloa (IG)
Baca 10 detik
  • Real Madrid mengincar kemenangan mutlak melawan Benfica demi mengamankan tiket otomatis 16 besar.

  • Alvaro Arbeloa mewaspadai taktik Jose Mourinho yang juga membutuhkan poin untuk lolos playoff.

  • Koordinasi lini depan Madrid semakin solid menjelang laga penentuan di Stadion da Luz.

Namun, tantangan yang dihadapi tidaklah ringan karena Benfica ditangani oleh pelatih berpengalaman, Jose Mourinho.

Mourinho dipastikan akan menyiapkan taktik khusus untuk menjegal langkah mantan klub yang pernah dibawanya berjaya tersebut.

Benfica sendiri saat ini berada di peringkat ke-29 dengan koleksi enam poin dari tujuh laga yang sudah dimainkan.

Tuan rumah hanya berselisih satu poin dari batas terakhir zona playoff, yakni peringkat ke-24 klasemen sementara Liga Champions.

Motivasi tinggi tuan rumah untuk bertahan di kompetisi Eropa menjadi ancaman nyata bagi pertahanan lini belakang Madrid.

Arbeloa menyadari atmosfer di Lisabon akan sangat mencekam bagi tim tamu yang datang dengan ekspektasi besar.

"Jadi kalau mau menang, kami harus memberikan upaya maksimal dan sangat fokus. Laga itu akan sangat sulit," tutur dia.

Kesiapan mental dan fisik menjadi aspek utama yang ditekankan oleh jajaran pelatih dalam sesi latihan terakhir.

Para pemain dilaporkan dalam kondisi bugar dan memiliki semangat juang yang tinggi untuk membawa pulang hasil positif.

Baca Juga: Manchester City Dihantam Badai Cedera, Pep Guardiola Pusing Hadapi Lini Depan Galatasaray

Seluruh elemen dalam tim berkomitmen memberikan performa terbaik demi memuaskan harapan para pendukung setia Los Merengues.

Salah satu sorotan utama belakangan ini adalah mengenai chemistry atau keterikatan antar pemain di sektor penyerangan tim.

Nama-nama besar seperti Vinicius Junior, Kylian Mbappe, dan Rodrygo terus berupaya mencapai level koordinasi yang sempurna di lapangan.

Arbeloa memberikan pembelaan sekaligus pujian terhadap perkembangan yang ditunjukkan oleh anak asuhnya dalam beberapa pekan terakhir.

Ia meyakini bahwa kekuatan Madrid bukan hanya bertumpu pada satu atau dua individu saja, melainkan kerja kolektif.

Integrasi antarpemain di berbagai posisi disebutnya menjadi kunci utama untuk membongkar pertahanan rapat yang mungkin diterapkan lawan.

Load More