-
Real Madrid mengincar kemenangan mutlak melawan Benfica demi mengamankan tiket otomatis 16 besar.
-
Alvaro Arbeloa mewaspadai taktik Jose Mourinho yang juga membutuhkan poin untuk lolos playoff.
-
Koordinasi lini depan Madrid semakin solid menjelang laga penentuan di Stadion da Luz.
Namun, tantangan yang dihadapi tidaklah ringan karena Benfica ditangani oleh pelatih berpengalaman, Jose Mourinho.
Mourinho dipastikan akan menyiapkan taktik khusus untuk menjegal langkah mantan klub yang pernah dibawanya berjaya tersebut.
Benfica sendiri saat ini berada di peringkat ke-29 dengan koleksi enam poin dari tujuh laga yang sudah dimainkan.
Tuan rumah hanya berselisih satu poin dari batas terakhir zona playoff, yakni peringkat ke-24 klasemen sementara Liga Champions.
Motivasi tinggi tuan rumah untuk bertahan di kompetisi Eropa menjadi ancaman nyata bagi pertahanan lini belakang Madrid.
Arbeloa menyadari atmosfer di Lisabon akan sangat mencekam bagi tim tamu yang datang dengan ekspektasi besar.
"Jadi kalau mau menang, kami harus memberikan upaya maksimal dan sangat fokus. Laga itu akan sangat sulit," tutur dia.
Kesiapan mental dan fisik menjadi aspek utama yang ditekankan oleh jajaran pelatih dalam sesi latihan terakhir.
Para pemain dilaporkan dalam kondisi bugar dan memiliki semangat juang yang tinggi untuk membawa pulang hasil positif.
Baca Juga: Manchester City Dihantam Badai Cedera, Pep Guardiola Pusing Hadapi Lini Depan Galatasaray
Seluruh elemen dalam tim berkomitmen memberikan performa terbaik demi memuaskan harapan para pendukung setia Los Merengues.
Salah satu sorotan utama belakangan ini adalah mengenai chemistry atau keterikatan antar pemain di sektor penyerangan tim.
Nama-nama besar seperti Vinicius Junior, Kylian Mbappe, dan Rodrygo terus berupaya mencapai level koordinasi yang sempurna di lapangan.
Arbeloa memberikan pembelaan sekaligus pujian terhadap perkembangan yang ditunjukkan oleh anak asuhnya dalam beberapa pekan terakhir.
Ia meyakini bahwa kekuatan Madrid bukan hanya bertumpu pada satu atau dua individu saja, melainkan kerja kolektif.
Integrasi antarpemain di berbagai posisi disebutnya menjadi kunci utama untuk membongkar pertahanan rapat yang mungkin diterapkan lawan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Rusak Parah, Warga Kulon Progo Pasang Spanduk Protes: 'Ini Jalan atau Cobaan?'
- Resmi Gabung Persib, Bojan Hodak Ungkap Jadwal Latihan Kurzawa dan Kedatangan Markx
Pilihan
-
Bursa Saham Indonesia Tidak Siap? BEI Klarifikasi Masalah Data yang Diminta MSCI
-
Menperin Pastikan Industri Susu Nasional Kecipratan Proyek MBG
-
MSCI Melihat 'Bandit' di Pasar Saham RI?
-
Harga Emas di Palembang Nyaris Rp17 Juta per Suku, Warga Menunda Membeli
-
IHSG Anjlok Hampir 8 Persen Gegara MSCI, BEI: Kita Melakukan Segala Effort
Terkini
-
Misi Kemanusiaan Viking Persib Club: Ubah Jersey Marc Klok Jadi Ribuan Porsi Makanan di Cisarua
-
Kapten Timnas Futsal Indonesia Belum Puas Meski Sudah Bantai Korsel, Kenapa?
-
Bukan Transfer Dadakan, Terungkap Ajax Ternyata Sudah Pantau Maarten Paes Sejak Dua Tahun Lalu
-
Dihujat Pulang ke Liga Indonesia, Shayne Pattynama: Jangan Rendahkan Sepak Bola Sendiri
-
Terungkap! Ini 3 Alasan Ajax Amsterdam Nekat Tebus Maarten Paes dari FC Dallas
-
Rekor Buruk Jose Mourinho vs Real Madrid, Alvaro Arbeloa Kasih Pernyataan Mengejutkan
-
Alfeandra Dewangga Tak Anggap Enteng Persis Meski Posisi Jomplang di Klasemen
-
Absen Latihan, Bojan Hodak Ungkap Kondisi Terkini Beckham Putra dan Marc Klok
-
Shayne Pattynama Pilih ke Liga Lokal, Tinggal3Orang Pemain Timnas Indonesia di Liga Thailand
-
Digelar di Indonesia, Ada Memori Masa Lalu 2 Tim Terkuat Terkait Piala Asia Futsal 2026