Bola / Bola Indonesia
Kamis, 29 Januari 2026 | 08:13 WIB
Shayne Pattynama (IG Persija Jakarta)
Baca 10 detik
  • Shayne Pattynama mantap membela Persija Jakarta meskipun mendapatkan banyak kritik dari publik.

  • Sang pemain menekankan pentingnya menghargai proses perkembangan kualitas kompetisi sepak bola domestik.

  • Baginya, Liga yang kuat merupakan faktor utama dalam membangun Timnas Indonesia berprestasi.

Suara.com - Keputusan besar diambil oleh Shayne Pattynama untuk melanjutkan petualangan sepak bolanya di kompetisi kasta tertinggi Indonesia.

Langkah pemain bertahan berusia 27 tahun ini menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar sepak bola nasional.

Banyak pihak melontarkan kritik karena menganggap kepindahan ke liga domestik sebagai sebuah langkah mundur bagi kariernya.

Meski diterpa berbagai opini negatif, Shayne Pattynama tetap berdiri tegak dengan prinsip dan keyakinan yang ia miliki.

Eks pemain yang lama berkarier di Eropa ini menegaskan bahwa tidak ada keraguan sedikit pun dalam benaknya.

Persija Jakarta dipilih bukan hanya karena faktor profesionalisme semata, namun juga karena kedekatan batin dengan tanah air.

Shayne merasa proses transisi ini tidak akan sesulit yang dibayangkan oleh kebanyakan orang luar.

Baginya, Indonesia sudah seperti rumah sendiri sehingga proses penyesuaian diri akan berjalan dengan sangat alami.

Ia mengaku sudah sangat mengenal karakter masyarakat serta budaya yang ada di Indonesia sejak lama.

Baca Juga: Mauricio Souza Tak Khawatir dengan Adaptasi Shayne Pattynama di Persija, Kenapa?

“Tidak ada keraguan. Karena saya tahu pada akhirnya, ini klub baru tapi saya tahu Indonesia, dan saya kenal orang-orangnya dan bagi saya ini bukan benar-benar adaptasi atau sesuatu yang baru,” kata Shayne usai latihan.

Walaupun merasa familiar dengan lingkungan, Shayne tetap menyadari adanya perbedaan mendasar di dalam lapangan hijau.

Setiap klub memiliki identitas unik yang menuntut setiap pemain baru untuk segera menyatu dengan skema taktik.

Perbedaan tangan dingin pelatih dan karakteristik rekan setim menjadi tantangan yang harus ia lalui dengan cepat.

Visi bermain dan intensitas latihan yang berbeda menuntut fokus tinggi dari pemain yang berposisi sebagai bek kiri ini.

“Tentu Anda pergi ke tim baru, jadi ada pelatih baru, ada pemain baru, ada gaya bermain yang berbeda, tipe latihan yang berbeda," ujar pemain bernomor punggung tersebut.

Usia 27 tahun dianggapnya sebagai masa emas di mana kematangan mental dan fisik berada pada level terbaik.

Shayne merasa sudah makan asam garam dalam dunia sepak bola profesional sehingga tekanan bukan masalah besar.

Pengalaman merumput di berbagai liga luar negeri memberinya perspektif luas dalam menghadapi dinamika perpindahan klub.

Ia siap menyalurkan seluruh ilmu yang didapat untuk membantu Persija mencapai target tertinggi di kompetisi musim ini.

“Tapi, saya sekarang 27 tahun dan saya sudah punya semacam pengalaman dalam karier saya. Jadi saya tahu cara menghadapinya dan itu bagian dari sepak bola,” lanjutnya.

Shayne memahami ekspektasi tinggi suporter yang ingin melihat penggawa Garuda bersaing di kasta liga dunia.

Namun, ia menekankan pentingnya menghargai proses transformasi yang sedang berjalan di dalam negeri saat ini.

Membangun ekosistem sepak bola yang sehat membutuhkan waktu dan dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat.

Ia mengajak semua pihak untuk melihat perkembangan sepak bola Indonesia secara lebih adil tanpa sentimen berlebih.

“Orang-orang selalu mengkritik, dan saya memahami bahwa orang-orang ingin para pemain bermain di liga-liga terbaik. Namun saya orang-orang juga perlu memahami bahwa kami sebagai suatu negara sedang mengembangkan sepak bolanya,” jelasnya.

Pemain naturalisasi ini percaya bahwa kemajuan liga nasional adalah fondasi utama bagi kesuksesan Timnas Indonesia.

Jika kompetisi domestik semakin kompetitif, maka stok pemain berkualitas untuk level internasional akan terus terjaga.

Shayne mendorong agar semua orang berhenti memandang rendah kualitas sepak bola yang ada di tanah air sendiri.

Sinergi antara pendukung, manajemen, dan pemain sangat krusial dalam menciptakan standar permainan yang lebih tinggi lagi.

“Ketika kita memiliki liga yang lebih baik, kita memiliki timnas yang lebih baik. Jangan meremehkan negara Anda sendiri. Menurut saya mereka semestinya tidak berkata buruk tentang hal itu, kita perlu untuk saling membantu berkembang, seperti para penggemar, para pemain, semuanya,” yakin pemain yang berposisi sebagai bek kiri tersebut.

Kini fokus utama Shayne adalah memberikan kontribusi maksimal bagi tim kebanggaan masyarakat Jakarta tersebut di lapangan.

Ia ingin membuktikan bahwa pilihannya bergabung dengan Persija adalah langkah strategis yang menguntungkan semua pihak.

Dukungan luar biasa dari The Jakmania diharapkan menjadi bahan bakar tambahan bagi semangat juangnya dalam setiap pertandingan.

Shayne optimistis kehadirannya mampu membawa dampak positif bagi perkembangan taktis skuad Macan Kemayoran secara keseluruhan.

Perjalanan baru ini diharapkan menjadi babak emas dalam karier profesionalnya sekaligus menjadi bukti cinta pada Indonesia.

Load More