-
Maarten Paes resmi direkrut Ajax Amsterdam dari FC Dallas dengan kontrak hingga 2029 mendatang.
-
Pengamat sepak bola menyebut Maarten Paes hanya diproyeksikan sebagai kiper cadangan di Ajax Amsterdam.
-
Ajax Amsterdam tetap mengincar kiper top dunia seperti Ter Stegen sebagai pilihan utama tim.
Meskipun transfer ini disambut meriah oleh pendukung Indonesia pengamat sepak bola Belanda Cristian Willaert memberikan pandangan yang lebih realistis.
Willaert menilai bahwa kedatangan Paes ke Johan Cruyff Arena bukan dimaksudkan untuk mengisi posisi penjaga gawang utama tim.
"Tidak diharapkan bahwa Paes akan menjadi kiper utama," kata Willaert, dikutip dari ESPN.nl dalam sebuah wawancara mengenai dinamika skuad Ajax.
Ia menyoroti fakta bahwa Paes sudah cukup lama tidak merasakan atmosfer pertandingan kompetitif sejak tengah tahun lalu di kompetisi MLS.
"Paes tidak masuk dalam susunan pemain utama FC Dallas belakangan ini. Pertandingan kompetitif terakhirnya adalah pada Juli tahun lalu," tegas sang pandit.
Absensi yang cukup panjang di level klub dianggap menjadi tantangan terbesar bagi Paes untuk bisa langsung menembus tim inti.
Namun penampilannya yang konsisten bersama Timnas Indonesia di kancah internasional setidaknya menjaga kebugaran dan mentalitas bertanding sang kiper.
"Dia memang sempat bermain dalam beberapa pertandingan bersama Indonesia, jadi dia tidak sepenuhnya kehilangan ritme," ungkap Willaert memberikan sedikit apresiasi.
Willaert menganggap langkah manajemen Ajax mengambil Paes adalah sebuah kejutan namun tetap logis jika melihat kondisi internal klub saat ini.
Baca Juga: Bakal Pindah ke Ajax, Ternyata Ada 2 Orang di Balik Kepindahan Maarten Paes
Kepergian beberapa kiper senior dan pinjaman mengharuskan manajemen mencari amunisi tambahan untuk memperdalam kedalaman komposisi pemain di sektor pertahanan.
Situasi di bawah mistar gawang Ajax memang sedang mengalami perombakan besar-besaran menjelang berakhirnya musim kompetisi tahun ini.
Viteszlav Jaros dipastikan akan meninggalkan klub karena masa peminjamannya dari Liverpool segera berakhir tanpa adanya kesepakatan permanen.
"I pikir ini langkah yang mengejutkan dari Ajax. Di sisi lain, kita tahu bahwa Jaros akan hengkang pada akhir musim dan belum menegosiasikan opsi pembelian," jelas Willaert.
Sementara itu kiper veteran Remko Pasveer yang kini sudah berusia 42 tahun berencana untuk gantung sarung tangan di klub masa kecilnya.
Kondisi ini menyisakan lubang besar yang harus segera ditambal oleh manajemen klub agar tetap kompetitif di kancah domestik maupun Eropa.
Meskipun memiliki talenta muda seperti Joeri Heerkens dari akademi klub namun performanya dinilai belum cukup stabil untuk menjadi tumpuan utama.
"Joeri adalah prospek yang bagus, tapi dia sedang kesulitan. Dari sudut pandang itu, tidak mengherankan jika Ajax mencari kiper tambahan," tambah Willaert.
Bagi manajemen Ajax keberadaan Paes dipandang sebagai solusi jangka pendek yang efektif untuk mengisi peran sebagai deputi penjaga gawang utama.
Pengalamannya di level junior timnas Belanda dan senior Indonesia memberikan jaminan kualitas yang dibutuhkan oleh tim sebesar De Godenzonen.
"Saya tidak berpikir dia (Paes) akan menjadi kiper utama Ajax," ujar Willaert menegaskan prediksinya mengenai masa depan sang pemain di sana.
Strategi Ajax tampaknya adalah mendatangkan satu kiper top lagi di bursa transfer musim panas mendatang untuk menjadi pilihan nomor satu.
"Mereka akan melihatnya sebagai kiper cadangan berpengalaman, di belakang kiper utama yang masih perlu beli," ucap sang pandit ESPN tersebut menutup analisanya.
Beberapa nama besar kini mulai dikaitkan dengan Ajax Amsterdam untuk mengisi posisi yang masih lowong tersebut pada musim depan.
Nama Dominik Livakovic yang merupakan pahlawan Kroasia di Piala Dunia masuk dalam radar pantauan tim pemandu bakat klub Belanda tersebut.
Selain itu talenta lokal seperti Kayne van Oevelen dari Volendam juga dipertimbangkan sebagai investasi masa depan yang sangat menjanjikan bagi klub.
Tidak hanya membidik pemain di liga domestik Ajax juga mulai melebarkan jangkauan pencarian hingga ke kompetisi Bundesliga di Jerman.
Tjak Ernst dari Hertha Berlin menjadi salah satu nama yang kabarnya sedang dipantau secara intensif oleh manajemen teknis Ajax Amsterdam.
Ada pula nama Brandon Nozawa yang bermain untuk Antwerp yang dianggap memiliki kriteria fisik yang sesuai dengan filosofi bermain menyerang Ajax.
Namun nama yang paling menyita perhatian publik adalah ketertarikan klub terhadap penjaga gawang berpengalaman Marc-Andre ter Stegen dari Barcelona.
Kiper timnas Jerman tersebut sempat coba didekati namun kendala gaji yang terlampau tinggi menjadi ganjalan utama dalam proses negosiasi awal.
Walaupun diprediksi hanya akan menjadi pelapis namun bergabung dengan Ajax Amsterdam adalah sebuah pencapaian luar biasa bagi karir Maarten Paes.
Lingkungan profesional di salah satu klub terbaik dunia akan membantu Paes untuk meningkatkan level permainannya ke tahap yang lebih tinggi.
Dukungan penuh dari publik sepak bola Indonesia dipastikan akan terus mengalir bagi perjuangan sang kiper di kompetisi elit Benua Biru.
Kini semua mata tertuju pada bagaimana Paes membuktikan kapasitasnya di sesi latihan agar bisa mencuri perhatian pelatih kepala nantinya.
Perjalanan Paes di Amsterdam baru saja dimulai dan tantangan besar sudah menanti di depan mata bagi kiper kebanggaan tanah air tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Rumor Panas FIFA ASEAN Cup 2026: Pakistan Bantah Kabar Ikut Serta di Indonesia
-
Dokumen Bermasalah, Perjalanan Uruguay ke AS untuk Piala Dunia 2026 Tertunda
-
Jepang Tak Lagi Pendek: Evolusi Fisik Samurai Biru Terbukti di Piala Dunia 2026
-
Kontroversi Belanda vs Jepang: Sikutan Memphis Depay Lolos dari Kartu Merah
-
Fokus Piala Dunia 2026, Ferran Torres Beri Jawaban Ketus soal Rumor Gabung PSG
-
Tinggalkan Tijuana, Timnas Iran Dilepas Ribuan Suporter Meksiko: Kalian Tak Sendirian
-
Gagal Menang Lawan Jepang, Belanda Tetap Catat Rekor Apik di Piala Dunia
-
Sami Khedira Dikabarkan Jadi Kandidat Asisten Jose Mourinho di Real Madrid
-
Saingi Arsenal, Chelsea Ikut Ramaikan Perburuan Bintang Muda Maroko Ayyoub Bouaddi
-
Luis de la Fuente Komentari Isu Kepindahan Marc Cucurella ke Real Madrid