- Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, resmi pindah ke Ajax Amsterdam dari FC Dallas pada Januari 2026.
- Ajax diduga membayar mahal sekitar 1,2-1,25 juta euro, melebihi estimasi nilai pasar Paes yaitu 900 ribu euro.
- Kebutuhan mendesak akan kiper baru serta pengaruh Jordi Cruyff diyakini menjadi alasan Ajax mengambil keputusan transfer tersebut.
Suara.com - Kepindahan kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes ke Ajax Amsterdam menjadi salah satu kejutan terbesar di bursa transfer Januari 2026.
Namun di tengah euforia, muncul sebuah narasi tak terduga dari media Belanda yang mengklaim bahwa raksasa Eredivisie itu telah membayar terlalu mahal, seolah menjadi korban dalam negosiasi.
Menurut laporan yang beredar, Ajax sepakat menebus Paes dari FC Dallas dengan mahar sekitar 1,2 hingga 1,25 juta euro atau sekitar Rp 24 miliar.
Angka ini disepakati meskipun kontrak sang kiper di Major League Soccer (MLS) baru akan berakhir pada akhir tahun 2026.
Meskipun nominal tersebut tidak terlalu besar untuk klub sekelas Ajax, media Belanda Football Transfers menyorotinya sebagai sebuah kejanggalan.
Mereka membandingkan harga beli tersebut dengan Estimasi Nilai Transfer Paes menurut data mereka, yang hanya berada di angka 900 ribu euro (sekitar Rp 18 miliar).
Perbedaan signifikan inilah yang membuat mereka melontarkan klaim tajam bahwa Ajax berada di pihak yang dirugikan.
"Mengingat biaya transfer sebesar 1,25 juta euro, tampaknya Ajax pada dasarnya ditipu oleh FC Dallas," tulis Football Transfers dalam laporannya.
Lantas mengapa Ajax rela membayar lebih. Krisis di sektor penjaga gawang diyakini menjadi penyebab utamanya.
Baca Juga: Bukan Transfer Dadakan, Terungkap Ajax Ternyata Sudah Pantau Maarten Paes Sejak Dua Tahun Lalu
Kepergian kiper senior Remko Pasveer dan status Vitezslav Jaros yang hanya pemain pinjaman membuat Ajax berada dalam posisi tawar yang lemah dan butuh solusi cepat.
Meski begitu, seorang pundit sepak bola Belanda, Cristian Willaert meragukan Paes akan langsung menjadi pilihan utama. Hal ini membuat harga yang dibayarkan Ajax semakin dipertanyakan.
"Saya rasa dia tidak akan menjadi kiper nomor satu Ajax. Mereka akan melihatnya sebagai pilihan kedua yang berpengalaman, di belakang kiper pilihan utama baru yang masih perlu didapatkan," kata reporter ESPN tersebut.
Di sisi lain, kepindahan ini juga tak lepas dari pengaruh orang dalam. Kehadiran Direktur Teknik baru Ajax, Jordi Cruyff yang juga merupakan penasihat PSSI, serta Denny Landzaat diyakini memberikan rekomendasi positif yang memantapkan langkah Ajax untuk merekrut kiper berpaspor Indonesia tersebut.
Berita Terkait
-
Bakal Pindah ke Ajax, Ternyata Ada 2 Orang di Balik Kepindahan Maarten Paes
-
Ajax Tendang Kiper Tua! Jalan Maarten Paes Jadi Kiper Nomor Satu Terbuka Lebar
-
Jalan Panjang Hijrah Maarten Paes dari MLS ke Ajax Amsterdam
-
Jordi Cruyff Bisa Pantau 3 Pemain Timnas Indonesia Temani Maarten Paes di Ajax Amsterdam
-
Maarten Paes Berpotensi Jadi Pemain Indonesia Pertama di Liga Champions
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Fashion Show dari Limbah hingga Bazar UMKM Ramaikan Alun-alun Cilegon
-
Ketika Penyandang Disabilitas Didorong Membangun Bisnis Berkelanjutan
-
KPK Tahan 4 Tersangka Baru Korupsi Asuransi Fiktif PT Pelni Rp263 Miliar
-
Limbah Sianida vs Kemarau Panjang: Saat Sungai Cikaniki Mati Rasa dan Warga Berjuang Demi Air Bersih
-
Askrindo Pertajam Strategi Pertumbuhan, Fokus Diversifikasi Produk hingga Digitalisasi
-
Optimalkan Pelayanan Publik, Mendagri: Pentingnya Penguatan Kapasitas & Dukungan Bagi Kepala Daerah
-
Nyaris Beredar! Polisi Gagalkan Distribusi 784 Ribu Butir Obat Keras Ilegal di Bandung
-
Semakin Praktis, Pembayaran Transportasi Umum Kini Cukup Tempel HP
-
Polisi Sita Parang hingga Golok Jelang Aksi Ribuan PSHT di Surabaya
-
Polda Jatim Bongkar Kasus Peretasan Ratusan Website Sekolah untuk Promosi Judi Online