-
Persija Jakarta memimpin 1-0 atas Persita Tangerang pada babak pertama di Indomilk Arena.
-
Gustavo Almeida mencetak gol pembeda melalui sambaran bola muntah di menit ke-33 pertandingan.
-
Pertahanan disiplin Macan Kemayoran berhasil meredam seluruh gempuran serangan sayap Laskar Cisadane.
Tanpa adanya kawalan ketat dari bek lawan, Gustavo Almeida langsung menyambar bola rebound itu dengan sebuah sontekan yang sangat tenang.
Bola yang bersarang di jala gawang seketika mengubah papan skor menjadi 1-0 untuk keunggulan bagi kubu tim tamu Jakarta.
"Gustavo yang berdiri bebas langsung menyambar bola masuk ke gawang," menjadi gambaran betapa efektifnya sang penyerang dalam memanfaatkan peluang.
Skor yang berubah ini membuat mental para pemain Persita Tangerang sedikit goyah sementara tim tamu semakin percaya diri dalam bermain.
Keunggulan satu bola ini bertahan hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya waktu normal di babak pertama yang sangat sengit.
Memasuki menit-menit akhir sebelum turun minum, Persita Tangerang berusaha keras untuk menyamakan kedudukan lewat berbagai skema serangan balik cepat.
Mereka mencoba memaksimalkan lebar lapangan melalui penetrasi para pemain sayap yang dikenal memiliki kecepatan lari di atas rata-rata.
Akan tetapi, upaya demi upaya yang dibangun oleh Laskar Cisadane selalu kandas sebelum bola berhasil masuk ke dalam kotak penalti.
Hingga masa injury time babak pertama selesai, tidak ada tambahan gol yang tercipta dari kedua belah pihak di lapangan hijau.
Baca Juga: Link Live Streaming Persita Tangerang vs Persija Jakarta, Jumat 30 Januari 2026 Sore
Statistik resmi mencatat bahwa Persija Jakarta memang tampil lebih efektif dalam mengonversi setiap peluang yang mereka dapatkan menjadi gol.
Ketajaman Gustavo Almeida sekali lagi menjadi faktor kunci yang membuat strategi permainan tim Macan Kemayoran berjalan sesuai rencana pelatih.
Sang striker membuktikan diri sebagai ujung tombak yang sangat berbahaya meskipun tidak banyak mendapatkan suplai bola matang sepanjang babak pertama.
Kualitas penempatan posisi menjadi alasan mengapa pemain bernomor punggung andalan ini selalu bisa berada di waktu dan tempat yang tepat.
Laga ini sekaligus menegaskan persaingan sengit di papan tengah menuju papan atas klasemen sementara Super League musim 2025/2026 kali ini.
Persita Tangerang kini memiliki pekerjaan rumah yang sangat besar untuk mengubah strategi mereka di ruang ganti sebelum babak kedua dimulai.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
Pilihan
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
-
Jokowi Angkat Bicara Soal Dugaan Korupsi Mantan Menag Yaqut: Saya Tidak Pernah Perintahkan Korupsi!
-
Siapa yang Meminta Iman Rachman Mundur dari Dirut BEI?
-
Skandal Sepak Bola China: Eks Everton dan 72 Pemain Dijatuhi Sanksi Seumur Hidup
Terkini
-
Unggul 1-0, Ini 3 Pemain Persita Tangeran yang Wajib Diwaspadai Persija Jakarta di Babak Kedua
-
Ole Romeny Kehilangan Tempat, Oxford United Buka Peluang Transfer?
-
Bhayangkara FC Optimis Buat Kejutan di Kandang Malut United
-
Persib Incar Joey Pelupessy? Bung Binder Bongkar Rahasia Transfer Mengejutkan Maung Bandung
-
Dua Media Belanda Kompak Sebut Dean James Layak Gabung Ajax Amsterdam
-
Dulu Naik Ferrari di PSG, Kini Layvin Kurzawa Dibonceng Motor Matic ke Latihan Persib
-
Orang Dalam PSSI Segera Bertemu Louis van Gaal di Belanda, untuk Apa?
-
SUDAH MULAI! Link Live Streaming Persita Tangerang vs Persija Jakarta di BRI Super League
-
Maarten Paes Merapat, Louis van Gaal Bisa Terdepak dari Ajax
-
Bukan Cuci Tangan? Ini Alasan Exco FAM Mundur Berjamaah Buntut Skandal Dokumen Palsu