-
Emil Audero mengalami luka kaki dan gangguan pendengaran akibat lemparan flare suporter lawan.
-
Inter Milan menang 2-0 atas Cremonese lewat gol Lautaro Martinez dan Piotr Zielinski.
-
Hasil ini membuat Inter Milan semakin kokoh di puncak klasemen sementara Liga Italia.
Suara.com - Stadion Giovanni Zini menjadi saksi bisu insiden mengerikan yang menimpa penjaga gawang andalan Cremonese yang juga Timnas Indonesia, Emil Audero.
Kiper kelahiran Mataram, Lombok tersebut mendadak tersungkur di lapangan akibat lemparan cerawat atau flare dari arah tribune penonton.
Peristiwa yang mengejutkan publik Serie A ini berlangsung ketika laga memasuki awal babak kedua pada Senin dini hari.
Saat itu, fokus pemain lain sedang berada di lini tengah sebelum sebuah benda berasap mendarat di dekat Emil.
Wasit langsung menghentikan jalannya laga demi memberikan ruang bagi tim medis untuk menyelamatkan kondisi sang kiper.
Dampak Cedera dan Gangguan Pendengaran
Berdasarkan laporan medis yang dikutip, hantaman benda tersebut memicu luka fisik dan gangguan sensorik pada tubuh Emil.
"Emil mengalami luka di kaki kanan dan sempat tidak bisa mendengar," tulis laporan resmi yang dilansir dari media ESPN.
Meskipun sempat mendapatkan perawatan intensif di pinggir lapangan, semangat juang Emil tidak lantas padam begitu saja.
Baca Juga: Timnas Indonesia U-17 Tantang China dalam Uji Coba Jelang Piala Asia U-17 2026
Penjaga gawang yang kini membela Timnas Indonesia tersebut tetap memilih bertahan di bawah mistar hingga laga berakhir.
Ketangguhan mental Emil mendapat sorotan tajam mengingat risiko kesehatan yang ia hadapi akibat ledakan flare tersebut.
Dominasi Inter Milan dan Ketajaman Lautaro
Laga pekan ke-23 ini sejatinya menjadi ujian berat bagi lini pertahanan tim asuhan pelatih Davide Nicola.
Emil Audero harus berhadapan langsung dengan mesin gol paling mematikan di Liga Italia milik Inter Milan.
Lautaro Martinez membuktikan tajinya dengan merobek jala gawang Cremonese saat pertandingan baru berjalan enam belas menit.
Bomber asal Argentina tersebut sukses memenangi duel udara setelah memaksimalkan umpan matang melalui tendangan sudut Federico Dimarco.
Sundulan presisi dari Lautaro membuat papan skor langsung berubah dan memberikan tekanan psikologis bagi tuan rumah.
Gol Jarak Jauh Piotr Zielinski
Inter Milan kembali menambah keunggulan mereka sebelum babak pertama memasuki waktu istirahat di menit ke-31.
Piotr Zielinski melepaskan tembakan spekulasi yang sangat keras dari luar area kotak penalti tim Cremonese.
Meski Emil Audero sudah berusaha melakukan aksi terbang yang heroik, laju bola tetap gagal untuk ia halau.
Gol kedua ini menjadi bukti dominasi Nerazzurri yang sangat sulit dibendung oleh barisan pertahanan La Cremo malam itu.
Skor dua kosong bertahan cukup lama karena kedua tim mulai bermain lebih hati-hati setelah insiden pelemparan terjadi.
Statistik Pertandingan dan Penyelamatan Emil
Meski gawangnya bobol dua kali, Emil Audero tetap menunjukkan performa profesional saat melawan mantan klub yang pernah dibelanya.
Kiper berusia 29 tahun tersebut tercatat melakukan dua aksi penyelamatan krusial yang mencegah skor menjadi lebih mencolok.
Statistik menunjukkan bahwa Inter Milan menguasai jalannya pertandingan dengan penguasaan bola mencapai angka enam puluh sembilan persen.
Skuad arahan Christian Chivu tersebut melepaskan total lima belas tembakan dengan empat di antaranya mengarah tepat ke sasaran.
Kemenangan ini membuat posisi Inter Milan di kasta tertinggi kompetisi sepak bola Italia semakin sulit dikejar lawan.
Posisi Klasemen dan Ancaman Degradasi
Tambahan tiga angka dari markas Cremonese membuat Inter Milan kini kokoh mengantongi total lima puluh lima poin.
Mereka sukses memperlebar jarak menjadi delapan angka dari rival sekota, AC Milan, yang membuntuti di posisi kedua.
Kondisi kontras justru dialami oleh Cremonese yang kini masih tertahan di peringkat ke-15 klasemen sementara Serie A.
Dengan raihan dua puluh tiga poin, posisi La Cremo belum sepenuhnya aman dari ancaman turun kasta musim depan.
Kini Emil Audero dan kolega hanya terpaut enam angka dari zona merah yang dihuni oleh tim-tim papan bawah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Kabar Baik untuk John Herdman, Striker Keturunan 1,88 Meter Kembali Merumput Pasca Cedera
-
Arbeloa Out! Real Madrid Kontrak Jose Mourinho Dua Tahun?
-
Kontroversi Kemenangan Arsenal atas Burnley, Kai Havertz Harusnya Kartu Merah?
-
Respons Manchester City Soal Isu Pep Guardiola Siap Putus Kontrak di Akhir Musim
-
Luka Modric Berpeluang Cetak Sejarah usai Masuk Skuad Kroasia untuk Piala Dunia 2026
-
Alasan Carlo Ancelotti Ajak Neymar Kembali ke Timnas Brasil
-
Gempar! Pep Guardiola Dikabarkan Tinggalkan Manchester City Akhir Musim Ini
-
Ralf Rangnick Targetkan Timnas Austria Lolos Fase Grup Piala Dunia 2026, Modal dari Euro 2024
-
Daftar Skuad Timnas Austria Piala Dunia 2026, David Alaba untuk Memperkuat Lini Pertahanan Rapuh
-
Arsenal Wajib Menang Lawan Crystal Palace Demi Trofi Premier League Usai Tundukkan Burnley