- Kiper Indonesia, Emil Audero, menjadi korban lemparan flare dari suporter Inter Milan di laga Cremonese vs Inter Milan.
- Insiden serupa pernah menimpa mantan kiper AC Milan, Nelson Dida, akibat lemparan bengala suporter Inter pada tahun 2005.
- Tragedi Dida tahun 2005 menyebabkan laga dihentikan dan Inter dihukum UEFA dengan kekalahan 0-3 serta empat laga tanpa penonton.
Suara.com - Insiden memalukan kembali mencoreng sepak bola Italia. Kali ini terjadi di Stadion Giovanni Zini, Cremona saat pertandingan Cremonese vs Inter Milan.
Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero menjadi korban lemparan flare dari tribun penonton Inter Milan.
Apa yang dialami oleh Emil Audero bukan yang pertama terjadi di Serie A Italia, kiper jadi korban serangan flare oknum suporter.
Eks kiper AC Milan dan Brasil, Nelson Dida juga jadi korban dua dekade lalu.
Kilas Balik Insiden Dida 2005
Bagi pencinta sepak bola Italia, insiden ini tak bisa dilepaskan dari tragedi Euroderby Milan vs Inter di Liga Champions, 12 April 2005.
Saat itu, Nelson Dida yang menjaga gawang AC Milan menjadi sasaran lemparan bengala dari tribun suporter Inter.
Dalam atmosfer panas derby, Dida yang berdiri tepat di bawah tribun pendukung nerazzurri terkena fumogeno di bagian kepala dan bahu.
Wasit Markus Merk sempat mencoba melanjutkan pertandingan, namun kondisi tak memungkinkan. Laga akhirnya dihentikan.
Baca Juga: Dulu Andalan, Jangan Harap 2 Pemain Keturunan Ini Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
“Aku merasakan sakit yang luar biasa. Aku ke rumah sakit untuk memastikan tak ada masalah serius,” kenang Dida kala itu seperti dilansir dari pianetamilan
“Luka bakar di bahu, memar, dan rasa sakit yang berangsur hilang. Tapi bengala itu lebih melukai sepak bola Italia daripada diriku sendiri.”
Pasca-insiden 2005, Inter sempat terancam dikeluarkan dari kompetisi Eropa. Namun UEFA akhirnya menjatuhkan sanksi berupa kekalahan 0-3, serta empat laga tanpa penonton.
Situasi berbeda terjadi pada kasus Audero. Meski sama-sama melibatkan lemparan flare ke arah kiper, pertandingan tidak dihentikan, dan baik Cremonese maupun Inter tetap melanjutkan kompetisi.
Kontributor: M.Faqih
Berita Terkait
-
Dulu Andalan, Jangan Harap 2 Pemain Keturunan Ini Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Hasil Lengkap dan Update Klasemen Serie A: Inter Kokoh di Puncak, Lazio Menang di Menit ke-100
-
Presiden Inter Blak-blakan Ciri-ciri Pelempar Flare ke Emil Audero, Rekaman CCTV Jadi Kunci
-
Laga Ajax vs Excelsior Kental Nuansa Timnas Indonesia, Pemain Keturunan Terlihat Hadir di Tribun
-
Emil Audero Dilempar Flare, Inter Milan Bisa Celaka, Sanksi Berat Menanti
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Rating Pemain Portugal vs Kroasia: Ronaldo Cetak Gol, tapi Rafael Leao yang Terbaik
-
Cape Verde Tak Takut Lionel Messi: Kami Akan Bermain dengan Keberanian
-
Rating Pemain Timnas Spanyol Usai Tekuk Austria, Layak Menuju Tangga Juara?
-
Cristiano Ronaldo Pecahkan Rekor Roger Milla, Cetak Sejarah Baru di Piala Dunia 2026
-
Argentina vs Tanjung Verde: Mampukah Lionel Messi Akhiri Dongeng Si Hiu Biru di Piala Dunia 2026?
-
Susunan Pemain Resmi Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Granit Xhaka vs Riyad Mahrez
-
Alasan Emosional di Balik Tangis Cristiano Ronaldo saat Kenakan Jersey No.21 Portugal
-
Luis de la Fuente Sanjung Magis Mikel Oyarzabal Saat Spanyol Bantai Austria
-
Australia vs Mesir: Sanggupkah Socceroos Jadi Penyelamat Wajah Asia?
-
Austria Dibantai Spanyol, David Alaba Sebut Hydration Break Ubah Jalannya Pertandingan