-
Kiper Emil Audero terluka akibat ledakan flare saat laga Cremonese melawan Inter Milan.
-
Davide Nicola merasa ketakutan dan mengecam keras tindakan suporter yang tidak bertanggung jawab.
-
Insiden ledakan petasan tersebut menyebabkan luka fisik pada bagian kaki kanan Emil Audero.
Suara.com - Pertandingan antara Cremonese menjamu Inter Milan diwarnai aksi anarkis yang membahayakan nyawa pemain keturunan Indonesia Emil Audero.
Kejadian bermula saat paruh kedua pertandingan baru saja berjalan beberapa menit di markas kebanggaan Cremonese.
Inter Milan saat itu sudah memegang kendali permainan dengan keunggulan skor dua gol tanpa balas.
Suasana lapangan yang awalnya kondusif mendadak berubah menjadi kepanikan luar biasa bagi seluruh staf pelatih.
Sebuah benda asing terlihat meluncur deras menuju area pertahanan yang dijaga ketat oleh Emil Audero.
Ledakan Flare yang Mengejutkan Davide Nicola
Ledakan keras yang disertai kepulan asap pekat langsung menyelimuti area kotak penalti tim tuan rumah tersebut.
Awalnya para pemain dari kedua kesebelasan tidak menyadari bahwa rekan mereka telah menjadi korban ledakan.
Emil Audero terlihat tersungkur di atas rumput setelah benda yang diduga flare atau petasan itu meledak.
Baca Juga: Dulu Dida Sekarang Emil Audero: Oknum Superter Inter 'Hobi' Serang Kiper dengan Flare
Pelatih Cremonese, Davide Nicola, mengakui dirinya sangat terkejut melihat situasi berbahaya yang dialami oleh anak asuhnya.
Ketakutan melanda benak Nicola saat menyadari ada asap membubung tinggi tepat di posisi kipernya berdiri.
Pernyataan Resmi Pelatih Terkait Kondisi Emil
Nicola mengaku tidak melihat secara detail detik-detik awal saat benda tumpul itu menghantam area kotak terlarang.
Pria yang kenyang pengalaman melatih klub kasta menengah Italia ini merasa cemas dengan keselamatan fisik pemainnya.
"Saya cuma lihat bagian terakhir dan takut karena saya pikir dia terkena lemparan, tapi kemudian Emil merasa bisa melanjutkan pertandingan," kata Nicola dilansir dari situs resmi Cremonese.
Meski merasa kesakitan, Emil Audero menunjukkan profesionalisme tinggi dengan tetap memaksakan diri untuk terus bermain di lapangan.
Namun, tim medis segera memberikan perhatian khusus karena adanya luka fisik yang nyata pada tubuh sang kiper.
Kritik Pedas Terhadap Budaya Kekerasan Suporter
Insiden ini memicu kemarahan Nicola terhadap perilaku oknum suporter yang dianggap sangat tidak bertanggung jawab.
Ia menilai bahwa otoritas terkait belum menunjukkan keseriusan dalam memutus rantai kekerasan di dalam stadion bola.
"Ini adalah insiden yang bisa diberantas kalau kita mau, dan saya mengatakan itu terlepas dari siapa yang melakukannya," tegas Nicola.
Sang pelatih menekankan bahwa masalah keamanan seperti ini seharusnya sudah bisa diatasi sejak lama oleh pihak berwenang.
Ketidakjelasan dinamika keamanan stadion menjadi poin krusial yang ia soroti pasca kekalahan menyakitkan dari tim tamu.
Tuntutan Solusi Permanen Untuk Sepak Bola Italia
Nicola berharap ada langkah konkret untuk memperbaiki mentalitas penonton agar kejadian serupa tidak terulang kembali nantinya.
"Beberapa hal terjadi sudah lama, tidak ada yang tahu dinamikanya. Saya minta pihak-pihak yang bertanggung jawab untuk meningkatkan budaya olahraga dan menemukan solusi masalah ini. Saya tidak bisa menghakimi siapa pun," ucap Nicola.
Luka pada kaki kanan Emil Audero menjadi bukti nyata bahwa stadion belum menjadi tempat aman bagi pemain.
Hingga laga berakhir, skor tetap bertahan 2-0 untuk kemenangan Inter Milan di tengah bayang-bayang insiden flare.
Pihak liga diharapkan segera melakukan investigasi mendalam terkait masuknya benda berbahaya ke dalam area tribun penonton.
Kejadian ini tentu meninggalkan trauma tersendiri bagi skuad Cremonese yang sedang berjuang di kompetisi Liga Italia.
Luka fisik pada kaki Emil Audero menambah daftar panjang kerugian yang harus diterima klub akibat ulah penonton.
Manajemen klub kini menunggu laporan medis lengkap mengenai seberapa parah cedera kaki kanan yang dialami kiper utama.
Keamanan di Stadion Giovanni Zini kini menjadi sorotan tajam dari berbagai media olahraga di seluruh dunia.
Semoga kejadian ini menjadi titik balik bagi perbaikan sistem keamanan dan edukasi suporter di seluruh Italia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Ralf Rangnick Targetkan Timnas Austria Lolos Fase Grup Piala Dunia 2026, Modal dari Euro 2024
-
Daftar Skuad Timnas Austria Piala Dunia 2026, David Alaba untuk Memperkuat Lini Pertahanan Rapuh
-
Arsenal Wajib Menang Lawan Crystal Palace Demi Trofi Premier League Usai Tundukkan Burnley
-
Daftar Skuad Timnas Brasil Piala Dunia 2026, Andalkan Kombinasi Neymar dan Vinicius Junior
-
Persib Bandung Sampaikan Update Kondisi Pemain usai Diduga Diserang Oknum Suporter
-
Barcelona Resmi Perpanjang Kontrak Hansi Flick hingga 2028
-
Mohamed Salah Ingin Liverpool Kembali Bergaya Heavy Metal, Ramai Dapat Dukungan Mantan
-
Jose Mourinho Sepakat Kembali Latih Real Madrid dengan Kontrak Dua Tahun
-
Tak Gentar dengan Lawan, Afrika Selatan Janjikan Permainan Atraktif di Piala Dunia 2026
-
Tak Mau Imbang, Adam Alis Ingin Persib Bandung Menang atas Persijap