Bola / Liga Italia
Senin, 02 Februari 2026 | 15:23 WIB
Emil Audero (IG Emil Audero)
Baca 10 detik
  • Suporter Inter Milan melempar petasan ke arah kiper Emil Audero saat laga kontra Cremonese.

  • Pelaku kehilangan tiga jarinya akibat ledakan dan Inter terancam sanksi penutupan tribun stadion.

  • Klub Inter Milan tetap menang 2-0 berkat profesionalitas Audero yang tetap melanjutkan permainan.

Suara.com - Kemenangan gemilang Inter Milan di kandang Cremonese harus tercoreng oleh aksi memalukan oknum suporternya sendiri.

Pertandingan yang berlangsung di Stadio Giovanni Zini pada Senin dini hari tersebut awalnya berjalan sangat kondusif.

Tim berjuluk Nerazzurri berhasil membawa pulang tiga poin penuh setelah menundukkan tuan rumah dengan skor meyakinkan 2-0.

Lautaro Martinez dan Piotr Zielinski menjadi pahlawan kemenangan melalui gol-gol yang mereka sarangkan ke gawang lawan.

Hasil positif ini membuat Inter Milan kini memimpin klasemen Serie A dengan keunggulan delapan poin dari rivalnya.

Namun, sorotan kamera justru beralih pada kejadian kelam yang terjadi tepat pada menit ke-49 pertandingan berlangsung.

Sebuah ledakan petasan yang berasal dari tribun pendukung tim tamu meluncur deras ke arah area gawang.

Target dari serangan berbahaya tersebut adalah kiper utama Cremonese yang berkebangsaan Indonesia, yakni Emil Audero.

Ledakan itu sempat memaksa wasit untuk menghentikan jalannya laga selama beberapa menit demi alasan keamanan pemain.

Baca Juga: Pelatih Emil Audero Ngamuk soal Flare: Saya Minta...

Beruntung, Emil Audero tidak mengalami luka fisik serius dan mampu menunjukkan ketangguhannya hingga peluit panjang berbunyi.

Ironisnya, sang pelaku pelemparan justru mengalami nasib yang sangat mengerikan akibat benda yang ia bawa sendiri.

Berdasarkan laporan medis, oknum pendukung Inter tersebut harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka parah.

Laporan dari La Gazzetta dello Sport menyebutkan bahwa individu tersebut kehilangan tiga jarinya akibat ledakan petasan itu.

Selain cacat permanen, pelaku kini harus berhadapan dengan hukum karena kepolisian setempat akan segera melakukan penangkapan.

Hukuman berupa larangan seumur hidup untuk masuk ke stadion sepak bola juga sudah menanti sang pelaku tersebut.

Load More