Bola / Bola Indonesia
Senin, 02 Februari 2026 | 13:33 WIB
Emil Audero (IG Emil Audero)
Baca 10 detik
  • Emil Audero terkena ledakan petasan suporter Inter Milan saat membela Cremonese di Liga Italia.

  • Jari pelaku pelemparan putus akibat ledakan, sementara Emil mengalami luka bakar dan telinga berdenging.

  • Meskipun terluka, Emil Audero tetap melanjutkan pertandingan dan mendapat simpati luas dari media Italia.

Suara.com - Stadion Giovanni Zini menjadi saksi bisu insiden mencekam yang menimpa penjaga gawang Cremonese, Emil Audero.

Pertandingan pekan ke-23 Serie A musim 2026 ini berubah menjadi suasana tegang akibat ulah oknum suporter Inter Milan.

Kiper yang kerap dikaitkan dengan Timnas Indonesia tersebut mendadak mendapat sorotan luas dari berbagai media Italia.

Nasib kurang beruntung dialami Emil saat timnya menjamu raksasa klasemen, Inter Milan, pada Senin dini hari.

Tindakan anarkis berupa pelemparan petasan ke arah lapangan merusak sportivitas dalam laga kasta tertinggi tersebut.

Peristiwa mengejutkan ini bermula tepat ketika paruh kedua pertandingan baru berjalan sekitar empat menit saja.

Bunyi ledakan yang sangat keras tiba-tiba terdengar dari arah tribun belakang gawang yang dijaga Emil.

Dalam sekejap, asap tebal mulai menyelimuti area kotak penalti dan mengelilingi tubuh sang penjaga gawang.

Emil Audero terlihat langsung terkapar di atas rumput akibat hantaman benda peledak tersebut yang dilempar penonton.

Baca Juga: Dulu Dida Sekarang Emil Audero: Oknum Superter Inter 'Hobi' Serang Kiper dengan Flare

Diketahui pelaku pelemparan merupakan oknum pendukung tim tamu yang datang memadati sektor tribun Stadio Zini.

Berdasarkan laporan Gazzetta dello Sport, aksi nekat suporter tersebut dipicu oleh rasa kesal terhadap sang kiper.

Oknum ultras tersebut menuduh Emil melakukan taktik membuang-buang waktu yang dianggap merugikan pihak tim lawan.

Namun, tindakan tersebut justru menjadi senjata makan tuan bagi sang pelaku yang berniat mencelakai pemain lawan.

Dikabarkan bahwa pelaku mengalami cedera sangat parah hingga kehilangan tiga jari tangannya akibat petasan meledak prematur.

Saat ini pihak kepolisian setempat tengah bersiap memproses hukum pelaku yang masih dalam perawatan medis.

Load More