- John Herdman memulai era baru Timnas Indonesia dengan mengevaluasi pemain naturalisasi berdasarkan performa klub.
- Empat pemain naturalisasi terancam dicoret meliputi Struick, Raven, Pattynama, dan Jordi Amat karena berbagai faktor.
- Faktor pencoretan mencakup statistik buruk, usia, serta ketidakcocokan dengan gaya permainan taktis yang diusung Herdman.
Suara.com - Era baru Timnas Indonesia bersama John Herdman akan segara dimulai. Pelatih asal Inggris itu sudah bertugas mencari pemain yang cocok dengan formasi andalannya.
Sejumlah pemain naturalisasi berpotensi bakal dicoret John Herdman dari Timnas Indonesia. Banyak faktor yang mempengaruhi hal tersebut, salah satunya tentu saja soal perfomance si pemain sepanjang musim ini.
Selain statistik yang buruk, faktor lain seperti usia hingga tak cocok dengan gaya main John Herdman bisa mempengaruhi pemain naturalisasi dicoret dari Timnas Indonesia.
Berikut empat pemain naturalisasi yang terancam dicoret dari Timnas Indonesia era John Herdman.
Pemain pertama yang besar kemungkinan akan dicoret oleh John Herdman ialah striker Dewa United, Rafael Struick.
Hijrah ke BRI Super League, Rafael Struick belum tunjukkan tanda-tanda kebangkitan, ia seperti kesulitan beradaptasi di level klub.
Dari 10 pertandingan terakhir bersama Dewa United, Struick masih belum menjaringkan gol.
Baca Juga: Miliano Jonathans Bersinar Jelang Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
Digadang bakal bisa menembus skuat utama Timnas Indonesia, Jens Raven sepertinya tidak akan dilirik oleh Herdman.
Striker 20 tahun ini masih belum tunjukkan dampak positif di level klub bersama Bali United.
Dari 14 pertandingan di BRI Super League, Raven hanya menjaringkan 1 gol dan 1 asssit. Tentu saja capaian ini masih kalah dibandingkan dengan striker lokal, seperti Hokky Caraka yang sudah mengemas 3 gol.
Selanjutnya ada nama rekrutan baru Persija Jakarta, Shayne Pattynama. Ia bisa saja dicoret Herdman karena faktor taktik atau formasi.
Herdman selama ini dikenal sebagai pelatih yang suka dengan pemain cepat di sektor sayap, pemain Alphonso Davies di Kanada jadi buktinya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
Terkini
-
Jay Idzes Siap-siap Pamit? Pinjaman Juventus ke Sassuolo Masih Muda dan Lincah
-
Masih Muda tapi ke Super League, Dion Markx Bongkar Alasan Mau ke Persib
-
Perkenalkan Oleksandr Zinchenko, Ajax Amsterdam Tulis Pesan Menyentuh
-
Daftar Lengkap Bursa Transfer Musim Dingin Liga Inggris 2025/2026: Manchester United Lepas 3 Pemain
-
Liverpool Tebus Jeremy Jacquet dari Rennes Rp1,37 Triliun!
-
Maarten Paes ke Ajax Amsterdam: Julukan Saya Tembok!
-
Masih Ingat Andri Syahputra? Lahir di Aceh Pilih Bela Timnas Qatar, Begini Nasibnya Sekarang
-
Emil Resmi Gabung Juventus
-
Mauro Zijlstra Bakal Jadi Tumpuan Lini Serang Persija Jakarta
-
Alasan Pelatih Persija Ngebet Sama Mauro Zijlstra