Bola / Bola Indonesia
Selasa, 03 Februari 2026 | 13:36 WIB
Mauricio Souza (ileague)
Baca 10 detik
  • Analis Persija Dzikry Lazuardi resmi pindah ke Timnas Indonesia bergabung dengan John Herdman.

  • Mauricio Souza memberikan restu penuh dan memuji kualitas profesionalitas Dzikry yang luar biasa.

  • Dzikry tetap berkomitmen membantu Persija Jakarta meski sudah memiliki tanggung jawab di tim nasional.

Suara.com - Dinamika kepelatihan di kancah sepak bola tanah air kembali memanas dengan kabar mengejutkan. Juru taktik Persija Jakarta, Mauricio Souza, secara resmi melepas salah satu staf terbaiknya.

Dzikry Lazuardi yang selama ini menjadi otak analisis Macan Kemayoran kini berpindah tugas.

Sosok bertangan dingin tersebut secara resmi ditarik oleh pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman.

Langkah ini diambil di tengah bergulirnya kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim 2025/2026.

Kepindahan Dzikry ke skuad Garuda mendapatkan lampu hijau penuh dari sang pelatih asal Brasil.

Souza memandang bahwa kesempatan mengabdi bagi negara adalah pencapaian tertinggi bagi setiap insan sepak bola.

Meski kehilangan pilar penting di staf kepelatihan, Souza merasa potensi Dzikry harus terus berkembang.

Baginya, menahan bakat sebesar Dzikry hanya akan menghambat karier profesional pria tersebut di masa depan.

Souza mengakui bahwa kualitas analisis yang dimiliki Dzikry merupakan salah satu yang terbaik saat ini.

Baca Juga: Persija Jakarta Matangkan Taktik di Bojongsari Jelang Duel Panas Kontra Arema FC

"Saya pikir dia pantas dapat itu kesempatan ini. Karena dia fantastis, dia itu profesional," kata Souza kepada awak media.

Komentar tersebut menegaskan betapa besarnya pengaruh Dzikry dalam ruang ganti dan strategi Persija Jakarta.

Souza juga memberikan doa terbaik agar koleganya tersebut mampu memberikan kontribusi nyata bagi negara.

"Saya selamat sukses buat beliau. Saya pikir Timnas Indonesia itu bagus itu ada dia di situ juga," jelasnya.

Penilaian objektif ini didasari pada etos kerja yang telah ditunjukkan Dzikry selama di ibu kota.

Sebelum merapat ke Persija pada Juli 2024, Dzikry sudah melanglang buana di berbagai klub.

Tercatat ia pernah memberikan dedikasinya untuk tim besar seperti Persis Solo dan Persipura Jayapura.

Pengalaman di Sulut United juga semakin memperkaya perspektif taktis yang dimiliki oleh sang analis data.

Jam terbang tinggi di berbagai level kompetisi membuatnya menjadi incaran utama bagi tim nasional Indonesia.

Kemampuan Dzikry dalam membedah pola permainan lawan menjadi alasan kuat John Herdman tertarik memanggilnya.

Bagi Mauricio Souza, melihat rekan kerjanya naik level ke tingkat internasional adalah sebuah kebanggaan.

"Karena dia itu profesional itu yang punya kemampuan besar. Dan saya sangat senang dan bahagia dia pergi ke Timnas Indonesia," tegasnya.

Souza memahami betul ambisi setiap orang untuk bisa mengenakan seragam dengan lambang garuda di dada.

"Karena tanpa ragu, kita tahu semua orang mau representasi tim nasional di negara masing-masing," ia menambahkan.

Hal ini menunjukkan sikap sportif dan kedewasaan kepemimpinan yang dimiliki oleh pelatih eks Madura United tersebut.

Momen perpisahan Dzikry terjadi dengan sangat emosional tepat setelah laga kontra Persita di Tangerang.

Persija baru saja memastikan kemenangan krusial 2-0 sebelum sang analis berpamitan kepada seluruh pemain.

Meskipun sudah resmi bergabung dengan tim nasional, hubungan Dzikry dengan Persija ternyata tidak putus total.

Souza memberikan bocoran bahwa masih ada koordinasi yang akan dilakukan antara Dzikry dengan tim pelatih.

"Dia tetap akan membantu kami," ungkap Souza memberikan sedikit ketenangan bagi pendukung setia Persija.

Pihak manajemen Persija dan tim pelatih sendiri belum membeberkan detail teknis kerja sama di masa transisi.

"Saya tidak tahu proses itu. Saya tahu Dzikry itu adalah profesional bagus, dan pasti itu Timnas Indonesia itu mungkin lihat potensi dia untuk panggil dia ke sana," pungkasnya.

Hadirnya Dzikry di kubu Timnas diharapkan mampu mempertajam strategi yang diterapkan oleh pelatih John Herdman.

Kombinasi antara data statistik yang akurat dan pengamatan lapangan akan menjadi senjata baru Skuad Garuda.

Kini publik menantikan hasil racikan tim analisis baru ini dalam ajang internasional yang akan datang.

Load More