- Striker naturalisasi Timnas Indonesia, Mauro Zijlstra, bergabung dengan Persija Jakarta untuk paruh kedua BRI Super League 2025/2026.
- Zijlstra, lahir 2004 dengan tinggi 1,88 meter, berposisi targetman dengan kemampuan duel udara dan tendangan keras kaki kanan.
- Ia diharapkan menjadi mesin gol dan investasi jangka panjang karena kemampuannya menjadi titik tumpu serangan Persija Jakarta.
Suara.com - Striker naturalisasi Timnas Indonesia, Mauro Zijlstra resmi melanjutkan karier ke BRI Super League 2025/2026 bersama Persija Jakarta.
Kehadiran Mauro Zijlstra tentu bakal memperkuat lini depan tim Macan Kemayoran mengarungi setengah musim BRI Super League 2025/2026.
Zijlstra sangat diharapkan bisa jadi mesin gol Persija Jakarta. Usia masih sangat muda membuat Zijlstra jadi investasi jangka panjang yang menggiurkan buat Persija Jakarta.
Lantas apa alasan Mauro Zijlstra bisa jadi mesin gol untuk Persija Jakarta?
Berikut analisis taktik dan karakter permainan Mauro Zijlstra berdasarkan performanya di kompetisi usia muda Belanda dan Jong Volendam.
Mauro Zijlstra lahir pada 9 November 2004. Dengan tinggi badan mencapai 1,88 meter, ia memiliki postur fisik yang sangat ideal untuk seorang penyerang tengah.
Secara posisi, Zijlstra adalah targetman. Ia kerap menjadi titik tumpu serangan, berdiri di antara dua bek tengah lawan, serta mampu bermain membelakangi gawang.
Menariknya, ia juga dapat diturunkan sedikit lebih ke belakang sebagai gelandang serang untuk membuka ruang bagi rekan setim.
Perannya jelas, menjadi pemantul bola layaknya striker Prancis Olivier Giroud, menjaga penguasaan di area lawan, dan menciptakan ruang bagi gelandang yang melakukan overlap.
Baca Juga: Ivar Jenner Gabung Dewa United! Sudah Terbang ke Indonesia
Salah satu kekuatan utama Mauro Zijlstra adalah ketajamannya di depan gawang. Ia dikenal produktif di level usia muda, termasuk bersama NEC U21 dan Volendam U21.
Dalam kotak penalti, Zijlstra menunjukkan karakter striker murni. Ia piawai membaca arah bola, cerdas memilih posisi, dan memiliki insting untuk muncul di momen krusial.
Duel udara menjadi senjata utamanya, ditunjang dengan kekuatan fisik dan timing lompatan yang baik.
Selain itu, ia memiliki tendangan kaki kanan yang keras dan terarah, menjadikannya ancaman nyata dalam situasi bola mati maupun open play.
Kemampuan menahan bola di bawah tekanan juga menjadi nilai tambah.
Dengan tubuh yang tinggi besar, ia mampu menjaga bola sambil menunggu dukungan dari lini kedua, lalu mendistribusikannya secara efektif.
Dalam fase transisi, Zijlstra aktif melakukan lari ke ruang kosong di antara bek lawan. Pergerakan ini membuatnya tetap relevan dalam skema serangan balik, meski bukan tipe penyerang yang mengandalkan kecepatan murni.
Kontributor: Adam Ali
Berita Terkait
-
Ivar Jenner Gabung Dewa United! Sudah Terbang ke Indonesia
-
Naturalisasi Rasa Eropa, Karier Rasa Lokal! Eks PSM Puji Mental Baja Marselino Ferdinan
-
Makna Spesial Nomor 44 Dion Markx di Persib, Ada Unsur Timnas Indonesia
-
Terjangkau, Inilah Harga Tiket Nonton Uji Coba Timnas Indonesia U-17
-
Daftar Negara Pesaing Timnas Indonesia Sebagai Tuan Rumah Piala Asia 2031
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan