-
Mauro Zijlstra segera bergabung dengan Persija Jakarta setelah melewati proses tes medis pemain.
-
Delapan pemain diaspora kini meramaikan Liga Indonesia demi memperkuat kesiapan Timnas Indonesia.
-
Kehadiran pemain keturunan memudahkan pelatih memanggil skuad utama untuk ajang Piala AFF 2026.
Suara.com - Kompetisi kasta tertinggi sepak bola tanah air tengah menyaksikan fenomena besar kepulangan para pemain keturunan Indonesia.
Arus balik pesepak bola diaspora menuju BRI Super League 2025/2026 diprediksi mengubah peta kekuatan nasional.
Mauro Zijlstra menjadi sosok teranyar yang memilih meniti karier di tanah leluhurnya, Indonesia.
Penyerang andalan FC Volendam tersebut dilaporkan selangkah lagi akan berseragam tim ibu kota, Persija Jakarta.
Pemain yang memiliki darah keturunan Bandung ini hanya perlu menuntaskan tahapan tes medis terakhirnya.
Manajemen Macan Kemayoran kabarnya telah menyiapkan kontrak jangka panjang berdurasi dua setengah tahun untuknya.
Kehadiran Zijlstra menggenapi daftar panjang pemain diaspora yang meramaikan kompetisi domestik pada musim ini.
Tercatat sudah ada delapan pemain keturunan yang memutuskan untuk berkarier di liga lokal Indonesia.
Persija Jakarta sebelumnya sudah mengamankan jasa pemain bertahan tangguh, Jordi Amat dan Shayne Pattynama.
Baca Juga: Dua Eks Rekan Lionel Messi di Liga 1: Siapa Bakal Bersinar, Layvin Kurzawa atau Jean Mota?
Langkah ambisius ini menunjukkan keseriusan klub dalam meningkatkan kualitas kompetisi sekaligus membantu kebutuhan tim nasional.
Di sisi lain, rivalitas sengit juga terjadi di bursa transfer pemain keturunan antar klub besar.
Persib Bandung sukses mendaratkan tiga nama mentereng yakni Thom Haye, Eliano Reijnders, dan Dion Markx.
Langkah ini mempertegas ambisi Maung Bandung untuk tetap mendominasi kancah sepak bola nasional musim depan.
Sementara itu, Bali United berhasil mengamankan tanda tangan penyerang muda berbakat, Jens Raven.
Dewa United tidak mau ketinggalan dengan meresmikan Rafael Struick sebagai bagian dari lini serang mereka.
Keputusan para pemain ini sempat memicu perdebatan hangat di kalangan pengamat dan pencinta sepak bola.
Banyak pihak menyayangkan kepulangan mereka karena dianggap dapat menurunkan standar level permainan atau karier abroad.
Namun jika ditinjau dari sisi kepentingan Timnas Indonesia, fenomena ini membawa angin segar yang nyata.
Pelatih John Herdman kini memiliki keleluasaan penuh dalam menyusun komposisi pemain terbaiknya di masa depan.
Ketersediaan pemain menjadi kunci utama bagi tim kepelatihan dalam menghadapi jadwal turnamen yang padat.
Fokus utama keuntungan ini tertuju pada persiapan menyambut gelaran bergengsi Piala AFF 2026 mendatang.
Turnamen terbesar di Asia Tenggara tersebut diketahui tidak termasuk dalam agenda resmi kalender FIFA.
Klub-klub luar negeri biasanya memiliki hak mutlak untuk menolak pelepasan pemain mereka ke tim nasional.
Dengan bermain di BRI Super League, para bintang diaspora ini otomatis bisa dipanggil kapan saja.
Kondisi tersebut memungkinkan Indonesia untuk turun dengan kekuatan terbaik tanpa terkendala izin dari klub internasional.
Kehadiran delapan talenta diaspora di liga lokal secara signifikan bakal mendongkrak kualitas skuad Garuda.
Peluang Indonesia untuk mengukir sejarah sebagai kampiun Piala AFF untuk pertama kalinya kini terbuka lebar.
Berdasarkan hasil undian, Indonesia berada di Grup A bersama tim kuat Vietnam dan Singapura.
Kamboja serta pemenang dari babak play-off juga akan menjadi lawan tangguh di fase penyisihan.
Sesuai format, Indonesia akan menjalani masing-masing dua pertandingan dengan status kandang dan tandang.
Dukungan masif dari suporter serta kedalaman skuad yang mumpuni menjadi senjata utama dalam persaingan grup.
Sejarah mencatat bahwa Indonesia sudah enam kali hanya mampu menduduki posisi kedua alias runner-up.
Kegagalan di partai final selama bertahun-tahun diharapkan bisa berakhir dengan adanya tambahan kekuatan baru ini.
Target juara kini terasa lebih masuk akal dan realistis untuk dicapai oleh anak asuh John Herdman.
Kembalinya para pemain diaspora ini berpotensi menjadi momentum kebangkitan total sejarah sepak bola tanah air.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Pilihan
-
Hasil Uji Coba: Tanpa Ampun, Timnas Indonesia U-17 Dihajar China Tujuh Gol
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
Terkini
-
Gabung Persija, Cyrus Margono Siap Ramaikan Bursa Kiper Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
-
Rating Ole Romeny Ungguli Rekan Tim, Oxford United Sukses Curi Poin Meski Bermain 10 Orang
-
John Herdman Pusing, Dean James Cedera, Pemain Keturunan Ini Bisa Jadi Opsi Timnas Indonesia
-
Pertahanan Sassuolo Rapuh, Jay Idzes Gagal Redam Amukan Inter Milan yang Cetak 5 Gol Tanpa Balas
-
Eks Tangan Kanan STY Buka Opsi Tambah Pemain Diaspora untuk Timnas Indonesia U-17
-
Terungkap! Ini Alasan di Balik Batalnya Transfer Ragnar Oratmangoen ke Super League
-
Mauricio Souza Ungkap Masalah Lini Depan Persija saat Kalah dari Arema FC
-
Kalah dari Arema FC, Pelatih Persija Jakarta Pilih Realistis Kejar Posisi Puncak Klasemen
-
Didaftarkan Sebagai Pemain Persib Bandung, I Made Mirawan Berharap Tidak Main
-
4 Fakta Menarik Kiper Anyar Persija Jakarta Cyrus Margono, Jebolan Akademi Inter Milan