Bola / Liga Inggris
Rabu, 11 Februari 2026 | 20:31 WIB
Senyum Ruben Amorim Usai Dipecat Manchester United, Kantongi Pesangon Rp271 Miliar [Tangkap layar X]
Baca 10 detik
  • Tottenham Hotspur memecat pelatih Thomas Frank pada Rabu (11/2/2026) setelah kekalahan dari Newcastle United.
  • Pemecatan terjadi karena Spurs terpuruk di posisi ke-16 Liga Inggris dengan sebelas kekalahan musim ini.
  • Meskipun performa domestik buruk, Spurs berhasil lolos ke fase gugur Liga Champions dengan hasil positif.

Suara.com - Tottenham Hotspur resmi memecat Thomas Frank dari jabatan pelatih kepala usai kekalahan 1-2 dari Newcastle United dalam lanjutan Liga Inggris, Rabu (11/2/2026) dini hari WIB.

Hasil tersebut menjadi akhir perjalanan Frank yang baru delapan bulan menangani klub asal London Utara itu.

Kekalahan dari Newcastle menjadi yang ke-11 bagi Spurs musim ini di Premier League. Mereka kini tercecer di posisi ke-16 klasemen dan hanya berjarak lima poin dari zona degradasi.

Tekanan terhadap Thomas Frank memang sudah menguat dalam beberapa pekan terakhir. Tottenham tercatat tanpa kemenangan dalam tujuh laga liga sebelum menghadapi Newcastle.

Melalui pernyataan resmi di situs klub, manajemen Spurs mengonfirmasi keputusan pemecatan tersebut.

“Klub telah memutuskan untuk melakukan perubahan pada posisi pelatih kepala tim pria dan Thomas Frank akan meninggalkan jabatannya hari ini,” bunyi pernyataan resmi Tottenham.

“Thomas ditunjuk pada Juni 2025 dan kami berkomitmen memberinya waktu serta dukungan untuk membangun masa depan bersama. Namun hasil dan performa membuat Dewan Direksi menyimpulkan perubahan diperlukan pada titik musim ini.”

Ironisnya, performa Tottenham di kompetisi Eropa justru terbilang solid.

Spurs lolos ke fase gugur Liga Champions dengan catatan lima kemenangan, dua hasil imbang, dan hanya satu kekalahan dari delapan laga fase grup.

Baca Juga: Angkat Topi untuk Benjamin Sesko tapi Carrick Akui Lini Depan Manchester United Tumpul

Di babak 16 besar, mereka berpotensi menghadapi Juventus, Atletico Madrid, Club Brugge, atau Galatasaray.

Namun di kompetisi domestik, performa Spurs jauh dari harapan. Selain terseok di Liga Inggris, mereka juga tersingkir dari Carabao Cup dan Piala FA setelah kalah dari Newcastle dan Aston Villa.

masih aman. Ia mengaku telah berbicara dengan pemilik klub dan memahami frustrasi suporter.

“Saya memahami kekecewaan. Hal termudah adalah menunjuk saya. Itu bagian dari pekerjaan,” ujar Frank kepada TNT Sports.

Ia juga menegaskan siap bekerja keras membalikkan situasi. Namun, manajemen Spurs akhirnya memilih langkah tegas demi menyelamatkan musim yang kian memburuk.

Kontributor: Azka Putra

Load More