Bola / Bola Indonesia
Kamis, 12 Februari 2026 | 19:20 WIB
Direktur Ajax Puji Setinggi Langit Pemain Medan-Surabaya: Lincah dan Tak Kenal Takut [Dok Ajax Amsterdam]
Baca 10 detik
  • Direktur Ajax, Marijn Beuker, memuji Ryan van de Pavert atas kecepatan, kelincahan, dan staminanya yang bagus.
  • Ajax mengikat Van de Pavert, pemain keturunan Indonesia asal Amsterdam, dengan kontrak jangka panjang hingga Juni 2029.
  • Van de Pavert, yang merupakan bagian akademi sejak 2017, saat ini fokus mencari pengalaman di Jong Ajax.

Suara.com - Pemain Medan-Surabaya mendapat pujian setinggi langit dari direktur Ajax, Marijn Beuker.

Menurut Beuker, pemain keturunan Indonesia itu punya kecepatan, lincah, stamina bagus serta tak kenal rasa takut.

Pemain keturunan Indonesia yang dimaksud Beuker ialah Ryan van de Pavert. Kubu Ajax sendiri mengikat Van de Pavert dengan kontrak jangka panjang sampai Juni 2029.

Van de Pavert merupakan pemain asli Amsterdam dan sudah menjadi bagian dari akademi Ajax sejak 2017. Musim lalu, ia juga sempat mencicipi atmosfer kompetisi bersama Jong Ajax.

“Ryan sangat cepat, eksplosif, dan lincah. Ia punya stamina besar. Selain itu, dia adalah orang Amsterdam sejati yang membawa percaya diri dan keberanian. Kami melihat masa depan cerah untuknya di Ajax,” ujar Beuker dilansir dari NH nieuws.nl

Siapa Ryan van de Pavert? Pemain milik Ajax Amsterdam U-19 yang memiliki darah Indonesia dan bermain bersama anak Rafael van der Vaart. (IG Footballtallen)

Menariknya, Van de Pavert memulai kariernya sebagai penyerang saat masih kecil. Ia dikenal agresif, cepat, dan gemar melakukan aksi individu.

Namun, seiring waktu ia bertransformasi menjadi pemain bertahan.

Saat membela tim U-19, ia sempat bergeser dari posisi bek kanan ke bek tengah. Kini bersama Jong Ajax, ia kembali beroperasi sebagai bek kanan.

“Saya sering melakukan dribel dan itu menjadi kekuatan saya. Soal posisi favorit, itu tergantung lawan,” ungkap Ryan.

Baca Juga: PSSI Ingin Naturalisasi Jenson Seelt? Wolfsburg Kirim Sinyal Bahaya, Pikirkan Masak-masak

Van de Pavert tak menutupi kebahagiaannya bisa menandatangani kontrak bersama klub impian.

“Ini momen fantastis. Ajax adalah klub impian saya. Saya sudah bermain di sini sejak usia sebelas tahun. Ayah dan kakek saya membuat saya menjadi penggemar Ajax. Televisi di rumah selalu menayangkan Ajax,” tuturnya.

Ia juga menikmati pengalaman tampil di Keuken Kampioen Divisie bersama Jong Ajax, termasuk laga tandang penuh tekanan melawan ADO Den Haag.

“Banyak suporter dan kami mendapat cemoohan, tapi saya tidak masalah. Saya anak Amsterdam dan tidak takut membuat kesalahan,” katanya.

Meski sudah menandatangani kontrak panjang, Van de Pavert memilih realistis soal target kariernya.

“Saya ingin mendapatkan banyak pengalaman di Jong Ajax, lalu melihat apakah saya siap untuk langkah berikutnya. Saya menjalaninya selangkah demi selangkah,” pungkasnya.

Ryan van de Pavert punya opsi untuk dinaturalisasi. Kakek dari pihak ayah diketahui berasal dari Medan, sementara neneknya dari Surabaya.

Kontributor: M.Faqih

Load More