Bola / Bola Indonesia
Jum'at, 13 Februari 2026 | 10:43 WIB
Ketua Umum Jakmania, Diky Soemarno, di kawasan Jakarta Selatan, Senin (18/11/2024). (Suara.com/Faqih)
Baca 10 detik
  • Persija Jakarta kalah memalukan 0-2 dari Arema FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

  • Diky Soemarno mengkritik strategi pelatih yang jarang memainkan pemain baru seperti Shayne Pattynama.

  • Peluang juara Persija terancam sirna karena sudah menelan lima kali kekalahan musim ini.

Suara.com - Orang nomor 1 The Jakmania, Diky Soemarno mengaku tak habis pikir mengapa Persija Jakarta bisa dikalahkan Arema FC dalam lanjutan Super League 2025/2026 pekan lalu. Padahal, seharusnya, Macan Kemayoran menang.

Persija memang menderita kekalahan 0-2 dari Arema FC dalam laga yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Tidak banyak yang menyangka tim asuhan Mauricio Souza kalah di hadapan pendukungnya sendiri.

Persija tampil di bawah standar. Padahal, Rizky Ridho dan kawan-kawan butuh kemenangan buat menjaga asa persaingan di papan atas klasemen sementara Super League.

"Menurut saya, pertandingan kemarin cukup aneh. Kami bermain di kandang sendiri dengan stadion penuh, sekitar 56 ribu penonton. Dalam situasi seperti itu, seharusnya tidak ada hasil lain selain kemenangan," kata Diky kepada awak media.

"Itu sudah menjadi hal yang sangat baik apabila bisa menang. Namun kenyataannya kami kalah. Kami tidak mampu mencetak gol dan banyak membuang peluang," jelasnya.

Tentu kekalahan ini menjadi pukulan telak tersendiri. Apalagi, Persija baru jor-joran membeli banyak pemain anyar untuk mengarungi sisa musim ini.

Beberapa nama beken didatangkan. Sebut saja Mauro Zijlstra, Shayne Pattynama, hingga Fajar Fathurrahman.

Namun, Mauricio Souza masih belum banyak memberi kesempatan para pemain buat unjuk kebolehan di atas lapangan saat jumpa Arema FC.

Baca Juga: Sanksi Kartu Kuning Paksa Mauricio Souza Absen, Ricky Nelson Pimpin Persija di Kandang Bali United

"Sejujurnya, teman-teman Jakmania berharap bisa melihat pemain-pemain baru Persija tampil lebih banyak. Misalnya Shane Pattynama yang belum dimainkan secara konsisten. Kalau tidak salah, baru bermain saat melawan Persita," jelasnya.

"Begitu juga dengan Paulo Ricardo, kami belum benar-benar melihat performanya secara utuh. Jadi bagaimana kita bisa menilai apakah transfer ini berhasil atau tidak jika mereka belum teruji secara maksimal?" ia menambahkan.

Perjuangan Persija untuk jadi juara musim ini memang belum tertutup, namun berat.

Selisih poin dengan pemuncak klasemen sementara Persib Bandung pun jadi lebar usai kekalahan dari Arema FC. Oleh sebab itu, Macan Kemayoran wajib menang di sisa laga yang ada, tak lagi boleh terpeleset.

"Jika targetnya masih juara, maka hasil-hasil seperti ini (kalah) harus dihentikan. Kalau tidak salah, Persija sudah lima kali kalah musim ini," terangnya.

"Secara teori, jika kekalahan sudah lebih dari lima kali, akan sulit mengejar gelar juara, kecuali terjadi hal-hal luar biasa lainnya."

"Memang ini baru satu kekalahan terakhir, tetapi situasinya sulit diterima karena terjadi di kandang sendiri. Seharusnya kandang menjadi tempat yang paling menakutkan bagi lawan."

"Namun kenyataannya kami kalah melalui dua serangan balik dari Arema. Seharusnya pelatih bisa mengetahui di mana letak kelemahan tersebut," pungkasnya.

Load More