- Pertandingan Serie A antara Cremonese versus Genoa berakhir imbang tanpa gol di Italia, mempertahankan posisi klasemen mereka.
- Kiper Emil Audero mendapatkan pujian tinggi atas penampilan gemilang dan penyelamatan penting sepanjang laga krusial tersebut.
- Hasil seri ini melanjutkan tren kurang meyakinkan kedua tim yang berada dekat zona degradasi Serie A Italia.
Suara.com - Laga antara Cremonese vs Genoa dalma lanjutan Serie A Italia berakhir tanpa gol. Meski begitu, penampilan kiper Timnas Indonesia, Emil Audero mendapat pujian.
Hasil ini membuat Cremonese dan Genoa sama-sama mengoleksi 23 poin di posisi ke-15 dan ke-16, hanya terpaut dua angka dari zona degradasi yang ditempati Fiorentina.
Pelatih Cremonese, Davide Nicola, tetap mengandalkan skema 3-5-2 dengan Emil Audero di bawah mistar serta duet Djuric-Vardy di lini depan.
Sementara kubu tamu yang diasuh Daniele De Rossi memakai pola serupa dengan Colombo dan Vitinha sebagai ujung tombak.
Laga berjalan ketat dan sarat pelanggaran. Peluang emas pertama lahir dari bola mati ketika Ruslan Malinovskyi merancang skema yang disambut tembakan Messias. Namun, Audero tampil sigap menepis bola.
Memasuki paruh kedua, tempo meningkat. Cremonese tampil lebih agresif dan sempat mengancam lewat Thorsby, tetapi penyelesaian akhir kurang maksimal.
Hingga empat menit masa tambahan waktu berakhir, tak ada gol tercipta. Kedua tim harus puas berbagi angka.
Mengutip laporan media Italia, penampilan Emil Audero di laga melawan Genoa bisa dibilang sangat sempurna.
"Emil Audero tampil sebagai salah satu pemain terbaik dengan sejumlah penyelamatan penting," ulas Oggi Sport Notize.
Baca Juga: John Herdman Sudah Gatal Pimpin Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
Emil menurut laporan media Italia itu mendapatkan nilai 7, lebih baik dibanding kiper Genoa, Bart Verbruggen Bijlow yang mendapat nilai 6.
Meski penampilan Emil Audero terbilang sangat bangus, hasil imbang ini memperpanjang tren kurang meyakinkan kedua tim.
Cremonese datang dengan tiga kekalahan beruntun, sedangkan Genoa sebelumnya tumbang dua kali, termasuk kekalahan dramatis dari Napoli.
Kontributor: M.Faqih
Berita Terkait
-
John Herdman Sudah Gatal Pimpin Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
-
Duel Panas Cremonese vs Genoa Menjadi Pertaruhan Harga Diri Emil Audero
-
John Herdman soal Liga 2: Pemain Lagi Berjuang ke Level Berikutnya
-
Blusukan ke Liga 2! John Herdman Bidik Bintang Muda untuk Timnas Indonesia
-
Nasib Pratama Arhan di Timnas Indonesia Terjawab, John Herdman Siapkan Kejutan di FIFA Series 2026
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Buntut Kasus Dean James, Total 25 Pemain Asing di Belanda Ikut Terseret Skandal Paspor KNVB
-
BRI Super League: Borneo FC Waspadai Kebangkitan Madura United
-
Peran Krusial Ajax Selamatkan Maarten Paes dari Jerat Sanksi KNVB
-
Ivar Jenner Blak-blakan: Belum Puas Hanya Jadi Pemanis Bangku Cadangan Dewa United
-
Thom Haye Puji Beckham dan Eliano Reijnders Usai Tampil Bersama Timnas Indonesia
-
Nasib Ranking FIFA Negara ASEAN, Timnas Indonesia Masih di Bawah Tetangga
-
Etos Kerja Lionel Messi Dibawa ke Persija Jakarta
-
Rapor Mengkilap Kapten Garuda, Media Italia Puji Aksi Jay Idzes di FIFA Series 2026
-
Bintang Persib Eliano Reijnders Dikabarkan Masuk Radar Klub Liga Azerbaijan
-
Tanpa Dua Motor Serangan, Bhayangkara FC Hadapi Persija dalam Kondisi Pincang