-
John Herdman memantau langsung laga Liga 2 antara Garudayaksa FC melawan tim Persekat Tegal.
-
Pemantauan dilakukan untuk mencari bibit muda dan memahami ekosistem sepak bola nasional secara menyeluruh.
-
Herdman berkomitmen melihat kualitas fasilitas dan intensitas kompetisi di setiap kasta sepak bola.
Suara.com - Arsitek utama Timnas Indonesia yakni John Herdman tertangkap kamera berada di tribun Stadion Pakansari.
Kehadirannya pada Sabtu 14 Februari 2026 tersebut bertujuan memantau pertandingan antara Garudayaksa FC melawan Persekat.
Laga panas dalam lanjutan kompetisi Championship League 2025-2026 ini menjadi sasaran pengamatan langsung sang pelatih.
Langkah taktis ini membuktikan komitmen besar pria asal Kanada tersebut dalam membangun kekuatan dari dasar.
Fenomena pelatih timnas memantau liga kasta kedua tentu mengundang decak kagum sekaligus perhatian publik sepak bola.
Herdman merasa perlu melihat secara langsung bagaimana dinamika kompetisi di luar kasta tertinggi atau Super League.
Eksperimen pemantauan ini dilakukan agar ia memiliki pemahaman yang utuh mengenai ekosistem sepak bola di tanah air.
Aspek yang diperhatikan mencakup kualitas infrastruktur stadion hingga bagaimana atmosfer yang tercipta selama pertandingan berlangsung.
John Herdman menegaskan bahwa memantau level di bawah divisi utama adalah sebuah keharusan bagi tim pelatih.
Baca Juga: John Herdman Sebut Piala AFF 2026 Ujian Nyata Kedalaman Skuad Garuda Sebelum Menuju Piala Asia 2027
“Sangat penting untuk memahami apa yang ada di bawah divisi pertama (Super League) di sini," kata John kepada awak media.
Ia yakin bahwa bakat-bakat besar tidak hanya berkumpul di liga utama namun juga tersebar luas.
Keyakinan tersebut membawanya untuk lebih jeli dalam mengamati setiap pergerakan pemain di lapangan hijau Pakansari.
Herdman merasa bahwa pemain yang berlaga di kasta bawah memiliki determinasi tinggi untuk segera naik kelas.
“Penting untuk mengetahui pemain muda mana yang sedang muncul,” sambung eks juru taktik timnas Kanada itu.
Interaksi langsung dengan lingkungan Liga 2 memberikan perspektif baru bagi penyusunan kerangka tim nasional masa depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Liburan Agustus Lebih Hemat! Ada Diskon di Wisata Nako Pasir Angin Bareng BRI
-
Satgas Galapana DPR RI ke Ruteng, Kumpulkan Menteri hingga Bos BUMN untuk Tangani Korban Gempa
-
Bangunan Dapur MBG di Muara Enim Jadi Sasaran Maling, Motor dan Ponsel Raib
-
Pasar Murah HUT RI Digelar di 5 Kecamatan Palembang, Ada Diskon Belanja Rp10 Ribu
-
Kado Anniversary Sempat Bikin Mahalini Kesal, Rizky Febian Bongkar Rencana Rahasianya
-
Apakah Serum Vitamin C Boleh Dipakai Malam Hari? Ini Waktu Terbaik Agar Glowing Maksimal
-
Review Skintific 2% Salicylic Acid, Serum Ampuh Bikin Jerawat Meradang Langsung Kempes
-
73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla
-
Apresiasi Pidato Prabowo, Jubir PSI: Pertumbuhan Ekonomi Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat
-
Pengamat Kejaksaan: Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Anggota Tim 9