- Royston Drenthe bersinar setelah membawa Belanda U-21 juara Eropa, lalu pindah ke Real Madrid dari Feyenoord.
- Setelah Madrid, kariernya menurun drastis, ia berkelana di beberapa klub dan juga aktif sebagai rapper.
- Pada 2025, Drenthe terserang lung emboli dan stroke, kini fokus pemulihan kondisi fisik di usia 38 tahun.
Suara.com - Royston Drenthe pernah bersinar terang di Eropa. Dari akademi Feyenoord hingga bergabung dengan raksasa Spanyol Real Madrid, kariernya bak cerita dongeng.
Drenthe mencuri perhatian sejak debut profesional pada 2006. Kariernya melesat usai membawa Belanda U-21 juara Eropa.
Penampilan impresif itu membuat Real Madrid kepincut, meski baru memainkan 29 laga bersama Feyenoord.
Transfernya ke Santiago Bernabeu pun tak lepas dari drama. Drenthe bahkan menempuh jalur hukum demi memuluskan kepindahannya.
Namun kariernya di ibu kota Spanyol tak bertahan lama. Setelah 46 penampilan di tim utama, ia dipinjamkan ke Hercules pada 2010 dan sejak itu performanya menurun.
Setelah meninggalkan Real Madrid, Drenthe berkelana ke berbagai klub, mulai dari Everton, Baniyas Club, Alania Vladikavkaz, hingga kembali ke Belanda bersama Sparta dan Kozakken Boys.
Di luar lapangan, Drenthe juga dikenal sebagai rapper dengan nama panggung Roya2Faces.
Ia sempat berkolaborasi dengan mantan pemain top, Ryan Babel.
Selain itu, ia merilis buku autobiografi yang mengungkap sisi lain kehidupannya, termasuk pengakuan kurang disiplin selama berkarier sebagai pesepak bola.
Baca Juga: Dominik Szoboszlai Bikin Panik Liverpool Usai Sebut Real Madrid Klub Impian Masa Kecil
Dalam kehidupan pribadi, Drenthe adalah ayah dari delapan anak yang lahir dari lima hubungan berbeda.
Sejak 2023, Drenthe bekerja sebagai pendukung layanan dan petugas keamanan di unit High & Intensive Care (HIC) di sejumlah klinik psikiatri di Belanda.
Ia juga sesekali tampil di program televisi dan acara bincang-bincang olahraga.
Pada 2025, publik dikejutkan kabar bahwa Drenthe mengalami lung emboli atau penyumbatan mendadak pada satu atau lebih arteri pulmonalis di paru-paru, sebelum akhirnya terserang stroke.
Meski selamat, ia menghadapi konsekuensi fisik serius.
Melalui program televisi Nog 1 Keer Fit di NPO 3, terlihat Drenthe berjuang keras memulihkan kondisi tubuhnya.
Di usia 38 tahun, ia bertekad bangkit dari fase terberat dalam hidupnya.
Kontributor: Adam Ali
Berita Terkait
-
Dominik Szoboszlai Bikin Panik Liverpool Usai Sebut Real Madrid Klub Impian Masa Kecil
-
Raheem Sterling Terkendala Izin Kerja, Belum Bisa Latihan Bersama Feyenoord
-
Bantai Real Sociedad 4-1, Real Madrid Geser Barcelona dari Puncak Klasemen
-
Carlo Ancelotti Perpanjang Kontrak di Brasil hingga 2030, Kantongi Gaji Rp170 Miliar
-
Resmi! Dayot Upamecano Perpanjang Kontrak di Bayern Munich, Real Madrid dan PSG Gigit Jari
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Pertemuan Rahasia dengan DFB, Julian Nagelsmann Siap Mundur dari Timnas Jerman
-
Tersingkir di Piala Dunia 2026, Riyad Mahrez Nyatakan Pensiun dari Timnas Aljazair?
-
Lagi-lagi, Cristiano Ronaldo Cetak Rekor Menterang di Timnas Portugal
-
Melempem Lawan Austria, Lamine Yamal Santai: Terpenting Timnas Spanyol Menang!
-
Pasrah dengan Gaya, Ini Ucapan Pelatih Tanjung Verde Jelang Hadapi Argentina
-
PSSI Prioritaskan SUGBK Jadi Venue FIFA ASEAN Cup 2026, Stadion Pendamping Masih Diseleksi
-
Swiss Singkirkan Aljazair 2-0, Granit Xhaka dkk Melaju ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
-
Lionel Scaloni Bantah Argentina Diuntungkan Wasit di Piala Dunia 2026: Jangan Percaya Media Sosial
-
Gol Cristiano Ronaldo saat Portugal Kalahkan Kroasia Akhiri Kutukan 20 Tahun di Piala Dunia
-
Ronaldo Cetak Sejarah Baru Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Kroasia