-
Emil Audero catatkan 94 penyelamatan dan puncaki rating kiper terbaik di Serie A Italia.
-
Statistik Audero di Cremonese melampaui kiper bintang seperti Mike Maignan dan juga Yann Sommer.
-
Performa gemilang Audero memperbesar peluangnya menjadi kiper utama Timnas Indonesia pada Maret 2026.
Suara.com - Panggung tertinggi sepak bola Italia musim 2025/2026 menjadi saksi kehebatan penjaga gawang asal Indonesia, Emil Audero.
Emil Audero yang kini membela Cremonese tampil sangat impresif di bawah mistar gawang sepanjang kompetisi bergulir.
Angka-angka statistik menunjukkan bahwa pemain kelahiran Mataram ini merupakan salah satu tembok pertahanan tersulit ditembus.
Berdasarkan data terbaru dari Stat Muse, Audero saat ini memegang rekor penyelamatan terbanyak di kasta utama.
Pemain berusia 29 tahun tersebut tercatat sudah melakukan aksi heroik sebanyak 94 kali penyelamatan krusial.
Pencapaian luar biasa ini membuat namanya melesat melampaui deretan penjaga gawang ternama di Liga Italia.
Ia unggul tipis dari kiper Sassuolo, Arijanet Muric, yang menguntit di posisi kedua dengan selisih tiga angka.
Sementara itu, Elia Caprile yang mengawal gawang Cagliari berada di urutan ketiga dengan jarak lima penyelamatan.
Hal yang paling mencolok adalah bagaimana Audero meninggalkan para bintang dari klub raksasa Italia musim ini.
Baca Juga: PSM Panggil Ricky Pratama Usai Dugaan Penganiayaan, Singgung Proses Hukum
Mike Maignan yang membela AC Milan justru tercecer jauh di peringkat kesembilan dalam daftar penyelamatan.
Kiper andalan Juventus, Michele Di Gregorio, bahkan hanya mampu menempati posisi ke-14 dalam statistik tersebut.
Lebih mengejutkan lagi, Yann Sommer yang bermain untuk Inter Milan berada satu tingkat di bawah Di Gregorio.
Kualitas Audero semakin terlihat mengkilap jika meninjau jumlah pertandingan yang telah ia lalui sejauh ini.
Ia mengumpulkan 94 penyelamatan tersebut hanya dalam kurun waktu 21 penampilan bersama skuat Cremonese.
Rasio ini jauh lebih efisien dibandingkan Muric yang butuh 24 laga atau Caprile dengan 25 pertandingan.
Maignan, Di Gregorio, hingga Sommer tercatat memiliki jam terbang yang lebih tinggi namun saves yang minim.
Tidak mengherankan jika penjaga gawang kelahiran 18 Januari 1997 ini dianugerahi rating performa yang sangat tinggi.
Laman statistik mencatat Audero mengantongi nilai rata-rata sebesar 7,16 berkat konsistensinya yang luar biasa di lapangan.
Angka tersebut setara dengan torehan kiper Atalanta, Marco Carnesecchi, yang sudah merumput dalam 25 laga musim ini.
Audero sukses mempecundangi rating Mike Maignan yang hanya mendapat 7,6 serta Yann Sommer di angka 6,77.
Michele Di Gregorio juga harus mengakui keunggulan kiper kebanggaan Nusa Tenggara Barat ini dengan nilai 6,74.
Performa gemilang di level klub ini menjadi modal berharga bagi Audero menjelang agenda internasional mendatang.
Banyak pihak memprediksi ia akan menjadi pilihan utama di bawah mistar Timnas Indonesia pada FIFA Series.
Maret 2026 akan menjadi pembuktian siapa yang layak menjadi nomor satu di antara dirinya dan Maarten Paes.
Meski persaingan sangat ketat, momentum saat ini terlihat lebih berpihak kepada mantan pemain Sampdoria tersebut.
Apalagi mengingat kondisi Maarten Paes yang baru saja berpindah klub dari FC Dallas menuju Ajax Amsterdam.
Sejak kepindahannya di pertengahan musim, Paes terpantau belum mendapatkan menit bermain reguler di kompetisi resmi Belanda.
Di sisi lain, Emil Audero sedang berada dalam periode emas dengan kondisi fisik dan mental yang prima.
Sejak resmi menjadi warga negara Indonesia tahun lalu, Audero sudah enam kali dipanggil masuk ke dalam skuat Timnas Indonesia.
Dari total panggilan tersebut, ia berhasil mencatatkan empat kali penampilan sebagai starter bagi skuat Garuda.
Hingga saat ini, tercatat ia hanya dua kali duduk di bangku cadangan saat posisi utama diambil Paes.
Kondisi statistik yang timpang musim ini bisa saja mengubah peta kekuatan di sektor penjaga gawang tim nasional.
Keandalan Audero dalam mematahkan peluang lawan di Serie A tentu menjadi pertimbangan besar bagi staf kepelatihan.
Publik tanah air pun menantikan aksi heroik kiper yang memiliki darah Indonesia-Italia ini dalam balutan seragam merah putih.
Dengan sisa musim yang masih berjalan, peluang Audero menambah pundi-pundi penyelamatannya di Italia masih sangat terbuka lebar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
Terkini
-
Pulang Kampung, Kiper Persib Teja Paku Alam Targetkan Kemenangan atas Semen Padang
-
Pastikan Kondisi Bugar, Julio Cesar Siap Hadapi Semen Padang
-
Link Live Streaming PSS Sleman vs Persipal Palu: Peluang Super Elja Nyaman di Puncak
-
Laga Beda Misi, Ini Link Live Streaming Persiku Kudus vs Kendal Tornado FC
-
Link Live Streaming PSM Makassar vs Persis Solo, Tontonan Duel Sengit di Parepare!
-
Penjelasan Resmi PSSI Soal Pemain Timnas Indonesia Bermasalah Paspor di Liga Belanda
-
Jangan Salah Paham! Ini Beda Skandal Dokumen Malaysia vs Paspoortgate Pemain Timnas Indonesia
-
Bos Eredivisie Beberkan 2 Opsi Agar Pemain Timnas Indonesia Bisa Kembali Bermain di Belanda
-
3 Negara Kuat yang Absen di Piala Dunia 2026 Bisa Jadi Lawan Timnas Indonesia di FIFA Matchday
-
Daftar Skuad Timnas Futsal Indonesia di Piala AFF 2026, Ada Muhammad Albagir