Bola / Liga Spanyol
Selasa, 17 Februari 2026 | 19:30 WIB
Rekor Buruk Jose Mourinho vs Real Madrid, Alvaro Arbeloa Kasih Pernyataan Mengejutkan [Instagram]
Baca 10 detik
  • Benfica menjamu Real Madrid dalam leg pertama play-off Liga Champions, dengan Madrid lebih difavoritkan menurut simulasi Opta.
  • Kiper Benfica, Trubin, sebelumnya mencetak gol dramatis, sementara Madrid memiliki rekor Eropa yang kurang stabil akhir-akhir ini.
  • Kedua tim sama-sama kuat dalam serangan langsung; Benfica termotivasi menang kandang setelah mengalahkan Madrid sebelumnya.

Suara.com - Pertarungan sengit kembali tersaji di babak play-off Liga Champions saat Benfica menjamu Real Madrid pada leg pertama, Rabu (18/2) dinihari WIB.

Pada pertemuan sebelumnya, Benfica menang 4-2 lewat gol dramatis kiper Anatoliy Trubin di menit ke-98.

Gol tersebut membuat Trubin menjadi kiper kelima yang mencetak gol di Liga Champions, mengikuti jejak Jorg Butt, Sinan Bolat, Vincent Enyeama, dan Ivan Provedel.

Kini, pertanyaannya mampukah Jose Mourinho kembali merancang mimpi buruk bagi mantan klubnya?

Menurut simulasi Opta dari 10.000 percobaan, Madrid lebih difavoritkan dengan peluang menang 49 persen.

Benfica hanya memiliki probabilitas kemenangan 27,2 persen, sementara 23,8 persen laga diprediksi berakhir imbang.

Starting line-up Real Madrid ketika menghadapi Benfica di Liga Champions 2025/2026. (Instagram/@realmadrid)

Secara historis, Benfica memang kurang konsisten melawan tim Spanyol.

Mereka hanya menang dua kali dari delapan laga terakhir kontra klub LaLiga.

Namun menariknya, dua kemenangan itu terjadi di kandang dan selalu dengan empat gol tercipta.

Baca Juga: Jelang Galatasaray vs Juventus, Luciano Spalletti Ultimatum Pemain Bianconeri

Benfica sedang percaya diri. Mereka tak terkalahkan dalam lima laga terakhir di semua kompetisi.

Di Liga Champions, pasukan Mourinho juga selalu menang dalam dua laga kandang terakhir, termasuk saat menumbangkan Madrid.

Di sisi lain, Alvaro Arbeloa mulai menemukan stabilitas.

Madrid menyapu bersih enam laga LaLiga di bawah arahannya dan terus bersaing ketat dengan Barcelona di puncak klasemen.

Namun performa Eropa masih jadi tanda tanya. Dari 11 laga Liga Champions terakhir, Madrid kalah enam kali dan menang lima kali.

Kekuatan utama mereka ada di lini serang. Madrid mencetak 21 gol di fase liga, sejajar dengan PSG.

Duet Vinicius Junior dan Kylian Mbappe menjadi kombinasi paling mematikan musim ini.

Menariknya, Benfica dan Madrid sama-sama menjadi tim dengan gol terbanyak dari skema serangan langsung di Liga Champions musim ini (empat gol). Madrid bahkan menjadi tim dengan direct attack terbanyak (29).

Mourinho menyebut Madrid sebagai tim yang terluka dan berbahaya.

Sementara Arbeloa ingin timnya tampil lebih solid dan tak mengulangi kesalahan di pertemuan sebelumnya.

Leg pertama ini akan sangat menentukan. Benfica ingin mengulang keajaiban di kandang, sementara Madrid berambisi membawa keunggulan ke Santiago Bernabeu.

Kontributor: Adam Ali

Load More