Bola / Bola Indonesia
Selasa, 17 Februari 2026 | 19:28 WIB
Emil Audero (Cremonese)
Baca 10 detik
  • Emil Audero catatkan 94 penyelamatan dan puncaki rating kiper terbaik di Serie A Italia.

  • Statistik Audero di Cremonese melampaui kiper bintang seperti Mike Maignan dan juga Yann Sommer.

  • Performa gemilang Audero memperbesar peluangnya menjadi kiper utama Timnas Indonesia pada Maret 2026.

Suara.com - Panggung tertinggi sepak bola Italia musim 2025/2026 menjadi saksi kehebatan penjaga gawang asal Indonesia, Emil Audero.

Emil Audero yang kini membela Cremonese tampil sangat impresif di bawah mistar gawang sepanjang kompetisi bergulir.

Angka-angka statistik menunjukkan bahwa pemain kelahiran Mataram ini merupakan salah satu tembok pertahanan tersulit ditembus.

Berdasarkan data terbaru dari Stat Muse, Audero saat ini memegang rekor penyelamatan terbanyak di kasta utama.

Pemain berusia 29 tahun tersebut tercatat sudah melakukan aksi heroik sebanyak 94 kali penyelamatan krusial.

Pencapaian luar biasa ini membuat namanya melesat melampaui deretan penjaga gawang ternama di Liga Italia.

Ia unggul tipis dari kiper Sassuolo, Arijanet Muric, yang menguntit di posisi kedua dengan selisih tiga angka.

Sementara itu, Elia Caprile yang mengawal gawang Cagliari berada di urutan ketiga dengan jarak lima penyelamatan.

Hal yang paling mencolok adalah bagaimana Audero meninggalkan para bintang dari klub raksasa Italia musim ini.

Baca Juga: PSM Panggil Ricky Pratama Usai Dugaan Penganiayaan, Singgung Proses Hukum

Mike Maignan yang membela AC Milan justru tercecer jauh di peringkat kesembilan dalam daftar penyelamatan.

Kiper andalan Juventus, Michele Di Gregorio, bahkan hanya mampu menempati posisi ke-14 dalam statistik tersebut.

Lebih mengejutkan lagi, Yann Sommer yang bermain untuk Inter Milan berada satu tingkat di bawah Di Gregorio.

Kualitas Audero semakin terlihat mengkilap jika meninjau jumlah pertandingan yang telah ia lalui sejauh ini.

Ia mengumpulkan 94 penyelamatan tersebut hanya dalam kurun waktu 21 penampilan bersama skuat Cremonese.

Rasio ini jauh lebih efisien dibandingkan Muric yang butuh 24 laga atau Caprile dengan 25 pertandingan.

Maignan, Di Gregorio, hingga Sommer tercatat memiliki jam terbang yang lebih tinggi namun saves yang minim.

Tidak mengherankan jika penjaga gawang kelahiran 18 Januari 1997 ini dianugerahi rating performa yang sangat tinggi.

Laman statistik mencatat Audero mengantongi nilai rata-rata sebesar 7,16 berkat konsistensinya yang luar biasa di lapangan.

Angka tersebut setara dengan torehan kiper Atalanta, Marco Carnesecchi, yang sudah merumput dalam 25 laga musim ini.

Audero sukses mempecundangi rating Mike Maignan yang hanya mendapat 7,6 serta Yann Sommer di angka 6,77.

Michele Di Gregorio juga harus mengakui keunggulan kiper kebanggaan Nusa Tenggara Barat ini dengan nilai 6,74.

Performa gemilang di level klub ini menjadi modal berharga bagi Audero menjelang agenda internasional mendatang.

Banyak pihak memprediksi ia akan menjadi pilihan utama di bawah mistar Timnas Indonesia pada FIFA Series.

Maret 2026 akan menjadi pembuktian siapa yang layak menjadi nomor satu di antara dirinya dan Maarten Paes.

Meski persaingan sangat ketat, momentum saat ini terlihat lebih berpihak kepada mantan pemain Sampdoria tersebut.

Apalagi mengingat kondisi Maarten Paes yang baru saja berpindah klub dari FC Dallas menuju Ajax Amsterdam.

Sejak kepindahannya di pertengahan musim, Paes terpantau belum mendapatkan menit bermain reguler di kompetisi resmi Belanda.

Di sisi lain, Emil Audero sedang berada dalam periode emas dengan kondisi fisik dan mental yang prima.

Sejak resmi menjadi warga negara Indonesia tahun lalu, Audero sudah enam kali dipanggil masuk ke dalam skuat Timnas Indonesia.

Dari total panggilan tersebut, ia berhasil mencatatkan empat kali penampilan sebagai starter bagi skuat Garuda.

Hingga saat ini, tercatat ia hanya dua kali duduk di bangku cadangan saat posisi utama diambil Paes.

Kondisi statistik yang timpang musim ini bisa saja mengubah peta kekuatan di sektor penjaga gawang tim nasional.

Keandalan Audero dalam mematahkan peluang lawan di Serie A tentu menjadi pertimbangan besar bagi staf kepelatihan.

Publik tanah air pun menantikan aksi heroik kiper yang memiliki darah Indonesia-Italia ini dalam balutan seragam merah putih.

Dengan sisa musim yang masih berjalan, peluang Audero menambah pundi-pundi penyelamatannya di Italia masih sangat terbuka lebar.

Load More