-
Persib Bandung berupaya membalikkan defisit agregat 0-3 melawan Ratchaburi FC di Stadion GBLA.
-
Bojan Hodak mengakui banyak kesalahan di leg pertama namun optimis bisa tampil lebih baik.
-
Kehadiran penuh supporter Bobotoh diharapkan menjadi motivasi tambahan untuk meraih hasil positif di kandang.
Perjalanan Persib untuk melaju ke babak berikutnya tergolong sangat terjal akibat kekalahan telak di Thailand.
Defisit tiga gol menjadi beban yang harus dipikul para pemain sejak menit awal peluit dibunyikan wasit.
Walaupun agregat 0-3 terlihat sangat berat, Hodak menolak untuk mengibarkan bendera putih lebih awal di kandang.
Logika sepak bola seringkali memunculkan kejutan yang tidak terduga bagi tim yang terus berjuang keras.
"Skor 3-0 adalah hasil yang sulit untuk dibatalkan. Tapi kamu tidak pernah tahu dalam sepak bola, semuanya mungkin. Jadi kita akan keluar, mencoba yang terbaik, dan saya harap mendapatkan hasil positif," ucapnya.
Dukungan masif dari para pendukung setia, Bobotoh, diprediksi akan menjadi pembeda pada pertandingan malam nanti.
Kehadiran ribuan penonton diharapkan mampu meruntuhkan mentalitas para pemain Ratchaburi FC selama laga berlangsung.
Atmosfer GBLA yang dikenal angker bagi tim tamu diharapkan kembali menunjukkan tuahnya bagi tuan rumah Persib.
Motivasi pemain biasanya akan berlipat ganda saat mendengar sorak-sorai semangat dari seluruh tribun stadion.
Baca Juga: 2 Faktor yang Bikin Ronald Koeman Jr Mau Main di Persib, Pundit Belanda: Itu Kesempatan Emas!
“Saya berharap bahwa kita akan memiliki stadion yang penuh,” tutupnya.
Persib Bandung membutuhkan kemenangan dengan selisih minimal empat gol untuk langsung memastikan tiket kelolosan mereka.
Kedisiplinan di lini pertahanan juga menjadi kunci agar gawang mereka tidak kembali kebobolan oleh penyerang lawan.
Transisi dari bertahan ke menyerang harus dilakukan dengan sangat cepat agar lawan tidak sempat berorganisasi.
Seluruh jajaran tim kini fokus sepenuhnya untuk memberikan kebahagiaan bagi masyarakat Jawa Barat di kancah internasional.
Semangat juang tinggi menjadi syarat mutlak bagi Marc Klok dan kolega jika ingin terus melaju.
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Jangan Salah Paham! Ini Beda Skandal Dokumen Malaysia vs Paspoortgate Pemain Timnas Indonesia
-
Bos Eredivisie Beberkan 2 Opsi Agar Pemain Timnas Indonesia Bisa Kembali Bermain di Belanda
-
3 Negara Kuat yang Absen di Piala Dunia 2026 Bisa Jadi Lawan Timnas Indonesia di FIFA Matchday
-
Daftar Skuad Timnas Futsal Indonesia di Piala AFF 2026, Ada Muhammad Albagir
-
Pelatih Belanda Kasih Tantangan untuk Ivar Jenner, Apa Itu?
-
Media Bulgaria Kagum dengan Permainan dan Mental Timnas Indonesia
-
Alasan Maarten Paes Lolos dari Polemik Paspor Tak Seperti Dean James Hingga Nathan Tjoe-A-On
-
Pelatih Belanda Angkat Topi dengan Penampilan Ivar Jenner Bersama Timnas Indonesia
-
Berpisah dengan John Herdman, Nova Arianto Mulai Blusukan Bentuk Timnas Indonesia U-20
-
Timnas Indonesia Disebut Calon Juara Piala AFF 2026 Usai Tampil Garang Lawan Bulgaria