- Persita Tangerang kalah tipis 0-1 dari Persib Bandung pada pekan ke-22 BRI Liga 1 2025/26 di Bandung.
- Kiper Persita, Igor Rodrigues, mendapat kartu merah, memaksa Hokky Caraka menjadi kiper darurat karena kram.
- Pelatih Persita menilai timnya pantas mendapatkan setidaknya satu poin meskipun gagal meraih hasil maksimal.
Suara.com - Persita Tangerang membawa cerita unik saat bertandang ke markas Persib Bandung pada pekan ke-22 BRI Super League 2025/26. Dalam laga yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu (22/2), tim tamu harus mengakui keunggulan tuan rumah 0-1 lewat gol Andrew Jung.
Meski kalah tipis, Persita menunjukkan perlawanan sengit di hadapan publik Bandung. Tim berjuluk Pendekar Cisadane tampil tanpa rasa gentar, bahkan harus menghadapi situasi tak biasa ketika penyerang mereka, Hokky Caraka, dipaksa menjadi kiper darurat di menit-menit akhir.
Kejadian itu bermula ketika penjaga gawang Igor Rodrigues nekat maju membantu serangan demi memburu gol penyeimbang. Namun situasi berbalik saat Persib melancarkan serangan balik cepat. Igor terpaksa melakukan pelanggaran terhadap Beckham Putra yang berujung kartu merah.
Karena jatah pergantian pemain sudah habis, pelatih Carlos Pena tak punya pilihan selain mengorbankan Hokky sebagai penjaga gawang sementara. Keputusan itu ternyata bukan karena Hokky memiliki kemampuan khusus sebagai kiper.
“Alasannya karena Hokky sempat merasa kram dan tidak bisa banyak berlari. Dia menyelesaikan pertandingan dengan rasa kram, jadi kami menempatkannya sebagai penjaga gawang,” ujar Pena di laman resmi ILeague.
Pelatih asal Spanyol berusia 42 tahun itu mengaku kecewa timnya gagal membawa pulang poin dari Bandung. Menurutnya, performa dan karakter yang ditunjukkan anak asuhnya layak mendapatkan setidaknya satu angka.
“Sayangnya kami tidak bisa bawa pulang poin dari sini, setidaknya satu poin, menurut saya para pemain dan tim saya pantas mendapatkannya. Kami datang ke sini bermain dengan kepribadian dan karakter,” tutup Pena.
Berita Terkait
-
Update Kondisi Pemain Persib Jelang Hadapi Madura United, Marc Klok Comeback?
-
Absen Lawan Persita, Bojan Hodak Sebut Layvin Kurzawa Bakal Menggila Saat Persib vs MU
-
Joey Pelupessy Terciduk Nongkrong di Bench FC Groningen, Batal Gabung Persib Bandung?
-
2 Fakta Unik Debut Dion Markx Bersama Persib Bandung
-
Carlos Pena Ungkap Penyebab Hokky Caraka Terpaksa Pakai Sarung Tangan Lawan Persib Bandung
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Update Kondisi Pemain Persib Jelang Hadapi Madura United, Marc Klok Comeback?
-
Comeback Fenomenal Pemain Keturunan Indonesia, Tampil Impresif Usai Pulih dari Cedera ACL
-
Prediksi Inter Milan vs Bodo/Glimt: Misi Comeback Nerazzurri di San Siro
-
Prediksi Atletico Madrid vs Club Brugge: Duel Hidup-Mati di Metropolitano, Siapa Lolos ke 16 Besar?
-
Erick Thohir Waspadai Kekuatan Tersembunyi St Kitts and Nevis
-
St. Kitts and Nevis Disebut Bisa Bikin Timnas Indonesia Naik Level
-
Bayang-bayang Berlin 1936, Jerman Tetap Pertimbangkan Bidding Tuan Rumah Olimpiade 2036
-
Jordi Cruyff Didesak Tunjuk Eks Pelatih Eliano Reijnders Latih Maarten Paes Cs
-
Erick Thohir Sebut FIFA Series 2026 Panggung John Herdman Bangun Era Baru Timnas Indonesia
-
Bek Manchester United Dijatuhi Larangan Mengemudi 6 Bulan