- Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, marah karena jurnalis Norwegia mempertanyakan rasa malu kekalahan dari Bodo/Glimt.
- Chivu menegaskan tidak ada yang memalukan dalam sepak bola dan menyoroti rasa hormat pada lawan.
- Inter Milan harus menang minimal dua gol di San Siro setelah kalah 1-3 pada leg pertama di Aspmyra.
Suara.com - Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, meluapkan emosinya dalam konferensi pers jelang laga krusial leg kedua play-off 16 Besar Liga Champions 2025/2026 kontra Bodo/Glimt.
Ia tersinggung dengan pertanyaan jurnalis Norwegia yang menyebut Inter seharusnya merasa malu jika tersingkir dari Liga Champions oleh klub asal kota kecil tersebut.
Chivu tampak kesal. Ia bahkan melepas headset untuk memastikan terjemahan pertanyaan tersebut.
“Anda bahkan tertawa. Selamat,” ujar Chivu dilansir dari Football Italia.
Pelatih Inter Milan itu menegaskan bahwa tidak ada yang memalukan dalam sepak bola.
“Tidak ada yang memalukan dalam sepak bola. Ada kerja keras dari klub dan tim di kedua sisi. Kami harus menerima dan menghormati lawan. Kami menghormati Bodo, tetapi Anda tidak menghormati kami dengan menyebut kami harus malu kalah dari tim seperti itu, dari kota berpenduduk 50 ribu orang,” tegasnya.
Meski emosional, Chivu tetap menunjukkan respek kepada Bodo/Glimt. Ia mengakui performa impresif wakil Norwegia tersebut, bukan hanya saat mengalahkan Inter, tetapi juga ketika menghadapi klub-klub besar lain di Eropa.
“Kami sangat menghormati apa yang telah dilakukan Bodo melawan kami, juga di Madrid dan saat menghadapi City serta Dortmund,” lanjutnya.
Pada leg pertama di Aspmyra Stadion, Inter takluk 1-3 setelah Jens Petter Hauge mencetak gol penting bagi tuan rumah. Kini, Nerazzurri wajib menang minimal dua gol di San Siro untuk memaksakan perpanjangan waktu.
Baca Juga: Prediksi Inter Milan vs Bodo/Glimt: Misi Comeback Nerazzurri di San Siro
Chivu sebelumnya juga menegaskan bahwa para pemainnya tidak perlu terbebani target mencetak lebih dari dua gol.
Menurutnya, motivasi tambahan tak lagi dibutuhkan dalam laga sebesar ini.
“Saya tidak pernah terlalu mendengarkan pelatih sebelum atau sesudah pertandingan. Saya lebih mengandalkan rasa tanggung jawab dan kepercayaan diri saya sendiri. Tidak perlu memotivasi mereka, mereka tahu betapa pentingnya laga ini,” kata Chivu.
Dalam kesempatan yang sama, Chivu turut menyinggung kondisi mental bek andalannya, Alessandro Bastoni, yang sempat diterpa kontroversi dalam beberapa pekan terakhir.
“Kami mengalami pekan yang sulit, tetapi saya bangga dengan apa yang dia lakukan di lapangan. Tidak mudah bermain tanpa terpengaruh situasi di luar,” ujar Chivu.
Kontributor: Adam Ali
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Teori Konspirasi Usai Kegagalan Portugal: Cristiano Ronaldo Sengaja 'Disuntik Mati'
-
Ronaldo Buka-bukaan: Saya Depresi Berat, Berat Badan Naik Drastis
-
Mikel Merino Bawa Spanyol Hadapi Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026
-
Spanyol vs Belgia Seru! Skor 1-1 di Babak Pertama, Duel Sengit Rebut Tiket Semifinal
-
Pelatih Baru Portugal Jorge Jesus Tak Takut Pinggirkan Cristiano Ronaldo
-
Video Cristiano Ronaldo: Selama Ini Dihina Saya diam Tapi Hari Ini Saya Akan Lawan!
-
Kylian Mbappe: Mau Spanyol atau Belgia, Prancis Siap Tampil Habis-habisan
-
Ilmu Sains Bongkar Rahasia Ketajaman Haaland di Piala Dunia 2026: Dia Sosok Anomali
-
Nafsu Pelatih Swiss Hentikan Langkah Argentina Klaim Punya Cara Redam Lionel Messi
-
The Next Andres Escobar? Kalah dari Swiss, Pemain Kolombia Terima Ancaman Pembunuhan