- Sami Khedira meminta Vinicius Junior menunjukkan kedewasaan lebih karena ia adalah panutan bagi banyak anak muda dunia.
- Khedira menyatakan bahwa tindakan rasisme terhadap Vinicius tidak dapat ditoleransi dan wajib mendapatkan sanksi tegas.
- Mantan pemain Madrid itu memuji format baru Liga Champions yang meningkatkan tensi dan kompetisi antar tim saat ini.
Suara.com - Mantan gelandang Real Madrid, Sami Khedira, melontarkan pesan tegas kepada Vinicius Junior.
Ia menilai bintang asal Brasil itu harus memahami posisinya sebagai panutan bagi jutaan anak di seluruh dunia.
Khedira, yang pernah mempersembahkan trofi Liga Champions untuk Real Madrid dan Piala Dunia 2014 bersama Jerman, kini aktif sebagai analis dan duta sejumlah kegiatan sepak bola Eropa.
Menurut Khedira, Vinicius memang memiliki karakter ekspresif di lapangan. Namun sebagai pemain kelas dunia, ia dituntut lebih dewasa.
“Vini harus memahami bahwa dia adalah panutan bagi jutaan anak, seperti Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi dulu,” ujar Khedira dilansir dari AS.
Ia mencontohkan Cristiano Ronaldo yang di awal karier kerap menunjukkan ego tinggi, tetapi kemudian berkembang menjadi sosok pemimpin.
Hal serupa dinilai menjadi tahap berikutnya dalam perkembangan Vinicius.
Meski begitu, Khedira menegaskan tak ada pembenaran untuk tindakan rasisme.
Menanggapi dugaan insiden penghinaan rasial terhadap Vinicius dalam laga di Lisbon, ia menyatakan sikap tanpa kompromi.
Baca Juga: Media Brasil Bongkar Rahasia Eks Real Madrid yang Baru Mualaf, Dituding Jalin Hubungan Terlarang
“Jika kata-kata rasis benar diucapkan, itu tidak bisa ditoleransi dan harus mendapat sanksi berat. Tidak ada seorang pun yang berhak mendiskriminasi orang lain karena warna kulit atau asal-usulnya,” tegasnya.
Khedira juga memuji format baru Liga Champions dan Liga Europa yang dinilainya menghadirkan tensi lebih tinggi.
Menurutnya, persaingan kini jauh lebih kompetitif karena hingga laga terakhir fase grup, posisi delapan besar dan zona playoff masih belum pasti.
“Dulu tim besar bisa sedikit santai di akhir fase grup. Sekarang tidak mungkin lagi. Itu membuat kompetisi jauh lebih menarik,” katanya.
Di sisi lain, Khedira menilai dominasi finansial Premier League masih sulit ditandingi liga lain seperti La Liga dan Bundesliga.
“Secara finansial hampir mustahil bersaing dengan Inggris. Mereka sudah bertahun-tahun membangun strategi yang jelas, baik dari sisi gaya bermain maupun pemasaran internasional,” ungkapnya.
Meski demikian, ia menilai uang bukan segalanya. Kompetensi pelatih dan manajemen tetap menjadi faktor penentu kesuksesan klub.
Kontributor: Azka Putra
Berita Terkait
-
Media Brasil Bongkar Rahasia Eks Real Madrid yang Baru Mualaf, Dituding Jalin Hubungan Terlarang
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Prediksi Real Madrid vs Benfica: Misi Kunci Tiket 16 Besar di Bernabeu
-
Real Madrid Tak Terima Vinicius Jadi Korban Rasisme, Pemain Muda Mereka Malah Hina Orang China
-
UEFA Skors Sementara Prestianni usai Dugaan Rasialisme terhadap Vinicius Junior
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
-
Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
Terkini
-
2 Pemain Keturunan Indonesia Masuk Tim Terbaik Liga Belanda
-
Jelang Hidup Mati Lawan Galatasaray, Juventus Berada di Titik Terendah 15 Tahun
-
Everton Ditekuk Manchester United, David Moyes Puji Setinggi Langit Senne Lammens
-
Perobek Gawang Juventus, Mergim Vojvoda: Saya Percaya Allah SWT, Anti Takhayul
-
Lima Laga Tak Kebobolan, Ini Cara Joice Sorongan Ubah Mindset Kiper Kendal Tornado FC
-
Legenda Juventus: Saya Justru Senang Jika I Bianconeri Gagal di Liga Champions
-
Detik-detik Pelatih Inter Milan Ngamuk ke Jurnalis Gegara Ditanya Soal Ini
-
Bruno Fernandes di Ambang Pecahkan Rekor 24 Tahun Ryan Giggs di Manchester United
-
Catatan Tak Masuk Akal Pemain Keturunan Milik Akademi Barcelona, Cetak 145 Gol dari 52 Laga
-
Kurniawan Dwi Yulianto Mulai Bergerak, Timnas Indonesia U-17 Mulai Cari-cari Pemain