-
Lima pemain Timnas Indonesia sukses meningkatkan karier di liga top Eropa musim 2025/2026.
-
Maarten Paes memulai debut di Ajax sementara Jay Idzes tampil reguler di Serie A.
-
Jam terbang tinggi di Eropa diharapkan mampu mendongkrak performa Timnas Indonesia secara signifikan.
Suara.com - Tren positif menghampiri pilar Timnas Indonesia yang memutuskan untuk tetap berkarier di kancah sepak bola internasional.
Saat beberapa rekan senegaranya memilih kembali ke tanah air, 5 pemain keturunan Indonesia ini justru naik kelas ke liga elit.
Peningkatan karier ini terlihat jelas dari pemilihan klub serta jam terbang yang mereka dapatkan di lapangan.
Kualitas individu mereka kini teruji di kompetisi paling bergengsi yang ada di daratan Eropa musim 2025/2026.
Langkah berani ini menjadi bukti nyata bahwa bakat pemain Indonesia semakin diakui oleh tim-tim besar dunia.
Debut Manis Maarten Paes Bersama Ajax
Maarten Paes memimpin daftar pemain yang berhasil melakukan lompatan besar dalam perjalanan karier profesionalnya sebagai kiper.
Penjaga gawang utama skuad Garuda tersebut secara resmi meninggalkan FC Dallas untuk merapat ke Ajax Amsterdam.
Proses transfer tersebut terjadi pada 2 Februari 2026 yang langsung menyedot perhatian banyak pecinta sepak bola nasional.
Baca Juga: Kurniawan Dwi Yulianto Pimpin Seleksi Perdana 42 Pemain Timnas Indonesia U-17
Tidak butuh waktu lama bagi Paes untuk mencatatkan penampilan pertamanya di kompetisi kasta tertinggi Belanda, Eredivisie.
Ia tampil penuh sejak menit pertama saat tim barunya bermain imbang dengan skor 1-1 kontra NEC Nijmegen.
Konsistensi Jay Idzes di Kasta Tertinggi Italia
Beralih ke kompetisi Italia, Jay Idzes tetap mampu mempertahankan posisinya di kasta tertinggi sepak bola Serie A.
Meskipun klub lamanya Venezia harus turun kasta, Idzes berhasil mendapatkan tempat di skuat US Sassuolo Calcio.
Keputusannya pindah ke Sassuolo terbukti tepat karena ia langsung menjadi sosok tak tergantikan di lini belakang.
Musim ini Idzes telah mencatatkan 24 kali penampilan dengan total durasi bermain mencapai 2.250 menit di lapangan.
Catatan ini menegaskan bahwa dirinya adalah salah satu bek paling konsisten di liga yang sangat mengandalkan taktik.
Kiprah Calvin Verdonk di Liga Perancis
Peningkatan kualitas yang signifikan juga ditunjukkan oleh bek kiri tangguh Timnas Indonesia, yakni Calvin Verdonk.
Verdonk kini tercatat sebagai bagian dari skuat LOSC Lille yang bertarung di kompetisi ketat Ligue 1 Perancis.
Sejak resmi bergabung pada September 2025 lalu, kontribusi pemain bertahan ini sangat terasa bagi tim barunya tersebut.
Ia sudah terlibat dalam 21 pertandingan dengan akumulasi waktu bermain sebanyak 1.265 menit di berbagai ajang resmi.
Karier Verdonk semakin mentereng karena ia juga merasakan atmosfer persaingan di kompetisi kasta kedua Eropa, UEFA Europa League.
Kevin Diks Menembus Ketatnya Bundesliga Jerman
Petualangan baru yang tidak kalah mentereng dijalani oleh Kevin Diks yang kini merumput di Jerman.
Setelah sukses bersama FC Copenhagen, Diks memutuskan untuk menerima pinangan klub Bundesliga, Borussia Monchengladbach, pada Juli 2025.
Kemampuannya beradaptasi dengan cepat membuatnya langsung mendapatkan kepercayaan penuh untuk mengisi posisi reguler di tim inti.
Tercatat ia telah turun dalam 23 pertandingan dengan total menit bermain sebanyak 1.905 sepanjang musim kompetisi ini.
Eksistensinya di Bundesliga menunjukkan bahwa pemain Indonesia mampu bersaing secara fisik dan teknik di liga top dunia.
Emil Audero dan Harapan Besar Skuad Garuda
Melengkapi daftar lima pemain hebat tersebut, terdapat nama Emil Audero yang sedang menjalani masa peminjaman.
Audero kini dipercaya untuk mengawal gawang US Cremonese yang juga berkompetisi di kasta tertinggi Liga Italia.
Sepanjang musim ini, ia telah mencatatkan 22 penampilan dengan total durasi berada di lapangan sebanyak 1.980 menit.
Status kontraknya masih dimiliki oleh Como 1907 hingga 2028, namun ia akan membela Cremonese sampai Juni 2026.
Kehadiran para pemain di liga top Eropa ini menjadi sinyal yang sangat positif bagi masa depan Timnas Indonesia.
Pengalaman berharga di level dunia diharapkan mampu meningkatkan mentalitas bertanding tim nasional di ajang internasional mendatang.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Hattrick Sorloth Hancurkan Brugge, Atletico Madrid Resmi Amankan Tiket 16 Besar Liga Champions
-
Kondisi Terbaru Pratama Arhan Operasi Meniskus, Terancam Tak Dipanggil John Herdman
-
Perjalanan Jens Petter Hauge: Dari Bocah Bodo ke AC Milan, Kini Depak Inter dari Liga Champions
-
Inter Milan Tersingkir Tragis di Giuseppe Meazza Usai Dipermalukan Bodo Glimt dengan Agregat Telak
-
Jesus Casas Batal Latih Timnas Indonesia Berlabuh ke Klub yang Pernah Repotkan Persib Bandung
-
Rp986 Miliar vs Rp11 Triliun, Bodo/Glimt Bukti Si Kecil Bisa Menang Besar
-
Debut Gemilang Maarten Paes di Ajax Ternyata Menyisakan Rasa Sakit Hati Bagi Kiper Joeri Heerkens
-
Jay Idzes Masuk 10 Besar Bek dengan Sapuan Bola Terbanyak di Liga Italia
-
Bojan Hodak Waspadai Strategi Bertahan Madura United Saat Persib Bandung Kejar Poin Penuh Kandang
-
Pesta Gol di Bandarlampung, Paul Munster Puji Konsistensi Bhayangkara FC Tekuk Telak Semen Padang