Bola / Liga Inggris
Rabu, 25 Februari 2026 | 20:48 WIB
Goran Lackovic bersama John Terry. (Instagram/goran_lackovic)
Baca 10 detik
  • John Terry menyatakan frustrasi karena tidak dilibatkan dalam staf pelatih sementara Chelsea pasca hengkangnya Enzo Maresca.
  • Manajemen menunjuk Calum McFarlane sebagai caretaker karena kesamaan sistem permainan dengan Maresca di tim U-21.
  • Terry memiliki kualifikasi UEFA Pro Licence dan pernah menjadi asisten pelatih, namun masih kesulitan mendapat peran manajerial.

Suara.com - Legenda Chelsea, John Terry, mengaku frustrasi setelah tak dilibatkan dalam jajaran staf pelatih sementara menyusul hengkangnya Enzo Maresca pada Januari lalu.

Maresca meninggalkan Stamford Bridge secara mengejutkan setelah konflik internal di belakang layar.

Untuk dua laga krusial melawan Manchester City dan Fulham, manajemen menunjuk pelatih tim U-21, Calum McFarlane, sebagai caretaker.

Dalam wawancara di kanal YouTube Golf Life, Terry menegaskan bahwa dirinya tidak marah, tetapi kecewa atas keputusan klub.

“Bukan kesal, mungkin lebih ke frustrasi, karena saya bagian dari kelompok U-21 yang terlibat. Bahkan jika saya tidak memimpin tim, saya merasa seharusnya tetap dilibatkan,” ujar Terry dilansir dari BBC.

Ia menyadari keputusan sepenuhnya berada di tangan pemilik klub dan direktur olahraga. Namun, ia mengaku tidak mengetahui alasan pasti di balik tidak disertakannya namanya.

Secara kualifikasi, Terry bukan sosok sembarangan. Ia telah mengantongi lisensi kepelatihan hingga UEFA Pro Licence serta diploma kepemimpinan dari FIFA. Sebelumnya, ia juga pernah menjadi asisten pelatih Dean Smith di Aston Villa dan Leicester City.

Namun, manajemen Chelsea menilai McFarlane lebih tepat untuk peran sementara tersebut karena keterlibatannya yang intens bersama Maresca di tim U-21 serta kesamaan sistem permainan.

Keputusan itu terbukti efektif. McFarlane tampil cukup impresif dan kemudian dipromosikan ke staf tim utama setelah kedatangan pelatih anyar, Liam Rosenior, yang direkrut dari klub afiliasi Strasbourg.

Baca Juga: Dominasi Inggris di Liga Champions, 7 Klub Premier League Tembus 16 Besar

Kekecewaan ini bukan yang pertama bagi Terry. Tahun lalu, ia juga mengungkapkan kesulitan mendapatkan pekerjaan sebagai pelatih kepala di level English Football League.

“Ini sangat mengecewakan. Saya sudah wawancara untuk beberapa pekerjaan tapi ditolak karena kurang pengalaman sebagai pelatih utama,” katanya dalam wawancara sebelumnya.

Terry menegaskan dirinya siap memimpin tim dan yakin memiliki kapasitas sebagai manajer.

Saat ini, ruang lingkup pekerjaannya di Chelsea terbatas di akademi dan ia jarang berinteraksi dengan skuad utama, kecuali dengan pemain jebolan akademi seperti kapten tim, Reece James.

Kontributor: Adam Ali

Load More