- Suporter Torino membuang kotoran di pusat latihan sebagai protes hasil buruk tim di Serie A 2025/2026.
- Akibat performa buruk, manajemen memecat pelatih Marco Baroni dan menunjuk Roberto D'Aversa sebagai pengganti.
- Klub terancam degradasi karena berada di posisi lima belas, hanya tiga poin dari zona merah klasemen Serie A.
Suara.com - Aksi protes ekstrem dilakukan suporter Torino FC menyusul rentetan hasil buruk tim kesayangan mereka di Serie A musim 2025/2026.
Suporter yang geram diketahui membuang tumpukan kotoran di depan gerbang pusat latihan bersejarah klub, Stadio Filadelfia.
Aksi tersebut menjadi simbol kekecewaan mendalam terhadap kondisi tim yang kini terancam degradasi.
Torino saat ini berada di posisi ke-15 klasemen, hanya terpaut tiga poin dari zona merah yang ditempati Lecce di peringkat ke-18.
Performa Il Toro memang tengah merosot tajam. Dalam tujuh laga terakhir, Torino hanya meraih satu kemenangan.
Mereka juga dipermalukan Como dengan skor telak 0-6 serta tersingkir dari Coppa Italia usai kalah dari Inter Milan.
Puncaknya terjadi saat Torino dibantai 0-3 oleh Genoa CFC. Kekalahan itu membuat Genoa menyalip posisi mereka di klasemen dan semakin mendekatkan Torino ke jurang degradasi.
Tak lama berselang, manajemen memecat pelatih Marco Baroni.
Dalam aksi protes tersebut, suporter juga membentangkan spanduk bernada kasar yang diduga ditujukan kepada presiden klub, Urbano Cairo.
Baca Juga: Bursa Transfer Juventus: Michele Di Gregorio Jadi Biang Kerok, Alisson Becker Masuk Radar
Media lokal melaporkan bahwa fans menilai Cairo sebagai pihak paling bertanggung jawab atas keterpurukan klub musim ini.
Pasca pemecatan Baroni, Torino bergerak cepat menunjuk mantan pelatih Empoli, Roberto D'Aversa, sebagai pengganti.
D’Aversa dikontrak jangka pendek hingga Juni mendatang dengan tugas utama menyelamatkan Torino dari degradasi.
Saat ini, performa Torino hanya lebih baik dari tiga tim terbawah, termasuk Cremonese, Pisa, dan juru kunci Hellas Verona.
Torino bukan klub sembarangan. Mereka merupakan salah satu kekuatan besar Italia pada era 1940-an dengan lima gelar liga dalam satu dekade.
Scudetto terakhir mereka diraih pada 1976. Sepanjang sejarah, hanya Juventus, Genoa, serta duo Milan yang memiliki koleksi gelar Serie A lebih banyak dari Torino.
Musim ini, skuad Il Toro diperkuat sejumlah nama yang pernah merumput di Premier League seperti Nikola Vlasic, Che Adams, dan Cesare Casadei. Vlasic menjadi top skor tim di liga dengan enam gol.
Kontributor: M.Faqih
Berita Terkait
-
Bursa Transfer Juventus: Michele Di Gregorio Jadi Biang Kerok, Alisson Becker Masuk Radar
-
Wakil Presiden Galatasaray Kirim Psywar ke Juventus: Kemenangan 5-2 Bukan Kebetulan!
-
Juventus Lirik Kembali Si Anak Hilang, Emil Audero Masuk Radar Transfer
-
Jelang Juventus vs Galatasaray, Okan Buruk Ingatkan Victor Osimhen Cs Tetap Injak Bumi
-
Juventus Tertinggal 2-5, Masih Bisa Comeback? Ini Hitung-hitungan Realistisnya!
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Karier Aboard Pratama Arhan Ini Berakhir Jika Benar Berlabuh ke Garudayaksa FC
-
Debut Manis Kiper Muda Persija Jakarta! Hafizh Rizkianur Ucap Syukur
-
Latihan Perdana Timnas Indonesia Dimulai, Marselino hingga Saddil Langsung Digeber John Herdman
-
Mees Hilgers Terpaksa Bertahan di FC Twente Akibat Kesalahan Agennya
-
Persib Bandung Terancam Ditinggal Pilar Utama, Federico Barba Dapat Tawaran dari Liga Yunani
-
Crystal Palace Juara Conference League, Kisah Sukses Oliver Glasner Membawa Sejarah ke Selhurst Park
-
Mozambik Rilis Skuad Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Matchday, Andalkan Pemain Utama
-
John Herdman Dapat Amunisi Baru, Dua Pemain Diaspora Australia Segera Dinaturalisasi
-
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026, Hugo Broos Rilis 26 Pemain Akhiri Kutukan 16 Tahun
-
Sandy Walsh Cetak Sejarah! Buriram United Juara ASEAN Club Championship