-
Persebaya mengevaluasi akurasi 20 tembakan yang minim sasaran saat menghadapi PSM Makassar.
-
Coach Tavares menekankan perbaikan visi bermain dan siap memainkan pemain usia remaja.
-
Gali Freitas bersyukur atas gol kemenangan dan dukungan penuh dari suporter Bonek.
Tim kebanggaan Surabaya ini dituntut untuk tidak hanya terpaku pada satu pola serangan saja.
Keseimbangan antara umpan pendek dan perpindahan posisi pemain menjadi kunci membongkar pertahanan lawan yang rapat.
Fleksibilitas taktik diperlukan agar lawan tidak mudah membaca arah serangan yang dibangun oleh Persebaya.
Selain strategi, sang pelatih juga memberikan kesempatan besar bagi talenta muda untuk menunjukkan taringnya.
Krisis cedera yang menghantam skuad inti memaksa tim untuk memaksimalkan potensi pemain dari berbagai usia.
Tavares menegaskan bahwa ia tidak memandang usia dalam menentukan siapa yang layak masuk sebelas utama.
Kedisiplinan dan etos kerja di sesi latihan menjadi parameter utama bagi setiap pemain untuk merumput.
“Bagi saya, saya bisa memainkan pemain usia 16 sampai 18 tahun atau 35 sampai 36 tahun. Siapa yang menunjukkan sikap dan perilaku terbaik, dia yang main,” ujarnya.
Persaingan sehat di internal tim diharapkan mampu mengangkat performa kolektif Persebaya di sisa musim ini.
Baca Juga: Persiapan Singkat, Persib Bandung Waspadai Parkir Bus Madura United
Setiap pemain muda kini memiliki motivasi ekstra untuk membuktikan kualitas mereka di level tertinggi.
Pahlawan kemenangan, Gali Freitas, merasa lega bisa mencetak gol penentu meski banyak peluang terbuang.
Ia mendedikasikan kemenangan ini untuk seluruh elemen tim dan suporter setia yang hadir di stadion.
“Saya juga ingin berterima kasih kepada Bonek dan Bonita atas dukungannya malam hari ini, dan juga untuk kerja keras rekan-rekan pemain semua. Kita bersyukur bisa meraih tiga poin,” kata pemain berkebangsaan Timor Leste itu.
Gali berjanji akan terus memacu level permainannya melalui porsi latihan mandiri yang lebih berat.
Komunikasi intensif dengan rekan setim diakui menjadi faktor kunci keberhasilannya menempatkan posisi dengan tepat.
Gali merasa masih banyak aspek dari cara bermainnya yang harus dipoles agar lebih berkontribusi.
Ia sangat kritis terhadap penampilannya sendiri demi mencapai konsistensi di setiap pertandingan Liga 1.
“Terkadang saya berkata pada diri sendiri bahwa saya harus lebih baik dari yang lain, baik dalam posisi, menahan bola, atau long pass," ucapnya.
Disiplin taktik sesuai instruksi pelatih menjadi prioritas utama bagi pemain sayap lincah yang satu ini.
Sesi pertemuan individual dengan pelatih sangat membantu pemain dalam memahami kekurangan yang harus segera ditutupi.
"Saya juga berterima kasih kepada pelatih yang selalu melakukan pertemuan individual untuk membantu pemain menjadi lebih baik di lapangan,” tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Dominasi Jawa Barat, Persib Bandung dan Goal Aksis Cimahi Juara HLS All-Stars 2026
-
Gilas Putri Garut Lima Gol, Akademi Persib Bandung Juara HSL All-Stars
-
Akademi Persib Bandung vs Putri Garut, Derbi Jawa Barat di Final HLS All-Stars U-18 2026!
-
Dua Gol di Extra Time! Argentina Tantang Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026
-
Kenapa Wasit Untungkan Lionel Messi Cs? Paredes Kartu Kuning, Embolo Malah Kartu Merah
-
Brasil Tersingkir dari Piala Dunia, Neymar Hamburkan Rp150 juta di Meja Judi
-
Swiss Main 10 Orang! Messi Mandul, Argentina Dipaksa Main hingga Perpanjangan Waktu
-
Intip Bisnis Unik Erling Haaland, Raup Cuan Miliaran di Luar Gaji
-
Mati 7 Menit Lalu Hidup Lagi, Sisi Lain Pelatih Norwegia Stale Solbakken
-
Argentina Unggul Cepat! Sundulan Mac Allister Bawa Albiceleste Robek Gawang Swiss