Bola / Bola Dunia
Kamis, 26 Februari 2026 | 05:46 WIB
Gianni Infantino (IG Gianni Infantino)
Baca 10 detik
  • Gianni Infantino tegaskan FIFA tidak khawatir soal keamanan Meksiko jelang Piala Dunia 2026.

  • Konflik kartel pasca tewasnya El Mencho picu keraguan atas kesiapan Meksiko sebagai tuan rumah.

  • FIFA menjalin komunikasi intensif dengan otoritas Meksiko demi menjamin keselamatan seluruh peserta turnamen.

Suara.com - Kesiapan Meksiko dalam menyambut pesta sepak bola terbesar sejagat pada tahun 2026 Piala Dunia 2026 kini menjadi pusat perhatian dunia.

Presiden FIFA Gianni Infantino akhirnya memberikan pernyataan resmi guna meredam spekulasi pemindahan lokasi pertandingan akibat isu stabilitas negara.

Meksiko sendiri mengemban mandat sebagai tuan rumah bersama yang akan berbagi tempat dengan Amerika Serikat dan Kanada.

Rencananya seluruh rangkaian laga yang melibatkan tim nasional Meksiko akan dipusatkan di stadion utama milik negara tersebut.

Sesuai jadwal yang dirilis, seremoni pembukaan turnamen akan dimulai dari jantung Mexico City pada tanggal 11 Juni 2026.

Pertandingan perdana tersebut diprediksi akan menyajikan duel emosional antara tim tuan rumah melawan skuad Afrika Selatan.

Namun bayang-bayang kekerasan yang dipicu oleh kelompok kartel narkoba di beberapa titik mulai memicu keraguan publik.

Wilayah Zapopan yang berada di kawasan Guadalajara menjadi salah satu titik yang masuk dalam radar pengawasan serius.

Padahal wilayah ini sudah dipetakan untuk menjadi lokasi penyelenggaraan empat pertandingan penting di babak penyisihan grup.

Baca Juga: Alasan Dick Advocaat Mundur usai Bawa Curacao ke Piala Dunia 2026

Tim-tim raksasa dunia seperti Spanyol hingga Uruguay dijadwalkan akan merumput di kawasan yang sedang bergejolak tersebut.

Situasi keamanan memburuk pasca kabar meninggalnya tokoh kriminal paling dicari, Nemesio Oseguera-Cervantes atau yang dikenal sebagai ‘El Mencho’.

Pemimpin tertinggi Kartel Generasi Baru Jalisco itu dikabarkan menghembuskan napas terakhir setelah terlibat kontak senjata dengan militer.

Kejadian tersebut langsung memicu gelombang anarkisme dari para pengikut setianya di berbagai sudut kota Meksiko.

Aksi pembakaran moda transportasi massal serta blokade jalan raya utama sempat melumpuhkan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Pemerintah daerah setempat bahkan sempat menginstruksikan penduduk sipil untuk tidak melakukan aktivitas di luar ruangan demi keselamatan.

Load More