-
Lima pemain Timnas Indonesia memilih masuk Islam dengan latar belakang perjalanan spiritual berbeda.
-
Markus Horison dan Cristian Gonzalez memiliki nama islami baru setelah resmi menjadi mualaf.
-
Ragnar Oratmangoen sudah memeluk Islam sejak remaja sebelum bergabung dengan skuad Garuda saat ini.
Suara.com - Lima Pemain Timnas Indonesia Pindah Agama Peluk Islam. Dunia sepak bola Tanah Air seringkali menyajikan cerita menarik di luar lapangan hijau yang hijau.
Keputusan spiritual pindah agama menjadi salah satu sisi kehidupan para atlet yang kerap menyita perhatian publik luas.
Sejumlah pilar penting Timnas Indonesia diketahui memilih untuk memeluk agama Islam dalam perjalanan hidup mereka.
Langkah besar sebagai mualaf ini diambil dengan beragam latar belakang serta pengalaman batin yang berbeda.
Terdapat lima nama besar yang tercatat secara resmi telah mengucapkan dua kalimat syahadat tersebut.
Transformasi Spiritual Markus Horison dan Nama Baru
Markus Horison menjadi sosok pertama yang sangat dikenal publik saat menjaga gawang Skuad Garuda.
Penjaga gawang andalan pada ajang Piala AFF 2010 ini mengambil keputusan besar sejak tahun 2004.
Ia memilih untuk meninggalkan keyakinan lamanya dan memeluk agama Islam secara penuh dan meyakinkan.
Baca Juga: John Herdman Harus Lirik 4 Bintang Persib Bandung Ini untuk FIFA Series 2026
Setelah resmi menjadi seorang Muslim, Markus kemudian mengganti identitas namanya menjadi Muhammad Haris Maulana.
Langkah berani tersebut nyatanya sempat memicu reaksi penolakan dari pihak keluarga besarnya saat itu.
Perjalanan Diego Michiels Menemukan Islam di Pengadilan
Nama kedua yang mengisi daftar pemain mualaf di Indonesia adalah bek tangguh Diego Michiels.
Pemain yang dinaturalisasi dari Belanda ini resmi memeluk Islam pada pertengahan tahun 2013 yang lalu.
Ia kemudian menambahkan nama islami menjadi Diego Muhammad bin Robbie Michiels setelah prosesi syahadat selesai.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan