-
Damian van Dijk bek FC Den Bosch mengaku sudah menjalin komunikasi intens dengan PSSI.
-
Pemain setinggi 195 cm keturunan Bogor ini siap bersaing membela Timnas Indonesia.
-
Damian ingin Timnas Indonesia sekuat Manchester City dengan memaksimalkan potensi pemain diaspora Eropa.
Suara.com - Kabar segar kembali berembus dari ranah Eropa mengenai potensi penambahan kekuatan lini pertahanan untuk Timnas Indonesia.
Damian van Dijk yang memiliki postur menjulang secara terang-terangan memberikan sinyal ketertarikannya bergabung ke tanah air. Dia adalah pemain keturunan Indonesia.
Pemain muda berbakat ini diketahui memiliki darah Indonesia yang berasal dari ayahnya yang lahir di Bogor.
Saat ini dirinya tengah menempa karier profesional di kompetisi sepak bola Belanda bersama klub FC Den Bosch.
Langkah konkret menuju naturalisasi tampaknya mulai menunjukkan titik terang bagi pemain bertubuh atletis tersebut.
Pemain yang lahir pada Maret 2004 ini mengaku sudah melakukan upaya pendekatan secara personal kepada pihak federasi.
Langkah ini diambil sebagai bentuk keseriusannya untuk bisa mengenakan seragam Merah Putih di level internasional.
"Untuk situasinya saat ini, aku sudah mengontak mereka. Jadi sudah ada komunikasi," ujarnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa proses penjajakan antara sang pemain dan pihak PSSI telah dimulai secara resmi.
Baca Juga: Prediksi Lawan Calvin Verdonk di Liga Europa, Ditunggu 2 Raksasa
Publik kini menanti bagaimana kelanjutan dari obrolan awal yang dilakukan oleh bek tangguh asal klub Belanda itu.
Perjalanan karier Damian mengalami lonjakan yang cukup signifikan setelah memutuskan berpindah klub ke FC Den Bosch.
Sebelumnya ia menghabiskan waktu bersama Telstar U-18 sebelum akhirnya naik kelas ke kasta yang lebih kompetitif.
Meskipun masih berstatus pemain tim muda, jam terbangnya di level senior sudah mulai terkumpul dengan baik.
Damian merasa bahwa lingkungan sepak bola di klubnya saat ini jauh lebih menantang dan kompetitif secara individu.
Kualitas rekan setim yang lebih mumpuni diakuinya menjadi faktor utama percepatan perkembangan teknik bermainnya di lapangan hijau.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
Timnas Indonesia Resmi Hadir di EA Sports FC 26
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Timnas Iran Minta Visa Khusus di Piala Dunia 2026, Otoritas AS Masih Cuek Bebek
-
Siapkan Rp900 Miliar Manchester United Selangkah Lagi Dapatkan Pengganti Casemiro
-
Bekas Kota Komunis Bersiap Panen Cuan di Final Liga Champions Arsenal vs PSG
-
Final Liga Champions: PSG Menggila di Depan, Arsenal Tak Tergoyahkan di Belakang
-
Daftar Klub Inggris Paling Sukses di Eropa: Liverpool Masih Juara, Arsenal Coba Cetak Sejarah
-
Hanya Ada 8 Klub! Misi Eks Barcelona Bawa PSG Samai Rekor Real Madrid di Liga Champions
-
Berapa Duit yang Dikantongi Juara Liga Champions? Yang Kalah Cuma Dapat Rp1,2 Triliun
-
Arsenal Terancam Tumbang? PSG Punya Keunggulan 7.000 Menit Jelang Final Liga Champions