- Lothar Matthaus menyebut laga Der Klassiker antara Dortmund melawan Bayern di Signal Iduna Park sebagai duel magis dua tim terbaik Jerman.
- Matthaus menilai status tuan rumah memberi keuntungan Dortmund, namun ia tetap menjagokan Bayern karena kualitas individu pemain mereka.
- Der Klassiker kali ini mempertemukan pemuncak klasemen Bayern (60 poin) dengan peringkat kedua Dortmund (52 poin) di Bundesliga 2025/2026.
Suara.com - Legenda Bayern Munich, Lothar Matthaus, menyebut laga Der Klassiker antara Borussia Dortmund kontra Bayern di Signal Iduna Park, Minggu (1/3) dini hari WIB, sebagai duel magis.
“Itu akan jadi duel magis. Dua tim terbaik Jerman pada dua dekade terakhir saling berhadapan. Pemain-pemain dan pelatih-pelatih hebat, tradisi panjang dan rivalitas besar,” ujar Matthaus dikutip dari laman resmi Bundesliga.
Menurut pria berusia 64 tahun itu, status tuan rumah menjadi keuntungan bagi Dortmund. Ia menilai Bayern bisa saja goyah saat melihat tribun utara dan selatan Signal Iduna Park dipenuhi puluhan ribu suporter fanatik.
Meski demikian, Matthaus tetap lebih menjagokan Bayern karena memiliki banyak pemain dengan kualitas individu kelas atas. Namun, ia menegaskan Dortmund tidak akan mudah dikalahkan, terutama sejak ditangani Niko Kova.
“Dortmund memiliki pelatih yang membawa tim kembali ke jalur seharusnya, mirip seperti yang dilakukan Vincent Kompany di Bayern. Dalam 12 bulan, Kovac mengangkat Dortmund dari papan tengah menjadi penantang utama Bayern,” kata eks gelandang Bayern periode 1984–1988 dan 1992–2000 tersebut.
Matthaus juga melontarkan pujian kepada Kompany yang dinilainya mampu mengembangkan skuad Bayern hingga menjadi salah satu dari tiga tim terbaik di Eropa saat ini. Ia menilai kekuatan utama Kompany terletak pada kemampuannya menangani pemain dan menjaga atmosfer ruang ganti tetap positif.
“Secara internal, menurut saya, dia mungkin tidak keras secara suara, tetapi penuh energi. Di ruang ganti, mereka tentu tidak hanya berpelukan. Bisa saja ada luapan emosional dan bentakan. Namun semua itu tetap di ruang ganti,” ujar Matthaus.
Der Klassiker kali ini mempertemukan pemuncak klasemen dan peringkat kedua Bundesliga musim 2025/2026. Bayern yang diperkuat Harry Kane memimpin klasemen dengan 60 poin dari 23 laga, unggul delapan angka atas Dortmund yang mengoleksi 52 poin dari jumlah pertandingan yang sama.
Baca Juga: Lawan Bayern Munich di 16 Besar, Atalanta Ogah Gemetar Hadapi Harry Kane Cs
Berita Terkait
-
Lawan Bayern Munich di 16 Besar, Atalanta Ogah Gemetar Hadapi Harry Kane Cs
-
Cerita Dramatis Atalanta di Liga Champions, Butuh Keringat dan Darah untuk Lolos 16 Besar
-
Tanpa Pembelaan, Pelatih Dortmund Merasa Pantas Tersingkir dari Liga Champions
-
Gagal Bela Timnas Indonesia, Pemain Berdarah Maluku Ini Antar Atalanta ke 16 Besar Liga Champions
-
Arsenal Belum Layak, Bayern Munich Jadi Favorit Juara Liga Champions Musim Ini
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Malaysia U-17: Prediksi Line Up dan Taktik Garuda
-
3 Pemain Kunci Timnas Indonesia U-17 yang Siap Bikin Malaysia Merana di Stadion Joko Samudro
-
Timnas Iran Tegaskan Tetap Main di Piala Dunia 2026, Skenario Playoff Darurat Batal
-
Simon Grayson Bongkar Taktik Rumit John Herdman di Timnas Indonesia
-
Eks Manajer Sunderland Ungkap Alasan Mau Gabung Timnas Indonesia
-
Jadi Korban Paspoortgate, Nathan Tjoe-A-On Anggap NAC Breda Terlalu Membesarkan Masalah
-
Arteta Gerah Terus Dikritik, Minta Fans Arsenal Nikmati Proses
-
Ngeri! Wasit Ditembak saat Pimpin Pertandingan Tarkam, Pelaku Buron
-
Kerja Sama PSSI dan FFF, Timnas Putri Indonesia U-17 akan Ditempa di Prancis
-
Real Madrid Tersingkir, Jude Bellingham: Kartu Merah Camavinga Itu Lelucon!