Bola / BolaTaiment
Senin, 02 Maret 2026 | 13:11 WIB
Viral video di sosial media yang memperlihatkan sejumlah pemain dari dua klub sepak bola tumbang di lapangan saat akhir pertandingan. [Tangkap layar X]
Baca 10 detik
  • Pertandingan Liga Tunisia CS Sfaxien vs AS Gabes menghasilkan beberapa pemain tumbang akibat panas dan puasa Ramadan.
  • CS Sfaxien memenangkan laga 1-0 tersebut yang digelar pukul 13:00 waktu setempat pada Ramadan 2026.
  • Otoritas sepak bola Tunisia dikritik karena tetap menjadwalkan pertandingan saat jam-jam terik bulan puasa.

Suara.com - Viral video di sosial media yang memperlihatkan sejumlah pemain dari dua klub sepak bola tumbang di lapangan saat akhir pertandingan.

Diketahui video itu berasal dari pertandingan Liga Tunisia antara CS Sfaxien vs AS Gabes. Dilansir dari koraplus, laga tersebut berlangsung pada pukul 13:00 waktu setempat di bulan Ramadan 2026.

Pertandingan itu sendiri dimenangkan oleh CS Sfaxien dengan skor 1-0. Di klasemen Liga Tunisia, CS Sfaxien berada di posisi keempat, sementara AS Gabes berada di zona merah degradasi. 

Rekaman video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan beberapa pemain terduduk lemas, bahkan ada yang harus mendapat penanganan tim medis di atas lapangan.

Kondisi ini diduga akibat kombinasi cuaca panas dan aktivitas fisik intens tanpa asupan cairan selama berpuasa.

Sejumlah pengamat menilai federasi sepak bola Tunisia menjadi satu-satunya di kawasan Arab yang tetap menggelar pertandingan pada jam-jam terik selama bulan puasa.

Keputusan ini dinilai berisiko terhadap kesehatan pemain serta berpotensi menurunkan kualitas permainan.

Bermain di bawah paparan matahari dengan suhu tinggi tanpa asupan makanan dan minuman dinilai bukan hanya berdampak pada stamina, tetapi juga meningkatkan risiko dehidrasi dan cedera.

Insiden ini memunculkan kekhawatiran akan terulangnya kejadian serupa pada pekan-pekan berikutnya.

Baca Juga: Merawat Diri dan Memberi Dampak: Makna Kebaikan Ramadan yang Bergulir

Suporter dan pemerhati sepak bola Tunisia mendesak otoritas kompetisi untuk mengevaluasi ulang jadwal pertandingan.

Banyak pihak menilai, penyesuaian waktu kick-off ke sore atau malam hari selama Ramadan bisa menjadi solusi realistis demi menjaga keselamatan pemain sekaligus mempertahankan kualitas kompetisi.

Kontributor: Azka Putra

Load More