-
Sandy Walsh mencoba puasa seminggu di Belgia untuk menghargai rekan Muslim di Timnas Indonesia.
-
Pemain Buriram United ini mengaku tantangan terberat puasa adalah saat harus bangun pagi sahur.
-
Aksi Sandy Walsh ini murni demi toleransi dan memahami kekuatan mental atlet yang berpuasa.
Suara.com - Integrasi budaya dan rasa empati yang mendalam seringkali muncul dari balik layar kehidupan para penggawa Timnas Indonesia.
Sandy Walsh yang merupakan pilar pertahanan kanan Timnas Indonesia membagikan kisah unik mengenai perjalanannya memahami tradisi Islam.
Meski dirinya tidak memeluk agama Islam, bek tangguh ini sempat memutuskan untuk ikut menjalani ibadah puasa Ramadhan.
Tindakan tersebut diambilnya bukan untuk menarik perhatian publik secara instan atau sekadar mencari popularitas di media sosial.
Ia didorong oleh rasa penasaran yang besar mengenai bagaimana rekan setimnya tetap bugar meski harus menahan dahaga.
Pengalaman menarik ini dilakukan oleh pemain keturunan Belanda-Indonesia tersebut saat ia masih merumput di Liga Belgia.
Kala membela KV Mechelen, Sandy meluangkan waktu selama tujuh hari penuh untuk merasakan esensi dari bulan suci.
Ia ingin merasakan langsung dinamika fisik dan mental saat harus berlatih tanpa asupan nutrisi dari subuh hingga petang.
Baginya, proses berpuasa membutuhkan adaptasi yang sangat ekstrem terutama terkait perubahan pola istirahat dan jam biologis.
Baca Juga: Harga Tiket FIFA Series 2026: Penjualan Sudah Dibuka, Mulai Rp150 Ribu
"Dimulai dengan bangun pagi untuk bisa mendapatkan makanan dan minuman, saya harus membiasakan diri," ungkap Sandy melalui kanal YouTube pribadinya, @sandywalshofficial.
Sebagai pemain yang mengandalkan fisik di lapangan, Sandy tetap mengedepankan konsultasi medis dengan rekan-rekan setimnya.
Ia bertanya secara detail mengenai manajemen energi agar tubuhnya tidak ambruk atau mengalami dehidrasi parah saat latihan.
Diskusi tersebut mencakup jadwal minum yang efektif serta komposisi nutrisi yang tepat saat waktu berbuka tiba.
Momen membatalkan puasa menjadi bagian yang paling ia tunggu sebagai bentuk kemenangan kecil setelah seharian berjuang.
Kegiatan berbuka tersebut ia lalui bersama sosok wanita yang kini telah resmi menjadi pendamping hidupnya, Aislinn Koning.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN
-
Tarif Rp5 Ribu Dikritik Warga, Sekda Janji Evaluasi Parkir Alun-Alun Tegar Beriman
-
Promo Anniversary Bukan Cuma Diskon, Ada Treasure Hunt dan Mini Games
-
URI Bukan Solusi! Pengangguran Terdidik Terjadi karena Sarjana Tak Punya Skill