- Arsenal mengalahkan Chelsea berkat taktik Mikel Arteta, mempertahankan posisi di klasemen Premier League.
- William Saliba dan gol bunuh diri mewarnai kemenangan; set piece serta peran Zubimendi kunci serangan.
- Kinerja David Raya sangat penting melalui penyelamatan krusial dan distribusi bola presisi yang efektif.
Suara.com - Arsenal sukses menjaga jarak dengan Manchester City di klasemen Premier League berkat kemenangan atas Chelsea akhir pekan lalu.
Kemenangan Arsenal ini tak lepas dari taktik brilian Mikel Arteta membuat lawan tak berkutik.
Sosok gelandang Pablo Zubimendi jadi kunci kemenangan Arsenal selain skema lama set piece tim Meriam London itu.
William Saliba membuka skor lewat sundulan akurat, dibantu pergerakan Gabriel Magalhaes. Jurrien Timber menambah gol kedua, sementara Chelsea hanya bisa membalas lewat gol bunuh diri Hincapie.
Untuk skema set piece Arsenal memang tak perlu diragukan lagi. Meski mendapat pro kontra dari banyak suporter, gol pertama Arsenal yang dicetak Magalhaes tercipta dengan sangat cerdik.
William Saliba benar-benar menguasai duel udara. Gabriel mengalahkan Reece James dan Joao Pedro, lalu mengirim bola ke Saliba. skema itu sangat rapi.
Selain set piece, taktik lain yang dipakai Arteta juga bisa dibilang brilian. Zubimendi seperti magnet, mengikuti Enzo ke mana pun dia pergi. Chelsea jadi sulit membangun serangan.
Alih-alih mengejar bola seperti pemain tengah pada umumnya, Mikel Arteta memerintahkan pemain Spanyol itu melekat seperti magnet.
Kondisi itu membuat Chelsea mau tak mau bermain bola panjang atau melakukan passing berisiko.
Baca Juga: Manchester City Siapkan Rp1,5 Triliun untuk Tino Livramento
“Zubimendi melakukan press yang luar biasa, menempel Enzo Fernandez seperti lem. Chelsea dipaksa keluar dari zona nyaman mereka,” kata analis Dean Scoggins seperti dilansir dari The Sun.
Pola ini juga membuat lini depan Arsenal bisa bermain lebih sempit, mengurangi risiko terbuka di sayap, sekaligus memaksimalkan tekanan di tengah.
Hasilnya, Chelsea kesulitan membangun serangan dan kerap melakukan kesalahan.
Chelsea suka membangun dari belakang, mengundang tekanan, dan memainkan umpan berisiko ke nomor 10. Dengan Zubimendi menempel seperti magnet, mereka dipaksa bermain panjang atau membuat kesalahan.
Selain taktik, David Raya menjadi penentu kemenangan Arsenal dengan penyelamatan krusial dan distribusi bola yang presisi.
Ia menepis bola dari defleksi Declan Rice, menjaga gawang tetap aman, dan melakukan penyelamatan terakhir saat Garnacho mengirim umpan silang di menit akhir.
Distribusi bola Raya juga efektif, dengan 64% akurasi dari 25 percobaan, memulai beberapa serangan balik cepat.
Tekanan yang ia berikan melalui distribusi bola panjang dan presisi memaksa Chelsea melakukan pelanggaran ceroboh, termasuk kartu kuning untuk Cole Palmer.
Kontributor: Adam Ali
Berita Terkait
-
Manchester City Siapkan Rp1,5 Triliun untuk Tino Livramento
-
Manchester United Siapkan Dana Fantastis Rp3,5 T Demi Boyong Bruno Guimaraes
-
Riccardo Calafiori Ungkap Keinginan Pulang ke AS Roma
-
Peter Schmeichel: Tanpa David Raya, Arsenal Tak Akan Ada di Puncak Premier League
-
3 Raksasa Premier League dan Barcelona Saling Sikut Demi Rekrut Gelandang Muda Brasil Ini
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
Terkini
-
Emosi Cristiano Ronaldo Meledak, Serang Jurnalis Brasil di Konferensi Pers
-
Paraguay Terapkan Taktik Barbar, Didier Deschamps Kasih Sindiran Pedas
-
Ricuh Jelang Laga! Fans Meksiko Serbu Hotel Inggris, Polisi Tak Mampu Bendung
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Folarin Balogun Lolos dari Skorsing, Gedung Putih Disebut Intervensi FIFA
-
Krisis Lini Depan Argentina: Mengapa Lautaro dan Julian Alvarez Mandul di Piala Dunia 2026?
-
Kontroversial! FIFA Batalkan Skorsing Folarin Balogun, Trump Ucap Terima Kasih
-
Witan Sulaeman Bikin Kejutan! Tolak Hengkang, Pilih Setia di Persija, Ini Alasannya
-
Vozinha Jadi Kiper Terpopuler Usai Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Salip Nama Beken
-
Brasil vs Norwegia: Jika Terjadi Adu Penalti, Selecao Punya Keunggulan